
Selamat membaca... ❤
* * *
"Kak."
Dengan suara serak khas bangun tidur, Yasika memanggil namanya. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, mencoba untuk membuat kesadarannya kembali.
"Kok, kamu disini?"
Kaisar tersenyum, seraya menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah cantiknya itu.
"Ini jam berapa?" Tanya Yasika kembali.
"Jam 2 malam, ya sudah kamu tidur lagi. Ini masih malam.. " dengan masih menatap wajah gadis yang masih mengantuk itu.
"Kak." Panggil Yasika lembut.
"Hmm.. "
Kini tatapan mereka berdua saling mengunci, mereka saling menatap dalam diam. Yasika begitu lekat menatap wajah yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu. Ia mengelus lembut setiap lekuk wajah itu, wajah yang kini selalu ada di setiap ingatannya. Yasika tidak pernah membayangkan jika dirinya akan mendapatkan laki-laki sesempurna Kaisar.
Yasika mengingat kembali dimana dirinya dan Kaisar bertemu untuk yang pertama kali. Pada waktu itu Yasika betul-betul mengenal sosok Kaisar sebagai laki-laki yang dingin dan juga selalu bersikap acuh. Ia juga tidak pernah mengira bahwa dirinyalah yang bisa meluluhkan hati seorang Kaisar yang dingin seperti es balok itu.
Yasika kembali memutar semua memorinya tentang bagaimana awal pertama pertemuan mereka, awal hubungan mereka yang sempat banyak mendapatkan halangan dan rintangan yang terjadi begitu saja. Bagaimana perjuangan mereka berdua untuk tetap mempertahankan hubungan cinta mereka, bahkan mereka sempat tidak mendapatkan restu dari orang tuanya Kaisar sendiri.
"Kenapa kamu mencintaiku Kak.?"
"Kenapa bertanya seperti itu.?" Tanya Kaisar balik, seraya mengecup lembut tangan Yasika.
"Kenapa kamu menginginkan aku untuk menjadi pendamping hidup kamu.?"
"Karena aku mencintaimu. "
"Kenapa aku?"
"Karena aku hanya ingin kamu yang menjadi istriku.. "
"Apa yang membuat kamu yakin kalau aku akan jadi istri yang baik.? "
"Karena aku percaya sama kamu? "
"Begitukah? "
"Kenapa begitu cerewet? "
Yasika tersenyum sangat manis, ketika melihat Kaisar sudah sangat kesal kepadanya.
"Kak."
"Apa? "
"Ish ... galak banget sih?" Yasika memberengut kesal dengan wajah yang cemberut.
__ADS_1
Kaisar melirik sekilas ia melihat Yasika yang sekarang sedang cemberut, "Kamu itu kenapa selalu ngegemesin kayak gini sih.?" Ucap Kaisar dengan mengecup hidungnya Yasika.
"Apaan sih Kak,? "
"Kenapa kamu tidur di sofa.?"
"Kamu yang tidur di kasur, aku gak tega jika harus membangunkanmu. Sepertinya kamu sangat lelah, jadi aku tiduran disini..! "
"Kenapa tidak ikut tidur di sampingku?" Ucap Kaisar lembut dengan masih saja mengecup seluruh wajah cantiknya itu.
"Aku takut.!"
Kaisar menghentikan kegiatannya itu, ia menatap Yasika dengan kening yang mengkerut. Kaisar menyeringai lebar, ia semakin senang ketika melihat wajah yang memerah dan gugup seperti itu. Kaisar mendekatkan wajahnya hingga kini tidak ada jarak lagi antara mereka berdua, hidung mereka saling bersentuhan, dan napas Kaisar sangat terasa hangat menerpa permukaan kulit wajahnya itu.
Yasika memejamkan matanya dengan erat, ia meremas kuat ujung bajunya.
"Kak."
Yasika terkejut, saat tanpa aba-aba Kaisar menggendong dirinya. Kaisar tersenyum begitu manis, membuat Yasika tidak berdaya saat melihat senyuman pria yang terlihat begitu tampan.
"Kak, ngapain sih? lepasin gak? turunin aku, kenapa kamu gendong aku, aku bisa jalan sendiri Kak.! " Yasika terus berceloteh dan meronta supaya Kai menurunkan dirinya.
Kaisar membawa Yasika dalam gendongannya, ia sama sekali tidak mendengarkan rengekan dari kekasihnya itu, Kaisar membawa Yasika dan segera merebahkan tubuh gadis itu di atas kasur besar miliknya.
"Kamu itu kayak orang gendut tau gak , berat juga ya? "
"Suruh siapa kamu gendong aku? aku juga gak gendut ya? " Timpal Yasika balik dengan penuh penekanan.
Kaisar tersenyum seraya merebahkan tubuhnya di samping gadis yang sedang memberengut kesal. Kai memiringkan badannya ia menghadap dimana saat ini Yasika sedang menatap langit-langit atap kamar itu.
Yasika melirik sekilas dengan bibir yang sedikit di majukan ke depan. "Sekarang ja kamu bilang kayak gitu, entar giliran aku gendut beneran kamu gak suka?"
Kaisar tertawa dengan begitu keras, ia lupa kalau saat ini tengah malam, dan dirinya berada di rumah kedua orang tuanya.
"Kak, berisik tau gak sih.? "
Kaisar langsung merapatkan bibirnya dengan segera, ia melihat ke arah dimana saat ini Yasika sedang menatapnya.
"Makanya kamu jangan bikin aku selalu merasa gemes kayak gini. "
Yasika tersenyum dengan begitu manisnya, ia tidak berhenti menatap wajah tampan kekasihnya itu. Kai-pun membalas tatapan mata sayu itu, mereka saling menatap dalam diam dan begitu lekat.
"Aku sangat mencintaimu. " Ucap Yasika dengan sangat lembut.
"Terima kasih sudah mencintaiku, aku lebih mencintai dirimu.."
Mereka saling menatap dan berbalas senyuman. dan tanpa terasa rasa kantuk-pun kini mulai menyerang keduanya. Tanpa ada kecupan dan cumbuan mereka sudah terlebih dahulu memejamkan matanya dan terlelap tidur.
* * *
"Pagi Mah ... pagi Pah..! " Sapa Kaisar yang baru saja turun dan berjalan ke arah meja makan bersama dengan Yasika di sampingnya.
"Pagi juga sayang ...! " Ucap mama Wina balik.
__ADS_1
Mereka-pun duduk dan mulai menyantap sarapan pagi yang telah di siapkan oleh mama Wina.
"Bagaimana Kai, apa kalian sudah menyiapkan semua keperluan pernikahan kalian? " Tanya Papa Andi.
"Sudah Pah ... aku udah nyerahin semuanya sama Bayu. "
"Ingat ya sayang kalian hari ini ada fitting baju pengantin, dan setelah itu kalian harus melakukan foto prewedding. "
"Mesti sekarang Mah.? "
"Ya dong Kai, kapan lagi coba. Ingat waktunya gak banyak tinggal bentar lagi kalian akan menikah. Jangan khawatir mama udah atur semuanya, kalian tinggal datang saja nanti ya? "
"Baiklah."
Kini Kaisar dan Yasika sudah berada di butiknya mama Wina, mereka berdua sudah melakukan fitting baju untuk acara pernikahan mereka berdua. Baik Kaisar dan Yasika sudah merasa cocok dengan beberapa baju yang akan mereka kenakan nanti untuk acara pernikahannya.
Sekarang mereka sedang bersiap-siap untuk melakukan Foto prewedding, mereka memilih bergaya sederhana untuk foto prewed-nya.
"Gimana apa kalian suka dengan hasilnya? "
Mereka berdua melihat beberapa gambar yang di ambil oleh sang fotografer, dan mereka berdua puas dengan hasil gambarnya.
Bersambung...
* * *
Gimana masih pada suka gak sih??
Dukung terus ceritanya buat Kaisar dan Yasika ya??
Dan jangan lupa juga buat baca ceritanya "Camelia" di jamin seru kok... wkwkwkwk!!!
Jangan lupa dukung aku dengan tinggalkan like, komen dan vote buat aku.
Karena itu semua sangat berharga!!!
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan atau kata-katanya yang berantakan?
Harap di maklum ya??
Terima kasih semua...
Kita lanjut ke episode berikutnya...!!!
Di tunggu ya guys.. ❤
__ADS_1
Salam kenal dan sayang saya untuk kalian semuanya... bye.. bye... 😘