
Lanjut lagi yu??
Cerita Kaisar dan Yasika.
Oke deh,
Selamat membaca semuanya.. ❤
* * *
"Jangan masuk! " sergah Yasika, saat melihat kaisar sudah berdiri di depan pintu masuk kostnya Ririn.
"Sayang ... Tolong maafkan aku, kamu denger dulu penjelasan aku ya? "
Yasika diam, ia sama sekali tidak mengira kalau Kaisar akan mengetahui keberadaan dirinya saat ini, ia juga tidak tahu kalau Kaisar akan datang semalam ini. Yasika sedikit melihat ke arah Kaisar yang masih berdiri tepat di depan pintu itu, ia melihat penampilan Kaisar yang sedikit berantakan dengan wajah yang kusut.
"Udah dari kemarin kamu marah, kamu gak angkat telpon, kamu gak balas satu pun pesan yang aku kirimkan, apa semua itu belum puas? "
"Dan dari kemarin juga aku kecewa sama kamu Kak..! " Balas Yasika dengan wajah yang masih kesal.
"Maafkan aku,? "
"Kamu udah sering minta maaf sama aku! " Yasika kembali mengeluarkan suaranya.
Kedua bola mata Yasika kini mulai berkaca-kaca.
"Kamu itu jahat Kak! "
Kini hati Kaisar merasakan sakit lagi, ketika melihat mata gadis ini mulai berair. Kaisar sangat menyesal dan juga bersalah, perempuan ini sekarang adalah kelemahannya Kaisar. Ia tidak ingin jika mata sayu itu mengeluarkan air matanya.
Kaisar menarik nafas dalam, lalu ia melirik Yasika yang masih menekuk wajahnya.
"Aku benar-benar minta maaf, aku bisa jelasin semuanya, kamu jangan menangis lagi seperti ini ya?"
Yasika mulai mengangkat wajahnya ia menatap Kaisar dengan air mata yang masih menetes di pipi mulusnya.
"Apa aku boleh masuk sekarang?" ucap Kai kembali.
Yasika masih menatapnya, ia tidak tahu kenapa hatinya selalu luluh ketika berhadapan dengan Kaisar. Laki-laki itu sudah sangat berpengaruh dalam hidupnya.
Kaisar juga masih berdiri di hadapannya, ia melihat jika buliran air mata itu masih terus keluar dari mata sayunya itu, ia segera mengusap lembut pipi halus itu dengan telapak tangannya. Kaisar langsung menarik tubuh Yasika dalam dekapannya. Ia memeluk tubuh gadis ini dengan sangat erat, ia benar-benar merasakan rindu yang luar biasa meskipun baru sehari mereka tidak bertemu.
"Aku bisa gila, bila jauh dari kamu? " Ucap Kai dengan membelai lembut rambut Yasika.
__ADS_1
Yasika membenamkan wajahnya di dada kekarnya Kaisar. Ia membalas pelukan itu, bagaimanapun Yasika juga merasakan hal yang sama seperti Kaisar, ia juga merindukan laki-laki ini.
"Tolong jangan marah lagi, jangan menangis dan pergi lagi dariku, aku minta maaf, kejadian waktu itu tidak seperti yang kamu bayangkan.! "
"Aku takut Kak, jika aku akan kehilangan kamu lagi. Bagaimana sekarang hubungan kamu dengan dia Kak.? "
"Jangan pikirkan itu, aku berjanji akan segera menyelesaikan semuanya.! "
* * *
Kaisar saat ini tengah duduk di salah satu cafe terkenal milik sahabatnya, ia sedang menunggu kedatangan seseorang, dengan begitu santainya Kaisar duduk disana dengan tangan yang tak lepas memegang ponselnya. Kaisar menjadi pusat perhatian pengunjung yang lain. bahkan tak sedikit dari mereka sedang mencuri pandang dan dengan diam-diam mengambil gambarnya Kaisar.
Kaisar sudah melihat dari jauh jika orang yang dia tunggu sudah datang, dan sedang berjalan anggun menuju ke tempat dimana dia duduk saat ini, Kaisar dengan segera meletakan ponsel yang dia pegang dan menyimpannya di atas meja.
"Hallo sayang, maaf sudah menunggu lama.?". Sapa Anne yang baru saja datang, dan ia langsung duduk berhadapan dengan Kaisar saat ini.
Kaisar menoleh ke arah Anne, ia menatap Anne yang sedang tersenyum kepadanya. Kaisar tidak menjawab ia hanya memberikan senyuman di bibirnya.
"Ada apa sayang, kamu mendadak sekali menyuruh aku untuk datang?"
"Kamu mau minum apa?" Tanya Kaisar tanpa menjawab pertanyaan Anne.
Anne tersenyum kembali. "Aku pesen coffee latte ja Kai.! "
Kini mereka berdua duduk berhadapan dan meminum secangkir coffee latte yang mereka pesan tadi, ada keheningan yang terjadi sekarang, baik Kaisar atau Anne mereka sama-sama terdiam sebelum akhirnya suara itu memulai pembicaraan mereka berdua.
"Ann ... maaf, ada hal yang ingin aku bicarakan.! "
"Ada apa Kai, kok tegang gitu mukanya? " balas Anne dengan senyuman di bibirnya.
Kaisar tersenyum tipis, ia menatap Anne sekarang. "Aku __ ingin bicara masalah hubungan kita."
Anne kembali menatap Kaisar dengan tatapan bingung. "Hubungan kita? maksud kamu apa Kai. ?"
Kai menarik nafas panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan.
"Aku ingin hubungan kita berakhir, aku ingin membatalkan pernikahan kita.. "
Deg
Anne benar-benar terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Kaisar barusan. Ia tidak pernah mengira jika Kaisar akan memutuskan hubungan mereka secara sepihak, Anne menatap dalam mata Kaisar, ia menatap bingung dengan seribu pertanyaan yang kini ada di benaknya. Apakah ini kenyataan atau hanya mimpi buruk baginya.
"Apa maksud kamu Kai? " Tanya Anne dengan penuh emosi. "Kamu bercanda kan.? "
__ADS_1
Kaisar menutup matanya erat-erat, kemudian ia kembali lagi menatap Anne, dan kini sudah terlihat jelas dalam mata bulat itu sudah menggenang cairan bening yang sebentar lagi akan turun membasahi pipinya.
"Maafkan aku Ann ... ? "
"Tapi apa alasan kamu Kai? "
"Aku__mencintai orang lain? "
Dan cairan bening itu kini telah turun begitu saja, Anne menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak terima dengan pernyataan Kaisar barusan.
"Tidak ... Tidak Kai ... Aku tidak terima alasan apapun dari kamu.! "
"Ann... Aku minta maaf, tapi itulah alasannya, aku tidak bisa lagi meneruskan hubungan kita, aku tidak mau jika terus menyakitimu. "
"Cukup Kai...! " Teriak Anne dengan menutup kedua telinganya.
"Aku tidak terima, aku mencintaimu Kai, aku sangat mencintaimu dan kamu tau itu kan,? "
"Aku tau Ann... tapi aku benar-benar minta maaf."
Anne menangis, ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Bagaimana mungkin Kaisar bisa berbuat seperti itu kepadanya, sedangkan ia mengetahui jika hanya dirinyalah yang dulu sangat di cintai oleh Kaisar.
Anne tidak terima dan tidak ingin tahu apapun alasannya Kaisar. Ia tidak ingin jika hubungannya harus berakhir begitu saja. Apalagi ia mengingat mendiang ayahnya yang menginginkan Kaisar untuk menikahinya. Dan ia juga ingat kalau sebentar lagi mereka akan menikah.
Anne menutup matanya, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Ia akan mempertahankan hubungannya dengan Kaisar. bagaimanapun caranya.
"Ann... aku mohon maafkan aku? "
"Dengar Kai, aku tidak ingin hubungan kita berakhir, dan sampai kapanpun aku akan tetap mempertahankan hubungan kita.! "
Dengan segera Anne meninggalkan tempat itu, dan pergi begitu saja meninggalkan Kaisar yang masih diam mematung.
Maafkan aku, aku tidak mencintaimu lagi.
Aku mencintai orang lain.!!!
* * *
Semoga kalian suka..
Aku ngebut loh update nya..
__ADS_1
Mohon dukung aku ya dengan meninggalkan like, komen, dan vote.