
Happy reading...
* * *
Sudah satu bulan lamanya, Kaisar dan Yasika mengarungi hidup berumah tangga. Dan kini mereka sudah tinggal terpisah dari kedua orang tuanya. Perubahan jelas terasa untuk mereka berdua, apalagi untuk Yasika. Setiap pagi bahkan setiap hari ia harus bangun lebih awal untuk menyiapkan segala keperluan suaminya. Mulai dari membangunkannya, menyiapkan baju kerjanya, membuatkan secangkir kopi atau teh hangat dan sarapan untuk mereka berdua.
Yasika sangat senang menjalankan kewajiban-nya sebagai seorang istri, bahkan untuk sekarang ia enggan memakai jasa asisten rumah tangga. Yasika lebih senang jika dirinya sendiri yang melakukan pekerjaan rumahnya, meskipun Kai selalu memaksa untuk mencari orang yang akan membantu pekerjaan rumahnya. Karena bagaimana-pun rumah yang mereka tinggali sangatlah besar untuk ukuran berdua.
"Selesai." Ucap Yasika dengan lembut setelah ia berhasil memakaikan dasi suaminya.
Kai tersenyum seraya mencium sekilas bibir ranum istrinya itu. "Makasih sayangku.."
"Itu kopinya di minum dulu Kak, entar keburu dingin, O ya ... kamu mau sarapan apa.?"
"Buatkan aku roti bakar selai kacang ja ya." Ucap Kai seraya menyesap kopi panas miliknya.
"Oke, aku tunggu kamu di bawah."
Yasika segera pergi meninggalkan kamarnya, ia bergegas turun ke dapur untuk membuatkan sang suami sarapan. Meskipun Yasika kurang pandai dalam memasak, Kaisar akan tetap dengan senang hati memakan apa saja yang istrinya itu buat.
"Ini rotinya kak."
Kai tersenyum, ia segera duduk dan mulai menyantap roti kesukaannya itu.
"Kak."
"Hmm.. "
"Hari ini aku mau ke kampus, minggu depan aku wisuda. Gak pa-pa kan?"
"Ya sudah biar mang Diman yang antar kamu.?"
"Gak usah Kak, nanti Ica yang mau jemput aku?"
"Jangan ngebantah.?" Ucap Kai pelan.
"Kak....!! " Yasika merengek seperti anak kecil yang meminta sesuatu kepada ayahnya. "Sekalian aku juga mau pergi jalan sama mereka, udah lama banget aku gak ketemu mereka, boleh ya.?"
"Mau jalan kemana?"
__ADS_1
"Paling pergi ke mall, kita mau makan dan nonton."
Kaisar mengkerutkan keningnya. "Kenapa gak suruh mereka kerumah saja, kan bisa pesen makanan dan nonton disini.?"
"Itu beda lah kak."
"Beda apanya? sama ja kan.?" Jawab Kai santai.
Yasika terdiam dengan wajah yang cemberut, bagaimana-pun akan sangat susah jika ia harus berdebat dengan suaminya itu, Kai selalu bersikap posesif jika bersangkutan dengan istrinya. Sebagai seorang istri Yasika harus bisa menuruti perintah dari suaminya, dan Yasika harus bisa membujuk suaminya itu dengan kerja keras agar sang suami mau memberinya ijin.
"Kak..!! " Ucap Yasika lembut.
Kaisar menatap wajah sang istri dengan tatapan heran, saat sang istri mulai maju mendekat ke arahnya dengan tiba-tiba duduk di pangkuannya.
Satu kecupan ia berikan di kening suaminya itu, Yasika mulai menjalankan aksinya. Yasika menyentuh dengan lembut setiap lekuk wajah sang suami dengan telunjuknya, Ia memberi sentuhan-sentuhan di sekitar area wajahnya. Hal itu sengaja ia lakukan agar sang suami mengijinkannya untuk pergi keluar bersama para sahabatnya.
Sedangkan Kaisar ia hanya bisa memejamkan matanya, saat tangan sang istri tidak berhenti untuk menyentuh dirinya. Kai begitu menikmatinya ia akan membiarkan istrinya itu untuk tetap melakukan apa yang membuat dirinya selalu tidak bisa pergi jauh atau meninggalkan Yasika.
Dalam hati Kaisar hanya bisa tersenyum, sebenarnya ia mengetahui jika istrinya itu sedang mencoba untuk membujuk dirinya agar mendapatkan ijin untuk bisa keluar bersama para sahabatnya. Kai membiarkan sang istri untuk melakukan apa yang sebenarnya ia inginkan juga. Kai menarik pinggang Yasika agar lebih mendekat hingga tidak ada jarak antara mereka berdua.
"Kamu mencoba untuk merayuku ya.?" Goda Kai pada istrinya itu.
Kaisar membalas ciumannya yang lebih menuntut. Mereka sangat menikmati decapan bibir itu hingga membangkitkan gairah. Tangan Kai tidak tinggal diam, ia mulai menyentuh lembut tubuh sang istri.
"Kak.." Yasika melenguh saat tangan suaminya itu bermain dengan dua gundukan sintal miliknya.
"Bukankah kamu ada meeting pagi ini.?" Ucapnya kembali dengan mata masih terpejam.
Kai menyeringai lebih lebar, ia menatap wajah sang istri dengan lamat. "Aku bisa menundanya."
"Tap ___ !! " Ucap Yasika terpotong saat Kai kembali mencumbu dirinya.
"Aku mau mencobanya disini.?" Bisiknya pelan.
Yasika mengernyit bingung, membuat Kai semakin melebarkan senyumannya.
"Kita akan mencobanya di meja makan ini." Ucap Kai kembali dengan mengedipkan sebelah matanya.
Mata Yasika membulat dengan sempurna begitu mendengar apa yang baru saja suaminya itu katakan. Sebenarnya salah dirinya sendiri, mengapa dengan bodohnya ia merayu suaminya itu, kalau ujung-unjungnya membuat mereka berdua akan melakukannya lagi dan lagi.
__ADS_1
Satu jam sudah mereka melewatkan waktu bersama untuk menyatukan hasrat yang membuncang, mereka benar-benar melakukannya di meja makan itu. Dan untungnya saja mereka hanya tinggal berdua di dalam rumah itu, sehingga tidak akan ada orang yang melihat atau mengetahui aksi yang baru saja mereka lakukan.
Kaisar harus membersihkan dirinya kembali, padahal tadi pagi ia sudah mandi dan memakai setelan baju kerjanya. Sementara sang istri ia masih mengenakan selimut yang menutupi tubuh polosnya itu, ia menolak untuk mandi bersama dengan suaminya dengan alasan itu akan memakan waktu yang lama, karena Kai harus segera berangkat ke kantornya.
"Kenapa di tutup kayak gitu sih?" Goda Kai kembali dengan mencoba melepaskan selimut yang menutupi tubuh istrinya itu.
"Kak, apaan sih. Aku malu.?"
Kai tersenyum. "Kenapa malu? aku udah tau dan lihat semuanya kok." Imbuhnya lagi.
Yasika tersenyum tipis, ia kembali mengingat rencana awalnya yang ingin pergi bersama teman-temannya itu.
"Kak."
Kai melirik sekilas. "Hmm.. "
"Boleh ya.?"
"Apa.?" Pura-pura lupa.
"Aku keluar."
Kaisar maju mendekat dimana sang istri masih berdiri di tepi ranjang.
"Gak boleh..!!! "
Yasika terkejut dengan mulut yang terbuka.
"Ish.... Nyebelin. Tau gitu aku gak usah rayu kamu tadi." Gerutu Yasika dengan menghentakkan kedua kakinya.
Kaisar tertawa dengan begitu nyaring saat ia mendengar ocehan istrinya itu.
"Awas aja kalau nanti malam minta jatah lagi?" Yasika jeda kalimatnya. "Jangan harap aku kasih, aku gak mau..!!!"
Tawa itu kembali menggema di dalam kamar mereka. Kai benar-benar merasa gemas dengan sang istri, kalau saja dirinya tidak ada meeting penting hari ini, mungkin Kai akan meminta ijin supaya tidak masuk kantor. Ia akan menghabiskan waktu hanya berdua dengan sang istri di rumahnya.
Bersambung....
* * *
__ADS_1