Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
38. Magang


__ADS_3

Aku balik lagi...


Kita lanjut ya..


Oke, Happy reading semua... ❤


* * *


Sesuai dengan permintaan masing masing, baik Kaisar atau Yasika, yang memutuskan untuk saling melupakan dan menjauh, akhirnya itupun terjadi. Setelah hari itu Kaisar benar benar menepati janjinya, ia akan menjauh dari perempuan yang selama ini sering ia perjuangkan, itu semua tidak lain adalah keinginan dari gadis yang ia cintai sendiri, padahal saat itu Kai sudah bertekad, apapun alasannya ia akan tetap menolak menikah dengan Anne Putri. Makanya ia menemui Yasika saat itu. Tetapi sayang keinginannya itu harus berhenti sampai disitu.


Yasika sendiri yang meminta Kaisar untuk pergi menjauh darinya. Ia tidak ingin lagi berhubungan apapun dengannya, dan itu sekarang terjadi. Meskipun dalam hati kecil Yasika ia benar benar sangat menderita, tapi ia mengingat kembali dengan keinginan kedua orang tua Kaisar yang memohon secara langsung dan berharap padanya. Bahwa ia harus meninggalkan Kaisar. Dan itu sudah ia lakukan, meski hati dan perasaan yang menjadi taruhannya.


Mulai saat ini mereka benar benar seperti orang asing, meskipun tadinya Yasika berniat ingin pindah kost, tapi niat itu ia urungkan lagi. Karena beberapa alasan, selain tidak menemukan tempat yang cocok, alasan lainnya adalah karena tempat kost ini, merupakan satu satunya tempat yang dekat dengan Kampusnya.


Dan lagi sekarang, meskipun kini ia masih tinggal dekat dengan rumahnya Kai saat ini, tetapi mereka tidak pernah bertemu lagi. Yasika tidak pernah lagi melihat sosok Kaisar. Entah pergi kemana Kaisar, atau mungkin dia jarang terlihat karena kesibukan Kaisar dalam pekerjaannya.


" Yas... gimana soal rencana magang kita, Lo udah punya rencana belum sih mau ngelamar kerja kemana? " Tanya Ica sambil duduk di sebelahnya Yasika.


" Aku belum tau, Ca? "


" Gimana kalau kita melamar kerjanya ke perusahaan mungkin.? " timpal Novia.


" Hmm.... boleh juga, kita masukin ja lamaran magang kita ke seluruh perusahaan.? "


Dan mereka pun mengangguk, mereka akan memasukan lamaran kerjanya ke seluruh perusahaan yang ada di Jakarta. Mengingat sebentar lagi mereka akan lulus jadi mereka harus mengikuti magang tersebut. Itu juga untuk memudahkan mereka nantinya.


Berbeda di tempat lain, dimana saat ini Kaisar dan Alan sedang berbincang di ruangan kerjanya Kaisar, Alan sengaja menemui sepupunya itu selain urusan kerjaan, ia juga sedikit meluangkan waktunya hanya untuk sekedar ngobrol dengan Kai.


" Kenapa Lo? " Tanya Kai kepada Alan, karena ia melihat Alan agak berbeda dari biasanya. Alan sedikit lebih banyak diam daripada ngoceh yang tak jelas.


" Lagi pusing gue. "


Kaisar sedikit menyunggingkan bibirnya ke atas, seolah ia meledek dengan melihat saudara nya seperti itu.


" Jangan bilang lo lagi patah hati? "


Alan meliriknya sebentar, kemudian ia tersenyum kecut.

__ADS_1


" Gak nyangka gue, ternyata pemain wanita seperti lo bisa juga lembek kaya gini.?" dengan tergelak kencang Kaisar kini sedang meledek sepupunya itu.


" Sialan Lo..!!! "


Alan terdiam, kemudian " Gue kira akan dengan mudah untuk menaklukan hatinya dia, nyatanya susah juga.Kayaknya gue harus ngelakuin sesuatu, biar dia bisa menerima gue.."


Kaisar diam, ia hanya menjadi pendengar setia buat Alan. Ia juga mengetahui siapa orang yang sedang Alan bicarakan sekarang, yaitu sosok perempuan yang memintanya untuk pergi menjauh.


" Coba ja kalau lo bisa.? "


" Lo, nantangin gue? "


Kaisar mengedikan bahunya acuh, ia berdiri dari duduknya dan ia berjalan ke arah jendela, ia menatap lurus keluar, dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celananya. Ia mengetahui dengan betul bahwa gadis yang sedang Alan bicarakan adalan gadis yang tidak mudah untuk di dekati. Kaisar tersenyum tipis, bagaimana kini ia mengingat sosok perempuan itu.


" Kai... Apa lo gak pernah tertarik sama dia? " ucap Alan dengan nada bertanya, ia penasaran bagaimana mungkin ada seorang pria yang tidak tertarik jika melihat gadis secantik Yasika.


Kai sedikit menoleh ke belakang, ia hanya diam tidak mengatakan apapun dari bibirnya. Sebenarnya ingin sekali ia mengatakan pada saudaranya itu bukan hanya tertarik, tetapi ia sudah sangat jatuh cinta padanya. Hanya dia perempuan yang bisa membuat hatinya luluh dan merasakan cinta lagi. Kaisar jadi mengingat sosok perempuan itu, ia ingat dengan wajahnya yang cantik, ia ingat dengan senyumannya, cara bicaranya, sentuhannya, pelukannya, bahkan ia merindukan semuanya.



Seandainya jika Alan mengetahui, bahwa dirinya dan gadis yang selalu ia puja pernah menjalin hubungan dengannya, apa dia akan berhenti untuk mengejar gadis itu. Bukan hanya Kai yang sudah jatuh cinta pada gadis itu, tetapi kini ada pria yang benar benar menginginkan Yasika menjadi miliknya.


" Menurut lo? "


Alan melongo tidak percaya, dengan apa yang keluar dari mulutnya Kaisar saat ini.


" Jangan ngaco lo, bentar lagi lo mau kawin, inget itu.? "


" Gue juga laki laki normal, ya bisa ja kan gue juga tertarik ma dia. " dengan senyum nyeleneh Kaisar mengatakan itu.


" Jangan coba coba lo, mau ngerebut dia dari gue.? "


" Mungkin.!! " jawabnya datar.


Alan saat ini terkejut bukan main, bisa bisanya seorang Kaisar yang sebentar lagi akan menikah bisa mengatakan hal semacam itu. Seandainya saja sekarang ia bukan berhadapan dengan sepupunya, mungkin saja Alan sudah melayangkan sebuah tinjuan di wajah datarnya itu.


Kaisar yang melihat ekspresi wajah saudaranya itu, langsung tertawa dengan keras.

__ADS_1


Ia berjalan mendekati dimana Alan sedang duduk saat ini, kemudian ia menepuk bahunya dan berkata " Tenang ja, gue gak akan tertarik sama cewek yang lo sukai..!".Lalu ia pergi begitu saja meninggalkan Alan yang masih diam mematung.


dan langkahnya terhenti sesaat. Ia menoleh sekilas Karena cewek yang lo sukai, lebih tertarik ma gue..!!! dengan menyeringai ia mengatakan itu.


* * *


" Yas..... " teriak Ica memanggil sahabatnya itu.


Yasika menoleh ia membalikan badannya, dengan segara Ica berhambur memeluknya karena saking senangnya.


" Kamu kenapa sih? "


" Yas... lo tau, kita di terima magang di sebuah perusahaan besar. "


Yasika terkejut " Benarkah? "


" Ya.. gue seneng banget tau, kita besok di suruh datang dan langsung bekerja. "


" Oo... Ya, bagus dong."


" Dan lo tau, kita bekerja di perusahaan Pratama's Group. "


Mereka tertawa bersama, begitu bahagianya mereka bisa bekerja di salah satu perusahaan terbesar yang ada di Jakarta.


Mereka belum mengetahui, siapa sebenarnya pemilik perusahaan itu.


PRATAMA'S GROUP adalah perusahaan yang di pimpin oleh Kaisar Pratama.


* * *


Gimana masih mau lanjut kah??


Jangan lupa. Tinggalkan like, komen, share, dan vote buat aku.


Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan atau kata yang berantakan..


Aku mohon dukungannya ya semua..??

__ADS_1


Terimakasih....


salam saya untuk semua.. ❤


__ADS_2