Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
53. Kecewa


__ADS_3

Kita lanjut yu..???


Cerita Kaisar dan Yasikanya.


Oke deh..


Happy reading semuanya... ❤


****


" Haii ... Bro, apa kabar lo? lama sekali kita tidak bertemu..! " Ucap Dani pada Kaisar.


" Widiiihh ... Makin ganteng aja ni sang Direktur kita .!" Timpal Ervan dengan cekikikan.


" Gue, makin cinta dan kangen ma lo..!! " celetuk Dani kembali.


Dan itu berhasil membuat yang lain merasa jijik mendengarnya.


" Najis gue..!! " Saut Adi dengan jengkelnya.


Kaisar hanya menatap mereka seperti biasanya, tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari bibirnya itu, ia hanya bersikap acuh. Ia tahu jika dirinya akan menjadi bahan guyonan para sahabat tengilnya.


Sekarang Kaisar sedang berada di apartemennya Adi. Ia sengaja ingin bertemu dengan para sahabatnya itu, selain sudah lama mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing, mungkin ini juga waktu yang tepat bagi mereka untuk bisa berkumpul.


" Gimana gak ganteng coba, secara kan tiap hari dia di temenin ma yayang...!! ".


Dani kembali lagi bersuara, dan itupun sukses membuat gelak tawa mereka semakin keras.


" Apaan sih, lo...!! " jawab Kaisar datar.


" Dan gue juga yakin, tiap hari dia pasti dapat asupan vitamin...!! " dengan sedikit menaik turunkan alisnya itu, Dani sengaja ingin menggoda Kaisar.


Kaisar lagi-lagi menatap Dani dengan tatapan dinginnya. Ia merasa jengkel karena Dani terus saja menggodanya, mereka semua mengetahui kalau Yasika bekerja di perusahaannya Kaisar. Mereka juga tahu bagaimana sekarang hubungan antara Kaisar dan juga Yasika. Maka dari itu mereka sengaja ingin menggoda sahabatnya itu, karena bagi mereka bisa membuat Kaisar naik darah, itu adalah kepuasan untuk mereka.


Adi dan Ervan mereka hanya mengulum senyum, mereka tahu maksud dari perkataan Dani barusan. Mereka berdua bisa melihat bagaimana raut wajah Kaisar saat ini. Mungkin saat ini mereka harus bersiap-siap karena sebentar lagi mereka akan kena amukan dari sahabatnya itu.


" Ya ... iyalah pasti setiap hari dia di kasih vitamin, lihat ja tuh mukanya jadi seger kaya gitu..?? " Kini suara Ervan yang kembali bersuara. Dan gelar tawapun kembali menggema.


" Yoi ... bro, gimana gak segar coba, tiap hari tu mulut di sedot terus..!!"


" Sialan lo..!! " Jawab Kaisar yang sudah merasa sangat kesal terhadap mereka semua.

__ADS_1


Mereka terus tertawa tidak henti-hentinya, dan yang jadi sasaran kali ini adalah Kaisar. ada keseruan sendiri ketika bisa menggoda salah satu dari mereka.


" Gimana kabarnya si cantik.? " Tanya Adi dengan senyuman di wajahnya.


" Gue, lihat dia makin cantik ja. Hati-hati lo Kai, dia di ambil orang lain? " celetuk Ervan.


" Lo... Gak ngerusak dia kan..? " timpal Dani kembali.


Kaisar berdecih. "Ck... berengsek, emangnya gue elo..!! "


Kemudian Kaisar diam, ia memandang lurus ke depan. Kai sedang mencerna kata-katanya Ervan barusan. Ia mengingat kembali kejadian kemarin, dimana sampai saat ini Yasika masih marah kepadanya. Kaisar sudah mencoba untuk menjelaskan, tetapi hal itu tidak membuat Yasika untuk mempercayainya.


Kaisar sudah mencoba untuk menghubungi Yasika beberapa kali, tetapi sayang panggilannya itu tidak di angkat sama sekali, bahkan pesan yang ia kirimkan tidak ada yang di balas satupun. Dan itu berhasil membuat Kaisar jadi frustrasi seperti ini.


Ahh sial !!!!


Kaisar masih menatap layar ponselnya, ia berharap jika Yasika menghubunginya atau membalas pesannya. Kaisar mengusap wajahnya Kasar. Ia menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa, ia menatap lurus ke atas, lalu memejamkan matanya erat-erat. Ia kini menatap ponselnya.


" Kenapa lo? " Suara Adi membuat perhatian Kai yang semula menatap layar ponselnya kemudian beralih menatapnya.


" Gak pa-pa. "


" Lo lagi marahan sama si cantik ya? " sambar Dani.


" Lo kenapa bisa marahan kaya gitu huh? " cecar Adi yang penasaran.


" Dia ngeliat gue lagi di cium ma Anne.!! "


" Brengsek lo Kai, pantesan dia marah. "


Kaisar menyahut, " Tapi itu bukan salah gue kok."


" Kenapa bisa bukan salah lo, terus siapa yang salah Anne maksud lo.?" sahut Dani.


" Parah lo, ya jelaslah Yasika marah ketika melihat lo sama Anne lagi ciuman, apalagi lo juga sama-sama menikmatinya kan?? " timpal Ervan.


" Bukan seperti itu kejadiannya ****...!! " sahut Kaisar kembali.


Kaisar menarik nafasnya dalam, dan ia membuangnya kasar. ia juga mengusap wajahnya kasar. Ia merasa kepalanya berat saat ini ketika memikirkan wanita yang sedang marah kepadanya sekarang.


" Gue udah coba jelasin ma dia, tapi dia terlanjur marah. Dan sekarang dia gak mau angkat telpon atau balas pesan gue.! "

__ADS_1


" Dia lagi butuh waktu kali Kai, lo coba lagi nanti dan lo jelasin ma dia kejadian yang sebenarnya, bereskan? " Timpal Adi kembali.


Kaisar diam dengan seribu bahasa, ia mengingat lagi bagaimana Yasika marah kepadanya saat melihat kejadian itu. Sebenarnya Kaisar sudah mendorong Anne untuk tidak menciumnya, tetapi Yasika dan Bayu sudah melihatnya terlebih dahulu.


Kaisar menyadari betul bahwa Yasika saat ini tengah benar-benar marah kepadanya. bagaimana tidak, sebelum Anne datang hubungan antara dirinya dan Yasika memang sedang baik. Bahkan ia sempat mengatakan kepada Yasika agar dia jangan meninggalkan Kaisar. Tetapi kini malah ia sendiri yang sudah kembali menyakitinya.



Maafkan aku sayang..!!!


* * *


" Yas, beneran lo mau nginep disini? " Tanya Ririn penasaran.


Yasika menoleh dan ia tersenyum, " Boleh kan aku tidur disini malam ini? "


Ririn menatap Yasika ia sudah mengetahui kejadian apa yang sedang membuat sahabatnya itu menjadi murung seperti ini.


" Yas, kenapa sih lo gak mau angkat telpon dari Kaisar, kasian dia seenggaknya lo kabarin dia, lihat dia nelpon udah puluhan kali. "


Yasika menatap layar ponselnya, ia melihat ada dua puluh kali panggilan tak terjawab dan beberapa pesan yang masuk. Tapi ia membiarkannya, ia tidak ingin jika Kaisar menghubunginya saat ini. Yasika butuh waktu, ia ingin sendiri dulu untuk menenangkan pikirannya.


" Aku__ butuh waktu untuk sendiri dulu. " Balas Yasika yang segera menundukkan kepalanya.


Yasika memejamkan matanya sesaat, ia mengingat lagi kejadian tadi dimana Kaisar dengan Anne sedang berciuman. Ia tidak mengira jika Kaisar akan melakukan itu, meskipun Kai tadi sudah mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi Yasika sudah terlanjur kecewa dan marah kepadanya.



Kamu itu kenapa selalu bikin aku seperti ini Kak.!!


* * *


Huhuhu.... terjadi lagi ternyatah??


Semoga kalian suka ya sama ceritanya Kaisar dan Yasika.??


Mohon maaf untuk kesekian kalinya jika ada salah dalam penulisan atau kata-katanya yang berantakan.


Dukung aku terus ya dengan memberikan like, komen, dan vote buat aku.


jangan lupa juga jadikan cerita ini sebagai cerita favorite

__ADS_1


Salam sayang saya... ❤


__ADS_2