
Asikkk balik lagi aku...
happy reading semua.. ❤
* * *
" Haii.... sayang, baru pulang ya.? " tanya mama Wina pada putranya itu.
" Hmm.. "
" Kamu dari mana sih nak, semalam kenapa gak pulang? mama khawatir sama kamu."
" Aku... nginep di tempatnya Adi ma."
Mama Wina diam, ia memperhatikan wajah kusut anaknya itu. Ia melihat bahwa anaknya itu sedang tidak baik baik saja.
Kasihan kamu Nak, maafkan Mama tidak bisa berbuat apa apa.
" Oo ya Kai... lihat ada siapa disini? dia baru datang loh? "
Kaisar menoleh ke arah meja makan, ia melihat ada yang sedang makan disana, melambaikan tangan dan tersenyum cengengesan kepada Kaisar.
" Haii... bro, lama kita tak bertemu, gimana kabar lo huh? "
Kaisar mengerutkan dahinya, kemudian ia tersenyum " Sejak kapan lo ada disitu? " tanyanya datar.
"Sejak tadi lah. " ia membalas menjawab acuh.
Ya... begitulah mereka berdua. Mereka dari kecil di besarkan bersama hingga dewasa, sebelum akhirnya mereka pisah, karena Alan Setya Pratama harus ikut orang tuanya pindah.
Alan adalah saudara sepupunya Kaisar. Mereka menjadi teman sejak kecil, umur mereka pun sama. Alan juga tidak kalah tampan dari Kaisar. Mereka berdua sama sama punya wajah tampan, postur tubuh tinggi dan kulit yang putih bersih. Cuma yang membedakan adalah dari sikapnya.
Alan berbanding terbalik dengan Kaisar, ia mempunyai sikap ramah kepada siapa saja, dan mudah bergaul, berbeda dengan Kaisar yang terkesan dengan kedinginannya.
Mereka berdua kini berada di kamar yang sama, sudah biasa bagi Alan jika ia datang pasti tidurnya di kamar Kaisar. Mereka ngobrol dan tertawa bersama. Alan merebahkan tubuhnya di kasur, ia merasa sangat lelah karena perjalanan lumayan cukup jauh.
" Kamar lo gak berubah ya, sama kaya orangnya? "
dengan tertawa Alan mengatakan itu.
" Gue___dengar lo mau kawin ya?" goda Alan lagi dengan menaik turunkan alisnya.
Kaisar tidak menjawabnya, ia hanya fokus pada ponselnya itu.
__ADS_1
" Seneng deh lo.. kawin ma mantan lo itu kan?"
" Berarti sebentar lagi, lo udah gak perjaka dong, ah... sorry gue lupa emang lo udah gak perjaka ya kan?"
" Sialan lo... Kampreett." Kaisar menyeringai sambil melemparkan bungkus rokok ke arah sepupunya itu.
Alan terus saja mengoceh panjang lebar, ia tidak berhenti bertanya kepada Kaisar. Sedangkan Kaisar sama sekali tidak perduli dengan pertanyaanya itu. Ia bersikap datar seperti biasanya.
" Kai___gue heran bukannya lo itu udah putus ya ma si Anne, kenapa sekarang lo bisa mau kawin sama dia? kalau gue ni jadi elo..gue ogah mau kawin ma cewe kayak dia."
Kaisar diam, ia tidak bicara sama sekali, apa yang di katakan sepupunya itu memang benar adanya. Jika ia bisa meminta pada Papa nya, ia akan menolak untuk menikah dengan mantan kekasihnya itu.
Kaisar dulu memang sangat mencintai sosok Anne Putri, tetapi kini keadaannya itu berbeda. Yang ia cintai saat ini bukanlah dirinya melainkan orang lain. Orang yang telah meluluhkan hatinya, orang yang selalu membuatnya merasakan rindu yang sangat luar biasa, orang yang selalu ingin bersamanya setiap saat.
Aku merindukanmu sayang, aku merindukan suaramu, aku merindukan tawamu, aku merindukan semuanya.
* * *
Brruukkk...
" Aw... " teriak Yasika meringis sakit, karena ia terjatuh.
" Eh... so__sorry, aku gak sengaja, kamu gak apa apa kan.?"
Ya Tuhan... Cantik sekali perempuan ini.
" Maaf, aku benar benar gak sengaja. " ucapnya lagi.
" Aku.. gak apa apa kok. "
Alan melihat ada luka di tangan dan kakinya Yasika.
" Kamu... terluka, biar aku obatin ya? "
Yasika diam, ia masih mengusap celananya yang kotor karena terjatuh. Ia melihat sosok laki laki yang masih berdiri di hadapannya itu, siapa dia? gumam Yasika dalam hatinya.
" Aku... gak apa apa kok, terima kasih". Yasika lalu pergi begitu saja dari hadapan laki laki itu.
" Tunggu... " Teriak alan pada Yasika.
" Ada apa? " Yasika berbalik badan lagi.
" Kamu mau kemana, biar aku antar ya? anggap saja sebagai permintaan maaf aku sama kamu, karena membuatmu terjatuh tadi. "
__ADS_1
Dengan nada lembut dan senyuman manisnya, Alan berbicara kepada perempuan yang kini sedang berhadapan dengannya. Entah kenapa dengan perasaan Alan saat ini, ia tidak bisa mengontrol detak jantungnya saat ini.
" Tapi... maaf aku tidak bisa, teman temanku sedang menungguku, permisi. "
Alan menatap kepergian Yasika yang begitu saja, padahal ia ingin sekali bisa lebih mengenalnya, bahkan menanyakan namanya saja ia tidak sempat.
Ahh____ bodoh sekali aku.
" Kenapa lo uring uringan gak jelas kaya gitu.?"
Alan menarik nafasnya panjang dan membuangnya kasar, ia mengacak rambutnya, benar kata Kaisar kenapa ia jadi uring uringan gak jelas kayak gini. Semua ini gara gara gadis itu, gadis yang telah membuatnya seperti ini, menjadi tidak karuan seperti ini.
" Kai.... lo tau, tadi gue ketemu ma cewek, dia cantik banget, gak nyangka gue disini ada cewek secantik dia. "
" Terus.. " Tanya Kaisar dengan nada datarnya.
" Yaelah Bro... kayanya gue jatuh cinta pada pandangan pertama deh. "
Kaisar menyeringai, ia meledek sepupunya itu. Kaisar tidak pernah melihat Alan seperti itu, biasanya kalau urusan perempuan, ia sama seperti dirinya meskipun Alan itu playboy, ia suka sekali gonta ganti wanita. Tetapi melihat dia seperti itu, ia jadi penasaran siapa perempuan yang dia maksud, terus secantik apakah perempuan itu, sampai sampai membuat Alan jadi blingsatan seperti itu.
Bagi Alan pertemuannya dengan perempuan itu memang tidak biasa, sebenarnya ia sudah biasa jika bertemu dengan perempuan perempuan cantik dan sexy di luaran sana. Ia bahkan bisa dengan begitu mudahnya mendapatkan perempuan yang ia mau, untuk di ajaknya berkencan atau menjadi kekasihnya.
Untuk urusan wanita Alan dan Kaisar memanglah berbeda.
Kaisar yang punya sifat setia jika sudah jatuh cinta pada seorang wanita. Berbeda dengan Alan, ia tidak bisa jika ia harus terikat oleh seorang wanita, maka dari itu ia sering sekali ganti ganti pasangan.
Sangat mudah bagi mereka berdua untuk mendapatkan perempuan mana saja yang mereka mau, karena mereka berdua selain memiliki wajah tampan, mapan, mereka juga memiliki kharisma sendiri. Mereka akan bisa dengan begitu mudahnya meluluhkan para kaum wanita dengan pesonanya.
Siapa perempuan itu? kenapa aku jadi penasaran seperti ini, padahal baru pertama kali aku melihatnya?
Ya Tuhan..... pertemukan aku lagi dengan gadis itu??
" Gadis yang Cantik. "
* * *
Terima kasih buat semua yang sudah membaca cerita aku.
tinggalkan like, komen, share, dan vote.
salam saya.. ❤
__ADS_1