
Happy reading... ❤
* * *
"Maaf ibu Yasika, kami mengganggu waktu anda."
Ujar salah satu Guru di tempat Kalan sekolah. Ya, hari ini Yasika di temani oleh Bayu sedang berada di sekolah Kalandra setelah mendapat telepon dari Miss Vita kalau Kalan telah memukul salah satu temannya yaitu Devano.
"Gak apa-apa Miss Vita, maaf kalau Kalan sudah berbuat seperti itu."
"Gak apa-apa bu Yasika, namanya juga anak kecil. Saya juga gak ngerti kenapa Kalan sampai berbuat seperti itu. Padahal Kalan itu anak yang sangat pintar dan baik."
Yasika tersenyum tipis. Lalu tatapan matanya itu beralih pada anak kecil yang sedang menunduk takut di samping Ibunya.
"Hai Devano, ini tante." suara yang terdengar begitu lembut itu mampu membuat sang anak langsung menatap wajah Bunda dari temannya itu.
Anak itu mengangkat wajahnya. "Iya, tante."
"Devano ya?"
Kepala kecil itu mengangguk. "Iya Tante. Panggil aja aku Vano." cicit anak bertubuh gembil itu.
"Vano, tante sama Kalan mau minta maaf ya sama kamu. Maafkan Kalan ya? Tante janji, setelah ini Kalan gak akan mukul kamu lagi."
Devano menatap wajah Yasika dalam-dalam.
"Sini." Yasika membawa tubuh gembil itu ke dalam pangkuannya. "Kamu mau kan memaafkan Kalan.?"
"Iya tante cantik, aku mau memaafkan Kalan. Aku juga salah karena tadi aku yang buat Kalan jadi marah sama aku." ujarnya kembali dengan bibir mengerucut lucu.
Yasika tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapih dan juga bersih. "Anak pintar. Tante minta sama kamu, setelah ini, gak boleh lagi pada berantem ya? tante sayang sama kamu dan juga Kalan anak tante."
"Tante cantik sayang sama aku?"
Yasika mengangguk. "Iya, tante sayang sama kamu. Tante janji, nanti tante ajak kamu jalan-jalan gimana, mau gak?"
"Mau tente cantik." Anak itu berseru heboh.
"Baiklah, kalau begitu kamu sama Kalan sekarang baikan ya?"
"Iya Tante."
Yasika tersenyum seraya memeluk anak bertubuh gembil itu dalam dekapannya.
"Kalan.?" Yasika berujar lembut saat ia mengurai pelukannya dengan Vano.
"Iya Bunda."
"Sini?"
Anak itu mengangkat wajahnya dan menatap dalam mata sang Bunda.
"Kalan tahu kan apa yang harus Kalan lakukan sekarang?"
Kepala kecil itu mengangguk. "Iya Bunda, aku harus minta maaf kan?"
__ADS_1
"Iya, ayo sekarang Kalan minta maaf sama Vano."
Kepala kecil itu kembali mengangguk, mengerti dengan ucapan Bunda-nya itu.
"Aku minta maaf." cicitnya pelan. "Aku janji, enggak akan mukul kamu lagi."
"Iya, aku juga minta maaf karena telah mengejek kamu tadi." ujar anak gembil itu seraya memberikan jari kelingking nya kepada Kalan. "Kita baikan ya?" ucapnya lagi.
Kalan tersenyum seraya menautkan jari kelingkingnya. "Iya, kita baikan sekarang."
"Anak pintar, Bunda makin sayang sama kamu." di kecupnya kepala kedua anak itu secara bergantian.
Sepasang mata bening yang sebelumnya menggenang itu perlahan mengalihkan tatapannya ke arah Yasika.
"Bunda gak marah sama aku kan?"
Ya ampun, bagaimana ia bisa marah saat melihat mata bening dan wajah tampan dengan tatapan polosnya itu sedang menatap ke arahnya. Kalan sungguh sangat lucu dan menggemaskan. Siapa sih orang yang akan marah jika melihat tatapan polos itu?
"Bunda gak marah, asal Kalan jangan ulangin lagi ya? Kalan janji sama Bunda, gak bakal nakal lagi di sekolah, gak bakal bikin Miss Vita pusing lagi kan?"
Dan anak berwajah tampan itu kembali mengangguk menyetujui semua yang Bunda-nya itu ucapkan. Kalan menyetujui jika ia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
"Iya, Bunda. Aku janji gak akan mukul Vano lagi."
Yasika tersenyum lebar, di jawilnya hidung mancung itu lalu di kecupnya gemas kedua pipi itu secara bergantian.
"Bagus, Bunda sayang sama kamu."
* * *
"Om Bayu ..."
"Hmm ... "
"Miss Vita cantik ya?"
Bayu hanya mengangguk, karena kini matanya masih fokus pada jalanan.
"Om Bayu suka gak?"
"Apa?"
Yasika terkekeh, lalu ia menatap Bayu yang sedang menyetir di sebelahnya.
"Sepertinya dia gadis yang cocok buat kamu Bay.."
"Masa sih Bu.?"
Yasika mengangguk. "Aku rasa kamu cocok sama dia."
Bayu hanya tersenyum tipis tanpa mau menjawab.
"Kamu udah tua loh Bay, mau cari yang gimana lagi coba?"
Bayu yang sedang fokus mengendarai mobilnya tiba-tiba menginjak rem-nya secara mendadak.
__ADS_1
Yasika dan Kalan meringis saat kepalanya hampir saja membentur dashboard mobilnya.
"Ya ampun, Ibu kalo ngomong, bisa gak sih gak usah di sebut gitu kata TUA-nya."
Bukannya minta maaf, Bayu justru berujar demikian, membuat Yasika tertawa saat ia melihat raut wajah Bayu yang menurutnya sangat menjengkelkan.
"Iya maaf, soalnya aku pikir gitu, kamu itu udah tua Bay. Kak Kai aja udah mau punya dua anak, masa kamu masih jomblo sih.?"
"Biar jomblo juga tetep ganteng kok Bu." ujarnya seraya memajukan kembali mobilnya yang sempat berhenti
"Makin tua, ganteng itu hilang loh Bay."
"Gak anaknya, ini juga __ laki bini sama aja ya hobinya ngeledek gue." ada kekehan geli di sela kalimat yang terlontar dari mulutnya.
"Kalo kamu mau, biar aku jodohin kamu sama miss Vita, gimana? mau gak?"
Bayu kembali terkekeh, mendengar kata perjodohan di sebut kenapa rasanya sangat menyebalkan seperti ini. Bayu merasa kalaul ia adalah laki-laki kurang beruntung dan tidak laku. Tidak seperti Kai bosnya itu, di saat ia sudah menikah-pun Kai selalu jadi incaran setiap wanita.
"Kamu harus segera pikirkan masa depan kamu sendiri Bayu. Mau sampai kapan kamu sendiri? kamu gak ingin apa punya keluarga kecil yang menunggu mu di rumah?"
Bayu melirik Yasika sekilas, ada seulas senyum yang ia torehkan untuk istri bosnya itu. Mendengar penuturan Yasika, kenapa hatinya tersentuh. Pantas saja Kai sangat memuja gadis di sebelah nya ini, ternyata bisa dekat dan ngobrol seperti ini membuatnya merasa nyaman. Yasika gadis baik, lemah lembut, penyayang, dan yang jelas ia adalah seorang gadis penyabar, itu yang di katakan oleh Kaisar kepada Bayu tentang istrinya.
"Beruntung banget ya si bos dapetin istri seperti anda ibu Yasika."
Yasika terkekeh. "Jangan panggil Ibu dong Bay, panggil nama aja, lagian kamu lebih tua dari aku."
"Astaga...!!! udah berapa kali sih kamu bilang itu sama aku.?"
"Maaf ... Maaf, aku gak bermaksud bilang gitu sama kamu kok." Yasika terkikik, entah kenapa menggoda Bayu seperti itu ia merasa senang. Pantas saja Kai sangat senang jika sudah berdebat dengan laki-laki yang sudah berumur seperti Bayu ini.
"Kalo bukan istrinya si bos udah aku culik loh kamu Yas."
Ujar Bayu saat ia memarkirkan mobilnya di basement gedung perusahaan milik bosnya itu. Bayu segera keluar saat mobil sudah terparkir sempurna, ia berlari ke samping membukakan pintu mobil untuk istri dan anak dari bosnya itu.
"Makasih Bay..."
"Sama-sama."
Bayu tersenyum dengan begitu manisnya, membuat seseorang di ujung sana menatapnya tidak suka, orang itu menatap Bayu tajam dengan tangan bertolak di pinggang.
"Gak usah senyum-senyum kayak gitu."
Astaga ... Suara itu ...??
"****** gue...!!! "
* * *
Sampai disana dulu ya ceritanya..
Semoga suka dan gak ngebosenin..
Jangan lupa tetap tinggalkan like, komen dan vote-nya juga buat aku..
Makasih untuk kalian yang masih setia menunggu.. Jangan lupa juga untuk baca ceritanya aku yang lain ya.. aku tunggu... loh.. wkwkwkwk...
__ADS_1
I lop u semua.... ❤