Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
76. Kamar Kita


__ADS_3

Aku balik lagi...


Dengan membawa ceritanya Kaisar dan Yasika..


Semoga kalian suka ya?? wkwkwk..


Aku juga mau ngasih tahu buat kalian semua untuk mampir membaca ceritaku yang kedua dengan judul "Camelia" di jamin ceritanya juga gak kalah menarik.!!


Mohon dukung aku dengan tinggalkan like, komen, dan vote buat aku.


Oke kalau begitu kita lanjut...


Happy reading...


* * *


"Terus ... Terus saja Kai ... Lanjut...!!!" Suara itu terdengar begitu nyaring, sontak membuat keduanya terkejut dan menjadi salah tingkah.


Mereka berdua tidak menyadari kalau sejak dari tadi Bayu sudah berdiri dan melihat aksi mereka berdua, sebenarnya bukan yang pertama dan hal yang aneh bagi Bayu melihat bagaimana hubungan mereka berdua, Bayu sudah sering melihat aksi bosnya itu yang selalu seenaknya saja jika sedang bermesraan.


"Gak sabaran banget sih? " Bayu jeda kalimatnya. "Gak tau tempat emang." Gerutu Bayu kembali.


Kaisar memutar bola matanya kesal. "Diem lo.!"


Bayu hanya mengulum senyum, ia tidak perduli jika saat ini Kaisar marah kepadanya. Bayu selalu bersikap acuh ketika mendapat hadiah cacian dari bosnya itu.


"Makanya lo jangan jomblo, cari cewek sana biar gak gannggu gue terus..!!" Kesal Kaisar kembali.


"Kak." Yasika menyikut lengannya Kaisar.


Sedangkan Bayu hanya tertawa melihat bagaimana kesalnya Kaisar saat ini.


"Gue cuma ngingetin doang kok, kalau mau gituan jangan di tempat terbuka kayak gini, lo gak lihat disini ada cctv.. " Ujar Bayu yang mengingatkan dengan pandangan matanya menoleh ke arah sudut bagian atas dimana disitu terpasang kamera cctv.

__ADS_1


Dengan segera Kaisar dan Yasika menoleh secara bersamaaan, Yasika menjadi kikuk di buatnya. Sedangkan Kaisar hanya mendengkus kesal.


Sialann.....!!!!!


* * *


Sudah dua jam lebih mereka menghabiskan waktu di jalanan untuk kembali lagi pada aktivitasnya masing-masing. Kini pihak dari keluarga Kaisar sudah kembali lagi ke ibu kota. Termasuk juga dengan Kaisar dan Yasika.


Sesampainya di ibu kota, Yasika ikut pulang kerumah calon mertuanya. Karena permintaan mama Wina yang ingin Yasika agar tinggal dirumahnya sebelum mereka menikah, karena setelah mereka resmi menikah Kaisar akan segera memboyong istrinya itu kerumah baru yang telah dipersiapkan oleh putra bungsunya itu.


Kaisar sudah menyiapkan semuanya, termasuk dengan rumah yang akan mereka tinggali nantinya. Kaisar sengaja membeli rumah yang terbilang cukup mewah itu, sebagai hadiah untuk sang calon istri. Setelah mereka resmi menikah Kaisar akan segera membawa pindah istrinya itu, ia ingin hidup mandiri dan terpisah dari orang tuanya.


"Ayo masuk nak? Ini kamar kamu sekarang, mama sengaja menyiapkannya untukmu. Apa kamu suka? " Tanya wanita paruh baya itu.


Yasika tersenyum lebar ia menatap ke setiap sudut ruangan kamar itu. Yasika tahu kamar yang ia tempati adalah kamarnya Kaisar dulu, berhubung sekarang Kaisar sudah tinggal sendiri di apartemennya, jadi kamar itu sengaja mama Wina persiapkan untuk Yasika, dan untuk mereka berdua nantinya jika sudah menikah.


Mama Wina tidak banyak merubah posisi kamar itu, yang ia rubah hanya catnya saja. Wanita paruh baya itu mengetahui jika calon menantunya sangat menyukai warna putih. Jadi kamar itu sekarang serba putih yang di padupadankan dengan warna abu-abu.


"Mama gak ngerasa di repotkan kok, ini sengaja buat kalian berdua nantinya jika menginap disini." Tutur mama Wina.


"Lagian juga Kai sudah setuju mama ganti cat-nya, ya kan Kai?" Timpalnya kembali.


Kaisar menganggukkan kepalanya pelan seraya tersenyum manis, "Ya sayang, ni kamar kamu juga kok, nanti kita akan tidur berdua disini."


"Nanti ya setelah kalian menikah, bukan sekarang loh..!! " dengan terkekeh mama Wina berbicara.


Kaisar mendengkus, "Sekarang juga gak pa-pa kan Ma, aku tidur disini. Aku gak ngapa-ngapain kok..!" dengan wajah memelas seperti sedang meminta persetujuan dari mamanya itu. "Lagian kalaupun terjadi apa-apa aku bakalan nikahin dia kok, kan lebih cepat lebih bagus Mah, biar cepat-cepat mama dapat cucu..? "


"Ya Ampun... Kaiii..!!!! " Teriak mama Wina "Heran deh sama kamu, kalau ngomong gak pernah di jaga..!"


Kaisar tertawa dengan begitu keras, sehingga membuat Yasika dan mama-nya itu menggelengkan kepalanya pelan seraya memijit pangkal hidungnya.


"Ya udah deh, mama tinggal dulu kalian berdua. Mama juga capek mau istirahat. "

__ADS_1


Yasika tersenyum, sementara Kaisar, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur besar miliknya itu.


"Inget Kai ... kamu tidur di kamar bawah ya? Jangan macam-macam..?? " Teriak mama Wina kembali sebelum ia pergi berlalu dari kamar itu.


Yasika kembali tersenyum, ia segera berjalan sambil membawa tas baju miliknya. Ia akan menyimpan dan membereskan beberapa baju di lemarinya Kaisar. Yasika duduk di tepi ranjang itu, ia melihat jika saat ini Kaisar tengah tertidur.


"Kak..? "


Yasika mencoba untuk membangunkan Kaisar, tapi tidak ada respon sedikitpun. Mungkin Kaisar merasa capek dan kelelahan. Yasika segera berdiri dari duduknya ia ingin membersihkan dirinya karena badannya yang terasa sangat lengket.


Setelah menghabiskan beberapa menit untuk memanjakan tubuhnya di dalam air, Yasika sekarang sudah sangat segar dan wangi. Ia segera berjalan menuju tempat tidur, dan ia masih melihat Kaisar tidur dengan begitu pulasnya. Yasika jadi tidak tega jika harus membangunkannya.


Yasika berjalan kembali menuju ke sofa panjang yang berada di dalam kamar tersebut, ia duduk dan langsung menyalakan televisi. Setelah beberapa menit ia menyaksikan beberapa acara yang ada di televisi itu, tidak terasa matanya itu sudah sangat tidak bisa di tahan lagi. Yasika benar-benar merasakan kantuk yang luar biasa, hingga akhirnya Yasika-pun terlelap tidur di sofa empuk itu dengan tv masih menyalah.


Sudah pukul dua dini hari, Kaisar terbangun dari tidurnya. Ia mencoba untuk membuka matanya, dan menggeliatkan tubuhnya. Dirinya tersadar saat melihat ke arah sofa, ia melihat Yasika yang tertidur pulas di sofa tersebut. Dengan segera Kaisar turun dan berjalan dimana saat ini kekasihnya itu sedang tidur.



Gadis ini, kenapa bisa tidur disini??


Kaisar-pun tidur di samping Yasika saat ini, ia memandang wajah cantik yang sedang tertidur dengan begitu pulasnya. Kaisar tersenyum saat melihat Yasika menggeliatkan badannya, Yasika seperti sedang mencari posisi tidur yang nyaman.


Yasika berusaha untuk membuka matanya saat merasakan ada seseorang yang mengecup bibirnya berulang-ulang. Ia mengerjapkan matanya mencoba untuk melihat dengan jelas orang yang kini telah menatap dan tersenyum kepadanya.


"Kak."



* * *


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote buat aku ya??


Jangan lupa juga buat mampir membaca cerita aku yang kedua dengan judul "Camelia" . Pasti sama serunya... kok.!!!!

__ADS_1


__ADS_2