Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
28. Bahaya kumat lagi dia


__ADS_3

hallo semua..


Aku balik lagi..


semoga kalian suka..


happy reading ya..


* * *


Waktu telah berlalu begitu saja, setelah kejadian itu, dimana Kaisar dan Yasika memutuskan untuk berpisah, disitu pula mereka kini tidak pernah lagi bertemu, meskipun Yasika masih tetap tinggal di kost milik keluarganya itu.


Kaisar memutuskan untuk tidak tinggal lagi di kostnya itu, ia memilih pindah kerumah bersama dengan orang tuanya lagi. Sekarang yang di tugaskan untuk menjaga tempat kost itu adalah orang suruhan mama Wina.


Yasika kini tengah duduk seorang diri, di taman belakang kampusnya itu. Setelah kejadian itu, ia lebih banyak diam, ia tidak seperti dulu lagi. Perubahan itu bisa di rasakan oleh ketiga sahabatnya yang lain. Yasika duduk melamun, sesekali ia juga meneteskan air mata, entah sampai kapan luka itu akan hilang di hatinya.


Rasanya begitu sakit dan perih, ia merasakan lagi gagalnya dalam menjalin asmara. Meskipun ia tidak tahu alasan yang sebenarnya kenapa Kaisar memutuskan hubungan mereka, tapi bagi Yasika sekarang ia tidak mau tahu apapun alasannya itu. Yang ia tahu sekarang adalah bahwa Kaisar telah menggoreskan luka di hatinya lagi.


Dia bilang dia mencintaiku, tapi apa, ternyata dia sama saja hanya ingin membuat hatiku terluka.


Begitu bodohnya aku telah mencintainya. aku berharap banyak kepadanya. Ternyata ini yang aku dapatkan.



"Yas... lo ngapain sih disini? dari tadi kita cariin tau.? "


"Sebenarnya lo kenapa sih? "


"Kenapa lo gak cerita ma kita, lo gak percaya


sama kita.? "


Itulah sederet pertanyaan yang mereka lontarkan kepada sahabatnya, mereka semua merasa heran dengan temannya itu, yang lebih banyak menyendiri dan diam tidak seperti biasanya.


Yasika menoleh ke arah mereka, ia cuma tersenyum.. "Aku... gak apa apa kok. "

__ADS_1


"Lo pikir kita temenan dari kapan sih.? "


"Kayanya lo udah gak percaya sama kita? "


"Lo.. gak bisa bohongin kita semua.? "


Mendengar semua ucapan temannya itu, Yasika meringis pilu, bukan maksudnya ia sudah tidak percaya lagi kepada para sahabatnya itu, ia hanya tidak ingin membuat mereka jadi merasa kasihan padanya, ia tidak mau merepotkan mereka dengan hanya masalah pribadi yang tidak penting.


" Lo.... ada masalah ma Kaisar? " Kini Ica yang bertanya, karena Ica yang mengetahui bagaimana hubungan Yasika dan Kaisar dengan baik.


Yasika diam, kemudian ia menunduk, ia menyembunyikan wajah sedihnya itu, ia tidak mau kalau teman temannya itu melihat dirinya dengan keadaan yang sekarang.


Mereka mendekat dan langsung berhambur memeluk Yasika, ia tidak bisa lagi menahan air matanya, ia menangis di pelukan para sahabatnya itu.


Yasika merasakan ketenangan saat ini, karena para sahabatnya itu.


"Udah... jangan nangis lagi? Lo jelek kalo nangis tau gak? " canda Novia pada Yasika.


Yasika tersenyum mendengar ucapan temannya itu.. "Aku emang jelek ___ buktinya Kaisar ninggalin aku..?" jawabnya polos.


* * *


"Kai ... lo kenapa? Muka lo kayak orang yang kekurangan belaian, tahu gak?" sungut Dani bertanya meledek temannya itu.


"Sialan Lo .. " jawab Kaisar datar.


"Dasar kampret lo .. kalo ngomong itu mulut di jaga dikit kenapa, lo gak tahu, kalo dia emang lagi kurang belaian kasih sayang.?" gelak tawa pun terdengar karena mendengar ocehan Adi saat itu.


"Ahh .. itu sama ja bego.!" jawab Dani dengan nada bersungut sungut.


"Kai .. lo kurang belaian ya? Sini, biar gue yang belai lo.?" canda Ervan sengaja ingin menggoda temannya itu, dengan tingkahnya yang berlagak seperti seorang perempuan.


"Najiss.... gue!"


"Dasar alay."

__ADS_1


"Penjahat kelamin lo.. "


Itulah yang keluar dari mulut mereka, ketika mendengar celotehan salah satu dari mereka, tertawa bersama, ngobrol dan bercanda, itulah yang selalu mereka lakukan ketika sedang berkumpul seperti ini.


Kaisar bisa sedikit melupakan masalahnya saat ini, meskipun dalam hatinya ia masih tidak bisa melupakan sosok gadis yang telah ia lukai hatinya. Kaisar merindukan gadis itu, ia ingin sekali bertemu dan memeluknya. Setelah kejadian itu Kaisar benar benar sangat kacau, ia frustasi, bahkan ia sempat kembali meminum alkohol.


Kai mengingat bagaimana sakit hatinya Yasika saat itu. Ia mengingat dengan betul saat Yasika menangis karena dirinya. Gadis yang ia cintai telah ia lukai sendiri. Wajah Yasika sampai saat ini masih terus berputar di otaknya. Ingin sekali ia menemui gadis itu.


Seandainya saja kalau bukan Papa nya langsung yang meminta dan memohon pada Kaisar untuk menikahi mantannya itu, ia tidak akan mau. Ia akan lebih memilih Yasika saat itu juga. Tetapi apa boleh buat, jika Papa nya yang meminta. Kaisar tidak ingin menyakiti hati Papa nya itu, Meskipun ia harus mengorbankan orang yang paling dia cintai dan perasaannya itu.


"Kai ___ Lo serius mau nikahin Anne?"


"Widihhh .. calon manten lo? "


"Siap-siap minum ramuan, terus ke salon buat luluran." Setelah berujar, Dani merapatkan bibirnya agar tidak tertawa.


Pertanyaan demi pertanyaan itu di lontarkan oleh para sahabatnya itu, mereka tidak berhenti menggoda Kaisar, mereka senang jika melihat temannya itu murka.


Kaisar merasa geram, rahangnya mengeras, dan wajahnya memerah menahan emosi, karena ia mengingat mungkin sebentar lagi ia akan menikah. Ia akan menikahi orang lain, bukan kekasihnya. Lebih tepatnya ia akan menikahi mantan kekasihnya.


"Shiitt... "


Kaisar mengumpat, kemudian ia langsung mengambil minuman beralkohol itu, ia meminumnya, sehingga membuat ketiga temannya itu heran dengan Kaisar.


Mereka mengetahui apa yang terjadi sebenarnya pada sahabatnya itu. Karena Kaisar yang menceritakannya. Mereka bisa merasakan kekacauan yang terjadi pada Kaisar, mereka juga mengetahui kalau Kaisar sangat mencintai gadis cantik itu, yang tak lain adalah Yasika.


"Bahaya kumat lagi dia. "


* * *


Gimana masih suka sama ceritanya?


Maaf ya jika ada kesalahan dalam penulisan atau kata katanya yang kurang berkenan.


Dukung aku ya dengan like, komen, share, dan vote.

__ADS_1


salam saya ❤❤❤


__ADS_2