Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
81. Terkulai Lemas


__ADS_3

Balik lagi nih..


Lanjut ceritanya kembali ya..


Jangan lupa untuk setia dukung aku dengan tinggalkan like, komen dan vote-nya juga.


Oke kalau begitu...


Happy reading semua...


* * *


"Kak."


Lenguhan Yasika kembali terdengar saat tangan Kai mulai bergerilya masuk ke dalam gaun itu. Seketika tubuhnya menegang saat Kai mulai melancarkan aksinya.


Kaisar mulai mengelus lembut perutnya yang ramping, kemudian tangannya beralih memegang dua gundukan sintal milik sang istri. Kai memegang dan meremasnya lembut meski masih terhalang gaun serta kain berenda miliknya. Dan perbuatannya itu berhasil membuat Yasika mengeluarkan desahan.


Mulut Kaisar mulai menjelajahi leher sang istri, mencium menghisap dan menggigit kecil disana, ia menambah beberapa tanda merah lagi di sepanjang leher jenjang milik sang istri. Dengan tangan yang tidak lepas bermain di dada istrinya itu.


Kaisar mencium bibir ranum itu, ******* menggigit kecil, menghisap dan saling membelit lidah. Ciuman mereka semakin memanas ketika Yasika melingkarkan tangannya di leher suaminya. Dan Ciuman itupun berlangsung dengan cukup lama karena mereka sama-sama merasakan nikmat yang luar biasa.


Mereka menghentikan ciumannya itu dengan nafas yang terengah-engah dan memburu. Mereka saling memejamkan mata dengan dahi saling menempel, Yasika membuka matanya perlahan dan sekarang ia bisa melihat wajah dan sorot mata Kaisar yang sudah berkabut dan menggebu.


"Apa kamu siap.?" Tanya Kai dengan menatap mata istrinya itu. Yasika tidak menjawabnya, ia hanya menganggukkan kepalanya pelan.


Seringai Kaisar mulai melancarkan aksinya kembali. Kai memulainya dengan memberikan sentuhan lembut di setiap lekuk wajah, bibir dan leher dengan telunjuknya. Yasika hanya bisa memejamkan matanya karena menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh laki-laki yang baru saja menyandang status sebagai suaminya.


Mereka menyatukan bibirnya kembali, menikmati setiap pangutan. Kai menghisap kuat, dan *******-nya kembali, dengan lidah yang saling membelit. Tangan Kai-pun tidak tinggal diam, ia menjamah setiap lekuk tubuh milik sang istri. Kai mulai menurunkan gaun yang masih di kenakan sehingga kini yang tersisa hanyalah kain berenda yang masih menutupi dua gundukan sintal itu.

__ADS_1


Kaisar mulai menyentuh kembali ia menghujani tubuh sang istri dengan kecupan yang penuh dengan kemesraan. Dan kini kain yang masih menempel itu sudah terlepas semua, sehingga kini mereka sama-sama sudah polos tanpa sehelai benang-pun yang menghalangi.


Nafas mereka menggebu, dan untuk pertama kalinya Yasika merasakan kesakitan yang luar biasa saat Kaisar mulai menyatukan tubuh mereka.


"Kak."


Air matanya mulai menetes karena menahan sakit, sehingga membuat Kaisar jadi merasa kasihan di buatnya. Dengan selembut mungkin Kaisar melakukannya, tetapi istrinya itu masih merasakan sakit. Sebuah kecupan ia berikan di bibir sang istri dan itu berhasil membuatnya berhenti menangis. Kaisar sengaja mengalihkan sang istri agar ia tidak merasa kesakitan lagi.


Mereka menyatukan tubuhnya tanpa penghalang satupun, mereka sangat menikmati semuanya ketika rasa sakit itu kini berubah menjadi sebuah kenikmatan. Kaisar telah berhasil menitipkan benih cintanya di rahim sang istri, dan kini Kaisar terkulai lemas tidak berdaya.


Kini semuanya telah usai, mereka hanya butuh waktu beberapa jam untuk mengacak semua sprei di kamar yang mereka tempati itu. Kini mereka saling menatap dan tersenyum bahagia dengan tubuh saling memeluk satu sama lain. Kaisar mengecup kening sang istri dengan sangat lama. Dan kini ia menatap lekat wajah cantik istrinya itu, ia bisa melihat bagaimana lelahnya Yasika saat ini.


"Terima kasih sayang... sudah menjadi istriku."


Ucap Kaisar kepada istrinya itu, dengan terus memberi kecupan di keningnya. Yasika tersenyum dengan begitu manisnya, membuat Kaisar menatapnya dengan tatapan nakal.


"Kenapa menatapku seperti itu?"


Lagi-lagi Yasika hanya bisa tersenyum. "Apaan sih kak.?"


"Apa kamu senang?" Tanya Kai kembali.


Yasika mengkerutkan keningnya. "Maksudnya senang apa.?"


Kaisar menyeringai lebar. "Apa kamu senang saat tadi kita melakukannya.?" Kaisar berbisik pelan di telinga istrinya itu.


Yasika memukul pelan dada telangjangnya Kaisar, "Apaan? Jangan mulai deh." Yasika tersipu malu.


Kaisar menarik tubuh polos sang istri dalam dekapannya, hanya sebuah selimut yang menutupi tubuh tanpa busana itu. Mereka saling memeluk dengan erat, rasa gerah dan lapar-pun telah hilang saat mereka merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kaisar mulai merasakan gairahnya kembali naik saat tangan Yasika bermain di dadanya, Yasika seperti sedang membentuk sebuah tulisan yang tidak beraturan itu.

__ADS_1


"Kamu sengaja menggodaku ya.?" Tanya Kaisar dengan mata yang sudah menggebu.


Yasika menggelengkan kepalanya, dan ia kembali melenguh saat tangan Kai bergerilya masuk ke dalam selimut dan menjamah setiap lekuk tubuh istrinya itu. Yasika hanya bisa memejamkan matanya, meski dirinya merasa lelah tetapi sentuhan lembut yang Kai lakukan membuatnya tidak bisa untuk menolak.


Butuh waktu beberapa menit saja mereka sudah menyatukan kembali gairah yang sudah sama-sama membuncang. Malam itu Kaisar benar-benar menepati ucapannya, ia akan membuat Yasika bergadang semalaman dan membuatnya tidak berdaya. Meskipun mereka merasa lelah tetapi mereka berdua sangat menikmati kenikmatan dunia itu.


Entah sampai kapan Kaisar akan menyerang istrinya itu. Menyatukan cinta mereka lewat sentuhan-sentuhan yang membuat mereka terbang. Kaisar tidak bisa menahan hasratnya setiap kali ia memandang wajah sang istri. Kini istrinya itu akan menjadi candu baginya. Maka bersiaplah bagi Yasika jika Kaisar akan selalu membuatnya kelelahan.


Tubuh mereka kini sudah terkulai lemas, dan tenaga Kaisar-pun sudah mulai habis karena mereka melakukannya sampai berkali-kali. Malam ini adalah malam pertama mereka, dan Kaisar benar-benar tidak melewatkan malamnya itu. Ia sangat bahagia karena malam ini adalah malam yang sangat ia nantikan selama ini. Kini Kaisar sudah memiliki Yasika seutuhnya, ia sangat mengagumi segala yang ada pada diri istrinya itu.


"Kak, aku capek. " Ucap Yasika dengan nafas masih terengah-engah.


Kaisar memiringkan badannya dan ia menatap wajah istrinya itu. Kaisar tersenyum, "Maaf aku sudah membuatmu seperti ini."


"Kamu jangan minta lagi Kak. Pokoknya sekarang aku gak mau, aku udah lelah." Lirihnya kembali.


Kaisar menyunggingkan bibirnya. "Baiklah, aku tidak akan meminta lagi, sekarang kita istirahat."


Yasika menganggukkan kepalanya. Kaisar memeluk Yasika dari belakang, mereka ingin segera memejamkan matanya karena sudah ngantuk dan lelah.


"KAK....!!!!" Teriak Yasika terdengar begitu nyaring saat tangan Kaisar menyentuh dua buah gundukan sintal itu.


"Jangan berisik, aku cuma mau pegang ja kok..!!"


* * *


Gimana nih...???


Masih suka gak sih sama malam pertama mereka??

__ADS_1


Yang jomblo aku minta maaf ya karena di bagian ini aku sedikit menceritakan tentang malam pertama... wkwkwkwk....


Bye.. bye... 🤗


__ADS_2