
Hallo... aku balik lagi nih??
Ya udah kita lanjut ya cerita Kaisar dan Yasika nya??
Oke, happy reading semua... 💜
* * *
" Hai ... sayang maaf sudah menunggu lama ya? " Suara mama Wina yang baru saja keluar dari kamarnya.
Anne tersenyum, " Tidak apa-apa tante. "
" Bagaimana kabarmu sayang.?"
" Aku baik, Tan..! "
Anne sekarang berada di rumah orang tuanya Kaisar. Ia sengaja datang untuk menemui mereka, ia akan memberi tahu kepada mereka tentang hubungannya dengan Kaisar. Ia ingin meminta bantuan dari Om dan Tantenya itu, ia ingin mereka membujuk supaya Kaisar tidak membatalkan rencana pernikahan mereka berdua.
" Tante ... Aku kesini ingin membicarakan masalah hubungan aku dan juga Kaisar.! " Ucap Anne dengan sangat lirih.
Mama Wina bisa melihat raut kesedihan yang di rasakan oleh calon menantunya itu. Ia memandang lekat wajah Anne yang sedari tadi hanya menundukkan wajahnya.
" Aku __ Aku ingin tetap menikah dengan Kaisar, aku sangat mencintai nya, aku tidak ingin kehilangan dia lagi Tan..! " dengan wajah yang di tekuk Anne kembali bersuara.
Mama Wina langsung mendekat dan berhambur memeluk tubuhnya. " Sayang ... sudah jangan menangis lagi ya, maafkan mama ya nak maafkan juga anak mama Kaisar, yang sudah membuatmu seperti ini.. "
Anne menerima pelukan itu, ia merasa nyaman ketika ada orang yang memeluk dirinya. Anne tidak bisa lagi menahan air matanya yang sudah jatuh membasahi wajahnya. Ia menangis dalam pelukan sang calon mertuanya, ia menumpahkan segala kesedihannya.
" Aku gak mau kehilangan dia Tan... " dengan segukan Anne mengatakan itu.
" Ya mama tau sayang, kamu yang sabar ya.? " Ucap lembut mama Wina sambil membelai lembut rambutnya.
Entah apa yang harus di perbuat oleh mama Wina sekarang, di lain sisi ia merasa tidak tega melihat Anne dan suaminya yang merasa kecewa terhadap putra bungsunya itu. Tetapi di sisi lain ia juga tidak mau jika anak laki-laki nya itu menderita karena harus menuruti perintah dari papanya. Bagaimanapun ia ingin melihat kebahagian dari keluarganya.
" Kamu jangan menangis lagi nak, Om akan berusaha membujuk Kaisar agar mau menikah denganmu..! " Suara bariton itu terdengar menggema di ruangan itu.
__ADS_1
Membuat Anne dan istrinya langsung menoleh ke arah suara tersebut. Anne begitu senang ketika mendengar ucapan dari papa Andi yang selalu mendukungnya. Ia sangat berharap jika Papa Andi akan berhasil membujuk anaknya itu.
Di tempat lain yang berbeda.
Kaisar sedang memandang wajah cantik yang terlelap tidur dengan begitu nyenyak, ia memperhatikan dengan seksama pahatan yang begitu indah di setiap inci wajahnya. Kaisar mengusap lembut kulit wajah itu, ia membelainya dengan penuh perasaan.
Dalam tidur saja kamu sangat cantik.
Kaisar tersenyum begitu melihat sosok perempuan yang sedang menggeliatkan tubuhnya, mungkin gadis itu merasa terganggu dengan setiap sentuhan yang ia berikan.
Kaisar tanpa ragu naik ke atas ranjangnya Yasika, ia ikut merebahkan tubuhnya di sisi gadis yang masih terbuai di alam mimpi itu. Kemudian ia memiringkan badannya menghadap sang kekasih, hingga kini jarak di antara mereka berdua sangat dekat sekali, Kaisar masih dengan setia menatap wajah cantik yang sedang tidur pulas itu.
Kenapa begitu nyenyak sekali tidurmu, sampai kamu tidak menyadari kehadiranku.
Kamu wanita yang sangat sempurna di mataku.
Yasika mulai membuka matanya perlahan, ia belum menyadari jika kini di hadapannya ada orang yang sedang memandang wajahnya. Yasika melihat ada yang aneh saat ia mencoba untuk membuka matanya, ia berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya dan benar saja ternyata ia tidak sedang bermimpi.
" Kak...!!! " Teriak Yasika yang terkejut saat ia benar-benar melihat sosok Kaisar ada di depan matanya.
" Kenapa bisa disini, aku tidur di kamarku kan? "
Masih dengan suara seraknya khas bangun tidur, Yasika mencoba untuk mengumpulkan seluruh kesadarannya.
Kaisar tersenyum, " Kamu tidur di hotel sayang, apa kamu tidak ingat dengan kejadian semalam.?" Dengan nada menggoda dan sedikit memberi tiupan di telinganya Yasika.
" Ah.. " Yasika merasa ada geleyeran aneh yang menyerang ketika Kaisar meniup telinganya begitu saja. Ia mendesah pelan, tapi hal itu masih dapat di dengar oleh Kaisar, karena jarak mereka yang begitu dekat.
Kaisar menyunggingkan bibirnya, ketika mendengar desahan Yasika.
" Kenapa tidurmu nyenyak sekali? " Ucap Kaisar pelan seraya membenamkan wajahnya di leher Yasika.
Yasika tidak menjawab, ia hanya memejamkan matanya begitu saja, ia merasa ada aliran panas yang menjalar di sekujur tubuhnya. Apalagi sekarang dengan posisi Kaisar yang membuatnya semakin tak berdaya, tubuhnya melemas begitu saja ketika Kaisar mulai aktip dengan cumbuannya.
__ADS_1
" Bangun tidur saja kamu cantik. " satu kecupan berhasil mendarat di telinganya.
" Bau tubuhmu aku menyukainya. " lagi-lagi kecupan itu mendarat di lehernya.
Entah berapa lama Kaisar akan menguasai dirinya, sentuhan lembut yang di berikan olehnya membuat Yasika semakin melemah.
" Kak.. " Yasika memanggil lembut dengan masih memejamkan matanya.
" Hmm.. " Hanya itu yang keluar dari mulutnya Kai sekarang, karena ia masih aktip mencumbu perempuan yang sudah terbuai olehnya.
" Jangan seperti ini-- Ah...! " Yasika tidak bisa menahan desahan itu ketika Kaisar menggigit kecil lehernya.
Kaisar benar-benar tidak bisa menahan gairah dalam dirinya, ingin sekali rasanya Kaisar terus bercumbu dan melakukan hal yang lebih dari ini, bagaimanapun ia adalah laki-laki normal yang pada umumnya akan tergoda oleh wanita cantik dan sexy yang kini sedang bersamanya.
Setelah puas bermain dengan telinga, leher dan juga bahunya Yasika, kini tangannya mulai bergerlilya membelai lutut dan pahanya yang terekspos. Yasika mulai kehabisan kesadarannya, ia terbuai oleh sentuhan-sentuhan lembut yang di berikan oleh Kaisar. Yasika buru-buru menyadarkan dirinya, ini tidak boleh di biarkan sebelum terlambat nantinya.
Yasika ingin menghentikan aksinya Kaisar tetapi sebelum itu terjadi tiba-tiba pintu kamar di buka begitu saja.
" Kalian lagi ngapain? " sebuah pertanyaan polos yang keluar dari mulutnya Novia yang masuk begitu saja. Sontak membuat mereka yang sedang asik bercumbu menjadi terkejut dan salah tingkah karena malu.
" Ups ... Kayaknya gue salah masuk ya.? " Lagi-lagi Novia memberikan pertanyaan nyeleneh dari bibirnya.
" Untung saja gue masuk, kalau enggak bisa kebablasan kalian.. " ujarnya lagi.
Kaisar mengacak rambutnya begitu saja ia menghela nafas frustrasi.
Mengganggu saja. !!!!
* * *
Hallo gimana, masih setia dengan ceritanya Kaisar dan Yasika.??
Tolong tinggalkan like, komen dan vote setelah membaca ya??
Aku mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan atau kata-katanya yang berantakan.
__ADS_1
Aku mohon dukungannya dari kalian semua ya?
Salam sayang dari saya untuk semuanya.. 💜