Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
KHM 2 part 17


__ADS_3

Balik lagi aku bawa ceritanya Kai sama Yasika...


Happy Reading...


* * *


Hari ini usia kandungan Yasika memasuki bulan ke enam, dimana tiga bulan lagi ia akan melahirkan kembali seorang malaikat kecil yang akan hadir di tengah-tengah mereka. Perutnya yang sudah membuncit, terlihat jelas perubahan pada bentuk tubuhnya. Yasika semakin terlihat lebih berisi, pipinya pun terlihat sedikit gembil.


Yasika merasa senang di saat kehamilannya yang kedua ini, ia tidak mengalami gejala morning sickness. Justru sebaliknya, yang mengalami gejala itu adalah suaminya. Tapi kini keadaan Kai sudah membaik, lelaki itu tidak pernah mengalami yang namanya morning sickness lagi. Menurutnya, mengalami gejala seperti itu membuatnya benar-benar merasa tidak nyaman.


Selama beberapa bulan ke belakang, Kai lebih sering berada di rumah. Segala urusan dan pekerjaannya ia serahkan semua kepada Bayu, hanya laki-laki itu yang selalu Kai andalkan, meskipun terkadang, Bayu sering menggerutu tidak jelas di belakang bosnya itu.


Kai berpikir, mengenai ucapan istrinya beberapa hari yang lalu ada benarnya juga. Sudah saatnya bagi Bayu untuk segera mencari pendamping hidup. Tentang perjodohan itu. Ah ... iya, Kai ingat perjodohan yang di inginkan oleh Yasika, istrinya itu ingin menjodohkan Bayu dengan Miss Vita, gurunya Kalan di sekolah. Sudah saatnya Kai memberikan saran kepada sahabat sekaligus asisten pribadinya itu untuk segera menikah. Kai mengenal sosok Bayu yang baik, sudah mapan dan juga bertanggung jawab. Maka, tidak ada salahnya jika sekarang ia ingin membantu istrinya untuk mencarikan jodoh buat Bayu. Laki-laki matang yang hampir menginjak umur tiga puluh lima tahun.


"Bay ... "


"Hm ... "


"Apa gak sebaiknya lo segera menikah?" tanya Kai tiba-tiba yang seketika membuat Bayu terkejut, rahangnya terbuka lebar bersama dengan matanya yang membulat sempurna.


"Kenapa tiba-tiba lo nyuruh gue kawin?"


Kai terkekeh. "Elo udah tua, gue cuma kasihan ja."


"Gak usah repot-repot ngurusin hidup gue." jelasnya dengan nada sedikit menyolot.


"Mau sampai kapan lo hidup sendirian?" Tanya Kai penuh ledek.


Bayu mendesis, seraya mendelik tajam pada atasannya itu. "Terserah gue, mau gue kawin atau enggak. Hidup-hidup gue, kenapa yang repot jadi elo.?"


Kai tertawa saat ia mendengar celotehan Bayu yang terlontar begitu saja. "Mending lo ikutin saran istri gue, gimana?"


"Hh." Bayu mendesah. "Pasti ini kerjaannya bini lo kan?"


Kai mengangguk. "Salah satunya sih iya."


"Hobi banget ya ngurusin hidup orang? mau jodohin gue segala?"


"Bay ... Setelah gue pikir-pikir, emang ada benernya juga kata istri gue. Mending lo coba untuk berkenalan dengan gurunya Kalan? siapa namanya itu?"


"Vita." jawab Bayu langsung.


"Tuh ... lo ingat? Jangan-jangan ...?" tanya Kai penuh selidik.

__ADS_1


"Apa?" Bayu bertanya balik, membuat Kai langsung berdecak malas.


"Siapa tahu dia cocok sama lo?"


"Darimana lo tahu?"


"Ya gue cuma tebak aja. Soalnya Yasika bilang, kalo dia itu gadis yang pas buat lo."


Bayu mengernyit dengan dahi yang mengkerut dalam, kemudian ujung bibirnya itu sedikit tertarik ke atas sehingga menyerupai sebuah seringai.


"Kenapa lo?" tanya Kai yang merasa aneh dengan senyuman sahabatnya itu.


"Boleh gak sih gue bilang ini sama lo?" goda Bayu kembali.


"Jangan ngomong macem-macem lo?" tebak Kai yang sudah mengetahui maksud dari asistennya itu.


Bayu terkekeh saat melihat raut wajah Kai yang seperti ingin memakannya hidup-hidup.


"Yah ... gak jadi deh gue bilangnya" ia jeda kalimatnya. "Padahal gue cuma mau bilang kalo __ gue ingin Yasika yang jadi istri gue." kelakarnya yang seketika membuat Kai melotot tajam ke arahnya.


"Kalo bukan sabahat gue, udah gue mampusin lo BAYU...!!!" teriak Kai yang sudah sangat jengah dengan sahabatnya yang satu ini.


Sedangkan Bayu, cowok itu hanya bisa tergelak dengan sangat kencang dan menutup pintu itu dengan cepat sebelum ia kena amukan dari majikannya itu.


* * *


Di mata miss Vita, Yasika itu adalah perempuan yang sangat sempurna.


Sama halnya dengan miss Vita. Yasika juga sangat menyukai sosok gadis manis yang terlihat anggun dan sederhana itu. Maka dari itu, Yasika bersikeras akan menjodohkannya dengan Bayu. Karena ia yakin jika Bayu dan Miss Vita adalah pasangan yang sangat serasi, meskipun usia Bayu jauh lebih tua dari miss Vita.


Vitalia Rahayu, gadis berusia dua puluh dua tahun yang sekarang menyandang sebagai seorang guru TK di salah satu sekolah elit yang berada di daerah Jakarta itu, merupakan anak sulung dari pasangan suami istri yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Ayahnya yang seorang Dosen dan ibunya seorang guru Sekolah Dasar itu, mempunyai tiga anak perempuan. Dan Miss Vita adalah anak sulung dari mereka.


"Ada apa anda ingin bertemu dengan saya, bu Yasika.?" tanya miss Vita malu-malu.


Yasika tersenyum seraya menyesap cappucino itu dari tangannya. "Maaf jika saya mengganggu kamu."


Miss Vita tersenyum tipis. "Ibu gak ganggu kok."


"Baiklah, sekarang kita ngobrol biasa aja ya? kita ngobrolnya pake aku kamu, gimana?"


Miss Vita mengangguk. "Boleh."


Yasika tertawa pelan. "Oke, langsung saja. Apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?"

__ADS_1


Miss Vita mengernyit bingung. "Mau bertanya soal apa?"


"Apa kamu sudah menikah?" tanya Yasika langsung.


Miss Vita tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan. "Belum, aku masih sendiri."


"Wah ... " Yasika berseru heboh, membuat Miss Vita kembali bingung dengan tingkah wanita hamil di depannya itu. "Apa kamu sudah punya pacar?"


Miss Vita kembali menggeleng pelan. "Belum juga."


"Berarti kalian memang cocok."


"Maksudnya?" tanya Miss Vita semakin bingung kerena melihat kehebohan dari wanita yang sedang mengandung itu.


"Maaf, aku kelewatan seneng soalnya." Yasika terkekeh geli di sela ucapannya. "Aku mau mengenalkan kamu pada seseorang."


"Ha? Apa?" Miss Vita terkejut.


"Udah jangan terkejut kayak gitu, aku yakin pasti kamu bakalan suka sama dia."


"Tapi __ siapa, Bu?"


"Sebentar lagi mereka bakalan sampe kok kesini. Tenang aja, aku tahu kamu gadis yang baik dan juga cantik, maka dari itu aku akan mengenalkan sahabatnya suami aku sama kamu. Dia orang baik, mapan dan juga tampan." Saat berujar wajah Yasika begitu terlihat antusias sekali.


Sementara gadis itu ... Miss Vita hanya tersenyum kaku. Ia tidak mengerti dengan sikapnya ibu yang sedang hamil itu. Kenapa ia sangat antusias sekali ingin menjodohkannya dengan sahabat suaminya sendiri.


Bukan miss Vita tidak mau, tetapi yang menjadi pikirannya saat ini adalah bagaimana kalau cowok yang mau di kenalkannya itu tidak menyukainya. Miss Vita sadar siapa dirinya, dia bukan anak orang kaya yang sederajat dengan mereka. Dia juga bukan gadis cantik dan seksi seperti kebanyakan gadis-gadis lain pada umumnya.


Aduh gimana ini? kenapa jantung aku jadi bertalu-talu seperti ini.


Vitalia Rahayu



Abima Bayu Permana



* * *


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote-nya juga ya...


Makasih buat kalian yang sudah setia baca ceritanya aku.. Semoga kalian selalu sehat..

__ADS_1


Salam sayang buat semuanya... ❤


__ADS_2