Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
87. Kepergok


__ADS_3

Hallo aku balik lagi...


Semoga kalian gak bosen ya??


Jangan lupa untuk tetap setia dukung aku dengan meninggalkan like, komen, dan vote juga setelah membaca.


Kita lanjut yu ceritanya...!!!


Happy reading semua... ❤


* * *


"Wah ... Rumahnya bagus banget Yas..?"


"Rumah segede gini cuma lo berdua yang tinggal.?"


"Gue mau dong punya rumah kayak gini.?"


Itulah sebagian ocehan yang keluar dari mulut para sahabatnya itu. Mereka semua asik menulusuri setiap sudut ruangan itu, bahkan mereka tak segan untuk melihat isi kamar dari pasangan suami istri itu.


Ica, Novia, dan Ririn sangat takjub saat mereka sudah berada di dalam kamar sahabatnya itu. Mereka melongo saat melihat betapa besar dan megahnya kamar Yasika dan Kai. Mereka mengabsen setiap sudut ruangan kamar itu, dan mereka tersenyum geli saat melihat beberapa poto mesra yang terpajang di kamar itu.


"Ini kasur empuk banget Yas.?" Ucap Novia seraya merebahkan tubuhnya di atas kasur milik temannya itu.


"Kayaknya enak ya kalau main gituan disini.?" Imbuhnya kembali.


Yasika hanya tersenyum saat Novia tidak berhenti bicara, ia melemparkan bantal ke arah dimana sahabatnya itu masih membaringkan tubuhnya.


"Makanya buruan nikah, biar tau enaknya kayak apa.?" Dengan terkekeh geli Yasika mengatakan itu.


Mereka semua tertawa bersama, dan di antara mereka berempat hanya Yasika-lah yang sudah menikah. Mereka datang ke rumah ini atas permintaan Yasika, karena Yasika tidak mendapat ijin dari suaminya untuk pergi keluar setelah tadi ia datang ke kampusnya. Makanya mereka memutuskan untuk makan-makan dan nonton di rumah sahabatnya ini.


Yasika sudah menyiapkan semuanya, termasuk dengan makanan dan cemilan. Ia juga sudah menyiapkan sebuah filem yang akan mereka tonton. Dan itu juga tidak lain atas keinginan dari suaminya, ia mengijinkan semua teman istrinya itu untuk berada di rumahnya. Kaisar juga yang sudah mengirimkan semua keperluan mereka selama berada di rumahnya.


"Yas ... Gak salah, ini suami lo yang kirim makanan sebanyak ini.?" Ucap Ica yang merasa terkejut saat melihat betapa banyaknya makanan yang sudah tersedia.


Yasika menganggukkan kepalanya pelan, ia tersenyum senang melihat ke arah dimana para sahabatnya itu masih melongok tidak percaya.

__ADS_1


"Sudah ... Jangan bengong gitu? Kalian harus habisin semuanya.?" Ucap Yasika seraya berjalan ke arah mereka.


"Mana muat kita?" Sewot Novia kembali.


Yasika tertawa, ia sangat bahagia sekali karena bisa berkumpul kembali dengan para sahabatnya itu. Sudah lama bagi Yasika tidak bisa bersama dengan mereka, dan ini adalah waktu yang tepat, meski niat awalnya ingin pergi jalan-jalan keluar harus batal karena ulah suaminya itu yang tidak mengijinkan Yasika untuk keluar. Dan untungnya saja mereka mau mengalah dan lebih memilih rumah Yasika sebagai tempat berkumpulnya.


"Kaisar orang yang sangat pengertian ya, lo beruntung banget dapat suami kayak dia, udah ganteng, baik, tajir lagi.. " Ucap Ica sambil duduk di atas sofa empuk yang berada di ruang tengah itu.


"Eh ... Gue mau nanya.?" Ucap Novia dengan wajah penasarannya.


Mereka semua menoleh ke arahnya, termasuk dengan Yasika.


"Mau nanya apa lo.?" Jawab Ririn merasa aneh.


Novia tersenyum tipis ia menatap wajah Yasika lamat-lamat. "Gimana rasanya malam pertama.?"


Sontak pertanyaan itu membuat semuanya terkejut dan saling melempar tatapan heran.


"Beuhh... Gue kira lo mau nanya apa.?" Imbuh Ica.


Novia tertawa dengan begitu kerasnya, dirinya merasa lucu ketika melihat wajah dari para sahabatnya itu.


"Kuatlah.. " Jawab Yasika santai.


"Yang bener? kuat berapa kali.? "


Yasika pura-pura sedang berpikir, "Kasih tau gak ya..!!"


"Gimana rasanya saat pertama kali lo di bobol sama Kai.?" Tanya Novia masih penasaran.


"Sakit gak.?"


"Sakit." Yasika terdiam sesaat. "Tapi bikin nagih.." Jawabnya kembali dengan terkekeh geli, ia sengaja mengatakannya untuk membuat para sahabatnya itu semakin penasaran.


"Eh... Iya, gue punya filem bagus banget. Kita nonton disini ya.?"


"Filem apaan.?"

__ADS_1


"Filem dewasa.. " Sambil tertawa Novia mengatakan itu.


Mata mereka semua melotot dengan sempurna saat menonton filem dewasa itu, mereka menyaksikan bagaimana setiap adegan yang di lakukan. Yasika hanya tersenyum sendiri, ia menyadari bahwa sekarang dirinya juga merasakan aliran darahnya yang naik begitu saja. Dan tidak terasa hari-pun sudah menjelang sore, mereka menghabiskan waktunya hanya dengan menonton sebuah filem di laptop-nya Novia. Entah darimana Novia mendapatkan filem seperti itu, mengingat dirinya yang masih berstatus lajang.


Karena keasikan menonton filem tersebut, Yasika juga melupakan kalau di jam sekarang waktunya Kaisar pulang. Entah kenapa dengan Yasika, ia sangat fokus saat menonton, dirinya sangat penasaran ketika melihat setiap adegan yang di mainkan.


Semuanya terlihat tidak bisa diam dari tempat duduknya, mungkin itu pengaruh dari filem yang mereka tonton. Di saat mereka masih setia menonton, disitu juga mereka melupakan bahwa ada orang yang masuk dan berjalan menghampiri mereka semua.


"Mereka lagi ngapain?" Tanya Bayu dengan penasaran.


"Entahlah ... Lihat saja mereka sampai gak menyadari kedatangan kita.!" Jawab Kai santai.


Kaisar dan Bayu sekarang berdiri tepat di belakang mereka semua, dan saat itu juga kedua bola mata Kai dan Bayu membulat dengan sempurna. Kai dan Bayu sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat, bagaimana bisa para gadis ini menonton filem dewasa, apalagi mereka mengetahui kalau para sahabatnya itu belum menikah.


Kaisar hanya menyunggingkan sedikit bibirnya sambil menggelengkan kepalanya pelan. Sedangkan Bayu ia terlihat sangat gelisah dan sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Ekhemm.... " Kaisar sengaja ingin membuat mereka terkejut.


"Ya Tuhan .... Kak.? " Yasika terkejut dan membulatkan matanya dengan Sempurna. Ia benar-benar tidak tahu kalau suaminya itu sudah berdiri dengan tangan melipat di atas dada.


Bukan hanya Yasika, tetapi mereka semua teman-temannya itu sangat terkejut bukan main. Mereka seperti orang yang ke pergok sedang mencuri. Mereka sangat kikuk dan gelalapan sendiri, mereka hanya menyengir kaku menatap ke arah dimana dua lelaki itu sedang menatap mereka dengan tatapan dinginnya.


"Eh... Kak Kai, baru sampai ya.?" Ucap Novi dengan gugupnya dan langsung menutup laptop-nya itu.


"Ya udah deh, kita pamit dulu ya.?" Imbuhnya kembali.


"Yas ... Kita pulang dulu ya? ni juga dah sore..!" Dengan cengiran Ica bicara demikian.


Dengan segera semua temannya itu pergi dari rumah Yasika. Mereka takut dan malu karena ketahuan sedang menonton filem dewasa oleh suami sahabatnya itu.


Kini hanya ada Kaisar, Bayu dan juga Yasika. Bayu segera pergi meninggalkan mereka berdua ke ruang kerjanya Kai. Sementara Kai masih tetap dalam posisinya menatap wajah sang istri itu dengan tatapan dinginnya.


"Gadis nakal.!" Ucapnya dingin.


Mati aku.... bisa-bisa dapat hukuman lagi..!!!


__ADS_1


* * *


__ADS_2