
Semoga kalian suka...
Happy reading guy's...
* * *
Kaisar kini tengah duduk seorang diri, di ruangan kerjanya. Setelah ia tidak lagi bekerja sebagai seorang Manager di Bank itu. Kaisar saat ini tengah bekerja di perusahaan milik keluarganya, karena Papanya yang meminta Kaisar untuk meneruskan mengurus perusahaan milik keluarganya itu.
Hari ini ada banyak sekali hal yang membuat Kaisar tidak fokus dalam bekerja, selain masalah pekerjaan yang harus ia hadapi dan menyelesaikannya sendiri. Tentu juga ada hal lain, yang membuat ia tidak tenang dan merasa geram.
Apa lagi kalau bukan karena sepupunya itu.
Setelah kemarin Alan mengetahui bahwa selama ini, perempuan yang ia cari ternyata ada di tempat kost nya Kaisar, ia langsung menemui Kaisar dan menceritakan semua yang terjadi padanya, termasuk menceritakan sosok gadis cantik yang selama ini membuatnya uring uringan tidak jelas.
Kaisar terkejut bukan main, ketika ia mengetahui siapa perempuan yang membuat sepupunya itu jatuh cinta pada pandangan pertama, ia tidak mengira sama sekali bahwa Alan akan jatuh cinta pada perempuan yang sama, seorang gadis cantik yang telah meluluhkan hati keduanya, siapa lagi kalau bukan Yasika.
" Shit.. "
Kaisar geram, wajahnya memerah menahan emosi. Apa yang di katakan oleh Alan sepupunya itu benar benar membuat ia naik darah. hilang semua konsentrasinya, hal itu membuatnya kacau berantakan. Bisa bisanya Alan mencintai orang yang sama dengannya.
Kaisar merasakan takut dalam dirinya, ia takut jika ia benar benar akan kehilangan gadis itu. Ia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar, ia memejamkan matanya erat. Ia memikirkan bagaimana kalau seandainya Alan merebut Yasika darinya.
" Brengsek... "
* * *
Yasika sekarang masih berada di kampusnya, ia sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosennya itu, sebenarnya ia sudah mulai bosan dan jenuh, karena kesehariannya yang bergelut dengan tugas kampusnya itu. Ia membutuhkan hiburan dan juga refreshing, ia ingin sekali mendinginkan otaknya itu, yang serasa mau pecah.
" Yas.... udah selesai belom sih? " tanya Ica yang menghampiri Yasika saat masih berada di ruangan kampusnya.
" Udah kok... ni bentar lagi. " jawab Yasika yang masih memegang sebuah buku di tangannya.
Ica, Novia, dan Ririn ikut duduk disana menemani Yasika, mereka berbeda dari Yasika, meskipun mereka sama mempunyai banyak tugas seperti Yasika, tetapi mereka tidak pernah ambil pusing, karena bagi mereka tugas itu bisa di kerjakan belakangan.
__ADS_1
" Guys.... gimana kalo malam ini kita keluar? pergi jalan jalan, makan dan nonton, atau kita pergi ke klub? " Ajak Novia dengan antusiasnya.
Semua melihat ke arah Novia, mereka juga merasakan hal yang sama yaitu bosan dan jenuh. Begitu juga dengan Yasika. Ia ingin sekali bisa mendinginkan sedikit otaknya itu.
" Boleh juga, ide yang bagus tuh. " saut Ica.
" Kita pergi kemana ya kira kira.? " tanya Ririn
Mereka masih berdebat, kemana kira kira mereka akan pergi untuk melepaskan kejenuhan yang ada dalam diri mereka. Sebelum mereka memutuskan, tiba tiba saja terdengar dering ponsel milik Yasika berbunyi.
Yasika melihat ponselnya, ia melihat siapa orang yang telah menghubunginya.
" Ya hallo.. "
" Hallo juga nona manis..? " saut Alan dengan cengengesan di seberang sana.
" Kenapa Kak. ?"
" Jangan jutek begitu mukanya, entar hilang cantiknya loh..? " Alan dengan sengaja ingin menggoda Yasika.
Yasika tersenyum mendengar ucapan Alan, ia merasa Alan itu orangnya humoris juga, Alan bisa membuatnya selalu tersenyum dengan tingkah dan ocehannya itu.
" Hahaha.... kamu memang benar, untung saja kamu cantik kalau tidak____? "
" Kalau tidak apa hemm..?"
Alan tertawa tidak henti hentinya, ia senang sekali ternyata sosok Yasika bisa membuatnya tertawa juga. Alan begitu mengagumi sosok Yasika, yang cantik, baik, dan juga ramah itu.
Alan mengajak mereka untuk makan malam bersama malam ini, ia ingin merayakan pesta kecil kecilan, karena ia merasa senang bisa kembali dan menjalankan usahanya disini. Tidak lupa juga Alan mengundang Kaisar dan teman temannya yang lain.
Alan mengadakan acara makan malam itu di sebuah resto ternama dan terkenal disitu, ia sengaja memesan ruangan khusus untuk dirinya dan juga yang lain. Mereka sudah berkumpul disana termasuk dengan Kaisar, Anne Putri dan teman yang lainnya.
Alan melihat kesana dan kemari, seolah ia sedang menunggu seseorang, matanya berputar mencari kesekeliling arah, dan benar, baru saja ia melihat ke arah pintu masuk disana sudah ada para perempuan yang berjalan ke arahnya, ia terpaku sesaat melihat sosok gadis yang ia tunggu kehadirannya daritadi, ia tersenyum senang karena orang yang tunggu tunggu akhirnya datang juga.
Alan melambaikan tangannya, dan para perempuan itu melihat ke arah dimana Alan dan yang lainnya sudah menunggu. Mereka berjalan mendekat sebelum...
Deg
__ADS_1
Deg
Yasika berdiam diri disana, ia melihat ada sepasang mata yang sedang menatapnya dengan begitu dingin dan tajam. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat, seperti orang yang habis lari maraton. Mereka saling menatap dalam diam, ada sebuah perasaan rindu yang sangat dalam dari diri mereka masing masing. Yasika melirik ke sebelah Kaisar, dimana ia melihat ada seorang perempuan yang duduk bersebelahan dengannya.
Yasika meremas tangannya berulang kali, ia merasa dadanya berdebar dengan cepat. Satu yang ia sesali kenapa ia tidak menolak ajakan Alan untuk ikut hadir dalam acara makan malam ini.
Kaisar masih tidak bergeming, ia masih menatap Yasika dengan tatapannya yang dingin, ia tidak mengira bahwa Yasika juga hadir disini bersamanya. Sudah begitu lama bagi Kaisar tidak bertemu dengan gadis pujaan hatinya ini. Ia merasakan rindu yang luar biasa, ia merasa senang bisa melihat sosok perempuan yang selama ini ia rindukan.
" Maaf Kak... kita telat. " ucap Yasika pada Alan.
Yasika menundukkan wajahnya, ia tidak ingin menatap laki laki yang sampai saat ini masih menatapnya dalam bisu.
Alan tersenyum.. " Heii... nona manis, kenapa bisa telat hemm.? "
Yasika mendongakkan wajahnya ia menatap Alan dan tersenyum manis.
Sial..... kenapa dia tersenyum seperti itu kepada laki laki lain.
Kaisar memanas, rahangnya mengeras, ia tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya, ingin sekali ia marah dan menghancurkan seluruh isi ruangan ini.
Semua mata temannya menatap ke arah Kaisar saat ini, mereka merasakan bahwa saat ini Kaisar seperti singa yang siap siap akan mengamuk.
Adi, Ervan dan Dani saling menatap, mereka seolah mengerti dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Kemudian mereka juga melihat ke arah dimana saat ini Yasika duduk. Mereka menggelengkan kepalanya.
Sepertinya... ada yang sama sama lagi terbakar.
Bodoh sekali mereka??
Sama sama merasa Cemburu...
* * *
Dukung aku ya semua...??
Tinggalkan Like, komen, dan vote pake poin buat aku.
__ADS_1
Terima kasih semuanya... ❤