Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
66. Salah paham


__ADS_3

Hallo semuanya...


Aku balik lagi nih..


Happy reading....


* * *


Dua hari sudah berlalu, semenjak kejadian itu dimana Anne dengan sengaja ingin melukai dirinya sendiri, disitu juga Kaisar selalu datang untuk menjenguk dan menemani Anne.


Kaisar melakukan itu semata-mata karena ia merasa bersalah dan juga kasihan terhadap Anne, dan ini juga tidak lain adalah permintaan kedua orangtuanya. Mereka meminta Kaisar untuk menuruti dulu keinginan Anne sampai kondisinya benar-benar membaik.


"Kai... " Tanya Anne sambil tersenyum.


Kaisar mendekat, "Gimana keadaanmu sekarang.?"


"Aku sudah agak baikan, Kai ... terima kasih ya kamu mau menjagaku..? "


"Kamu jangan banyak gerak dan bicara dulu, ingat kondisi kamu itu masih lemah. "


Anne tersenyum, "Aku gak apa-apa kok, asalkan ada kamu di samping aku.. "


Kaisar menatap dalam wajah Anne, ia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Di satu sisi ia merasa kasihan pada Anne, karena bagaimanapun Anne adalah orang yang pernah dia cintai, ia hanya ingin menjalin hubungan baik dengan Anne meskipun sudah tidak ada cinta lagi di hati Kaisar, tapi di sisi lain ia juga merasa bersalah kepada kekasihnya ia selalu meminta ijin untuk menemui dan menemani Anne sampai keadaannya membaik.


Banyak waktu yang sudah terlewatkan, karena kini Kaisar lebih sering bolak-balik antara kantor dan rumah sakit. Meskipun dalam keadaan capek tetapi Kaisar bisa membagi waktunya, ia hanya menginginkan Anne cepat sembuh dengan begitu ia tidak perlu repot-repot lagi untuk menjaganya.


"Kai...? " Tanya Anne tiba-tiba.


"Kenapa? "


"Maafkan aku sudah merepotkanmu. "


"Jangan pikirkan itu, aku hanya ingin kamu cepat sembuh."


"Kai, apa kamu sangat mencintai wanita itu? "


Kaisar menyipitkan matanya, "Aku sangat mencintai dia, maafkan aku karena aku harus mengatakannya padamu."


Anne menatap balik wajah Kaisar, ia bisa melihat seberapa besarnya rasa cinta Kaisar untuk perempuan itu. Anne sekarang mengetahui kalau dirinya sudah benar-benar tidak ada tempat lagi di hatinya Kaisar, ia tidak bisa lagi menahan genangan air mata yang sudah menumpuk di kelopak matanya. Sekeras apapun usahanya untuk merebut hati Kaisar kembali, tetapi itu akan tetap sia-sia karena kini hati Kaisar sudah berlabuh pada orang lain.

__ADS_1


"Apa aku sudah benar-benar tidak ada di hatimu lagi Kai.? "


Kaisar menatap balik Anne yang kini sedang menangis dengan begitu pilu, "Maafkan aku.. "


"Maafkan aku karena aku terlalu egois, aku terlalu memaksa keinginanku sendiri untuk bisa memilikimu, tapi sekarang aku sadar dan aku tidak akan memaksamu lagi untuk mencintaiku.." Tangisan Anne pun pecah seketika. Ia menangis tersedu-sedu. Meskipun hatinya sakit tetapi kini ia menyadari bahwa memaksa seseorang untuk mencintainya tidak akan bahagia sampai kapanpun karena hati orang itu hanya untuk orang lain.


"Sekali lagi maafkan aku, aku tidak bisa memenuhi keinginanmu. Aku ingin kamu juga bahagia, aku yakin kamu akan mendapatkan orang yang pantas dan lebih baik dari aku. Kamu akan mendapatkan laki-laki yang tulus mencintaimu. Jadi aku mohon jangan sia-siakan hidupmu lagi, kamu berhak bahagia Ann...? " Kaisar berusaha untuk meyakinkan Anne, bagaimanapun ia tidak ingin jika Anne terus terpuruk seperti ini.


"Apa kamu yakin aku akan mendapatkan laki-laki pengganti dirimu.? "


"Aku yakin, Ann... Dan kamu harus percaya sama aku. Kamu jangan menyerah hanya gara-gara aku, aku tau kamu ingin menjadi seorang dokter yang sukses kan? Kamu harus ingat itu, kamu kejar cita-citamu dan hiduplah bahagia..!! "


"Ijinkan aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya Kai..? " Pinta Anne dengan masih menangis.


Kaisar mendekat dan ia langsung memeluk tubuh perempuan yang dulu sangat ia cintai, tetapi kini pelukan itu hanyalah sebatas pelukan biasa, tidak ada lagi pelukan hangat yang saling membutuhkan.


"Jika kamu membutuhkan aku, aku akan siap membantumu, aku akan menganggap kamu sebagai saudara perempuanku. Kamu jangan takut Ann... Kamu tidak akan hidup sendiri meski tanpa aku..? " Kaisar berkata seraya memegang erat bahu Anne.


"Baiklah, meski aku tidak dapat memilikimu, tapi aku mau kamu menganggapku sebagai sahabat sekaligus saudarakan.? "


Kaisar tersenyum, "Ya."


Yasika melihat itu, ia masih berdiri dan melihat bagaimana Kaisar dan Anne sedang berpelukan. Sebisa mungkin ia menahan tangisnya, tetapi sayang air mata itu tidak bisa lagi di ajak untuk berdamai. Air mata yang ia tahan supaya tidak menetes akhirnya lolos juga dari matanya.



Yasika segera pergi meninggalkan tempat itu, dengan hati yang sakit ia menahan rasa sesak di dadanya.


Kuatkan aku ya Tuhan...!!!


* * *


"Selamat pagi pak,? "


Bayu menyapa hangat bosnya itu, ia sudah berada di kantor dengan Yasika sebelum atasannya itu datang. Sedangkan Yasika hanya diam saja, ia tidak menyapa bahkan untuk tersenyum saja ia tidak memberikannya sama sekali.


"Hmm.. " Kaisar menjawab seperti biasanya.


Kaisar menoleh sebentar, ia melihat ada yang berbeda dari sikapnya Yasika saat ini. Ia merasa ada yang aneh dengan kekasihnya itu. Bahkan dari semalam Yasika tidak menjawab panggilan telepon darinya.

__ADS_1


Kaisar berjalan mendekati dimana Yasika saat ini sedang berdiri. "Kenapa tidak memberikan senyum untukku? "


Kaisar menatap lekat wajah cantik yang sedari tadi kelihatan berbeda. "Ikut aku keruanganku.? "


Yasika menatap balik dirinya, ia tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya pelan.


"Bay ... Lo siapin berkas untuk rapat hari ini.? " Perintah Kaisar yang langsung di angguk-ki oleh Bayu. "Baik.. "


Kaisar masuk ke dalam ruangannya di ikuti oleh Yasika di belakangnya. Kaisar berdiri ia menatap dalam wajah Yasika saat ini.


"Kenapa semalam tidak menjawab telponku? "


"Aku ketiduran. "


"Tidak biasanya kamu tidur secepat itu.? "


"Aku capek. "


Oke, sekarang Kaisar mengerti ternyata memang benar ada yang tidak beres dengan kekasihnya ini. Kaisar sudah mengenal Yasika dengan baik, ia mengetahui kalau Yasika saat ini tengah marah kepadanya.


"Kalau aku ada salah, aku minta maaf ya? " Ucap Kaisar lembut.


Yasika terdiam, ia menundukkan wajahnya. "Kamu gak salah, aku yang salah Kak.?"


Kaisar mengernyit heran, "Apa maksudmu? "


Bersambung...


* * *


Jangan lupa tinggalkan like komen, dan vote buat aku ya..?


Aku mohon maaf bila ada kesalahan dalam cerita, tulisan atau kata-kata yang salah.


Sekali lagi terima kasih untuk kalian semua???


Salam dari saya untuk semuanya...


Bye... bye... mmmmuuaacchh... ❤

__ADS_1


__ADS_2