Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
27.Semuanya sudah selesai


__ADS_3

happy reading ya... ❤


* * *


Matahari mulai terbenam seiring dengan berjalannya waktu. Mereka berdua duduk di tepi pantai sembari menikmati keindahan sunset. Yasika menyandarkan kepalanya pada bahu tegap cowok itu. Gadis itu begitu senang, tetapi tidak dengan Kai. Yasika merasa, kalau sekarang dunia nya begitu indah ketika Kai berada di sampingnya, menemaninya, dan menghabiskan waktu bersama hanya berdua. Indahnya pemandangan hari ini, tidak kalah dengan wajah tampan sang kekasih.


Berbeda dengan Yasika. Kai, cowok itu tidak seperti biasanya. Hatinya meringis sakit ketika ia melihat kedua bola mata bening itu menatapnya penuh binar. Dadanya terasa sesak saat melihat gadisnya tersenyum. Entah ada apa dengan cowok itu, Kai lebih banyak terdiam. Yang Kai lakukan sekarang hanya lah memandang wajah gadisnya.


Sementara Yasika, gadis itu merasa ada perubahan dari sikapnya Kai.


Sebenarnya ada apa dengannya?


Kenapa perasaan ini jadi tidak enak ya?


"Kak ... Aku lihat, kamu berbeda. Apa hanya perasaan aku aja.?"


"Masa sih, aku biasa aja kok."


"O iya, kenapa kamu tiba tiba ngajak aku kesini? "


Cowok itu tersenyum. "Aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja sama kamu hari ini."


Yasika mengangguk, seolah mengerti dengan apa yang baru saja cowok itu katakan. Tapi ... hatinya tidak bisa berbohong, kalau ia merasa ada yang aneh dengan cowok itu. Yasika merasa, jika Kai seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Entah itu apa? yang jelas, Yasika merasa jika Kai terlihat berbeda.


"Kak ... kenapa sih, tumben banget kamu ngajak aku? mana tadi ngajak perginya buru-buru lagi.?"


Kai merasa, tidak ada waktu lagi. Hati Kai meringis, saat ia sadar jika waktu itu semakin terasa cepat berlalu.


"Aku hanya mau menghabiskan waktu hari ini bersama kamu, Yas."


Yasika terpaku dengan apa yang di katakan oleh Kai. Bukannya senang, ia malah merasa tidak enak pada hatinya, kenapa rasanya seperti ini? kenapa Yasika merasa kalau sekarang ia dan Kai tidak akan punya waktu lagi untuk bersama.


"Kak."


"Hmm ..."


"Kamu kenapa sih Kak? kenapa aku ngerasa kamu berbeda? kamu aneh tau gak? kenapa perasaan aku jadi tidak enak seperti ini?" Gadis itu menunduk.


Kai menghela nafas, memejamkan matanya begitu erat. Hatinya mencelos sakit ketika mendengar pertanyaan gadis itu barusan.


"Aku gak apa-apa kok. Kamu aja yang berlebihan. Aku cuma merasa senang hari ini, karena aku bisa berdua, menghabiskan waktu sama kamu, gadis yang paling aku cintai. "


Yasika tersenyum, bahkan senyuman itu mampu membuat Kai tidak bisa berhenti untuk memandangi wajahnya.


"Kamu cantik."


"Hah?"

__ADS_1


Kai terkekeh. "Muka kamu itu ngegemesin, tau gak?"


Yasika termangu bersama dengan matanya yang mengerjap kecil. Dan anehnya lagi, kenapa debaran jantungnya melebihi suara ombak yang bergemuruh. Apalagi saat cowok itu terus memandangnya, mendekat, lalu mengikis jarak hingga kini mereka berdua begitu dekat.


"Aku sangat mencintai kamu ... jangan pernah lupakan itu. "


Lalu tangannya mengangkat dagu Yasika untuk mempertemukan pandangannya. Kai tersenyum, lalu, menarik tengkuknya untuk menempelkan bibirnya di atas bibir gadis itu.


Bibir mereka menyatu bersama dengan deburan ombak dan hembusan angin yang menerpa wajah keduanya.


Kai mencium bibir itu, ********** pelan-pelan. Ciuman itu pun berlangsung dengan waktu yang sangat lama. Kai menciumnya dengan penuh perasaan.


Seolah, ini adalah untuk yang terakhir kalinya mereka bisa seperti ini.


Yasika terengah bersama dengan deru napasnya yang memburu. "Kak."


Kaisar menatap Yasika dengan tatapan penuh luka.


"Aku ... Aku ... ingin mengatakan sesuatu."


Yasika menatap Kai dengan mata sendu, ternyata benar, ada yang tidak biasa dengan cowok itu.


"Apa yang ingin kamu katakan? kamu ingin mengatakan apa, Kak? "


Kai menundukkan wajahnya, tidak ingin menatap mata sendu itu. Ia tidak punya keberanian, dan tidak mau menyakiti hati gadis itu. Dengan berat hati Kai memberanikan diri untuk menatapnya.


"Maksud kamu apa? Kamu kenapa sih, Kak? "


Kai menghela nafas, memejamkan matanya kemudian "Aku ... ingin hubungan kita berakhir sampai disini."


Deg


Yasika sangat terkejut, seperti mendapat sebuah tamparan sangat keras saat kalimat itu terlontar begitu saja dari mulut Kai. Yasika tidak tuli, ia masih mendengar dengan sangat jelas. Kedua bola mata yang tadi menatapnya penuh binar, sekarang berubah menjadi sorot mata kecewa dan terluka.


Jadi ini? pantas saja sedari tadi hatinya tidak tenang.


Yasika mundur satu langkah, lalu, memalingkan wajahnya lurus ke depan. Dengan buliran air mata yang sudah ada di kelopak mata, Ia tidak bisa menutupi rasa sakit pada hatinya, rasanya sangat sakit dan juga perih.


"Maaf. "


"Untuk apa minta maaf, Kak? "


"Untuk semuanya, aku telah menyakiti


hati kamu. "


"Tidak perlu minta maaf Kak, aku sudah terbiasa dengan semua ini, aku kira aku tidak akan mengalami kejadian seperti ini lagi, tapi aku salah, aku salah menilai semuanya. Dan sekarang aku mengerti, kenapa dengan begitu mudahnya aku percaya begitu saja sama kamu."

__ADS_1


Yasika berusaha tegar meskipun hatinya sakit. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan cowok itu.


Tidak ... ia tidak boleh menangis.


Kai membisu, merasakan bagaimana sakitnya hati gadis ini. Sebenarnya ia terluka saat melihat Yasika menunjukkan sikap tegar di hadapannya, padahal Kai tahu, kalau sebenarnya Yasika itu rapuh. Hatinya menjerit sakit saat melihat mata bening itu mulai berair.


"Terima kasih untuk semuanya Kak ... terima kasih karena kamu sudah mau menemani aku selama ini." Yasika menunduk sambil meremat jari tangannya. "Aku harap, kamu bahagia setelah ini."


Yasika dan Kai sama-sama bungkam. Mereka masih merasakan luka pada hatinya masing-masing.


"Kalo gitu aku pulang." Dengan segera Yasika beranjak, lalu berjalan menjauh dari Kai.


Kai segera berlari mengejarnya, menarik tangan Yasika dengan keras. "Lepasin aku, Kak."


Kai tidak mendengar ucapan Yasika agar ia melepaskan tangannya itu. "Jangan sentuh aku.!" teriak gadis itu kemudian.


Kai tersentak, mengapa hatinya sakit saat gadis itu menolaknya.


"Aku bukan siapa siapa lagi, jadi jangan sentuh aku Kak." sontak Kaisar terkejut, dengan segera ia melepas genggaman tangannya itu.


Ada rasa sakit di hati Kaisar saat ini. Ia melihat bagaimana bencinya Yasika terhadap dirinya, bahkan untuk memegang tangannya saja dia menolaknya.


Ya Tuhan .... kenapa rasanya sesakit ini, gadis yang benar-benar aku cintai sekarang membenciku.


Kai menatap dalam mata bening itu. Kini, keduanya saling beradu tatapan. Yasika tidak ingin menatap mata itu, mata yang membuatnya luluh dan jatuh cinta. Tak terasa air matanya mengalir begitu saja di pipi mulusnya ketika mereka kini saling menatap. Kai yang melihat itu, merasakan sakit yang luar biasa di hatinya, ia tidak ingin melihat gadis yang ia cintai menangis.


Dengan segera Kai menarik tubuh gadis itu dan memeluknya erat.


Yasika meronta, ia tidak ingin Kai memeluknya. Tapi kekuatan Yasika tidak sebanding dengan Kai yang memeluknya sangat erat dan tidak mau melepaskannya. Kini, Yasika hanya bisa menumpahkan air matanya di bahu Kai, ia tidak bicara sedikit pun. Ia membiarkan laki-laki ini memeluknya, mungkin ini untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu, mereka tidak akan bisa seperti ini lagi.



"Semuanya sudah selesai "


* * *


Uuhh..... rasanya sedih banget.


gimana sama ceritanya?


semoga kalian suka ya..


ingat, ini cuma Khayalan aku saja.. wkwkwk


jangan lupa tinggalkan like, komen, share, dan vote.


love u all... ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2