Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
82. Gigitan Nyamuk


__ADS_3

Lanjut lagi...


Semoga kalian suka ya??


Jangan lupa terus dukung aku..??


Happy reading... ❤


* * *


Mereka tertidur dengan sangat lelap, dan mentari pagi hari itu mulai masuk melalui celah-celah jendela kamar hotel. Mereka masih terlelap tidur, dan belum bisa untuk membuka matanya. Mereka berdua sangat kelelahan dengan kegiatannya semalam, dan tidak tanggung mereka baru bisa tertidur pukul lima pagi.


"Morning Kiss sayang." Ucap Kaisar dengan mengecup sekilas kening dan bibir istrinya itu.



Yasika tersenyum dengan begitu manis saat melihat wajah suaminya di pagi hari. Yasika baru menyadari kalau dirinya sudah menjadi seorang istri. Dan ia juga baru sadar kalau sekarang dirinya sudah menjadi milik Kaisar seutuhnya, ia mengingat semua kejadian semalam dimana dirinya dan suaminya itu menghabiskan waktu bersama untuk menyatukan cinta mereka.


Yasika menatap wajah sang suami yang begitu tampan dengan rambut yang sedikit berantakan ketika bangun tidur. Yasika tersenyum, ia sangat bahagia dengan statusnya sekarang yang sudah sah menjadi istri dari seorang Kaisar Pratama laki-laki yang telah memberinya cinta selama ini.


Pagi itu, Yasika ingin bangun dan ingin segera membersihkan dirinya. Namun Kaisar melarangnya, Kai kembali memeluk tubuh sang istri dengan sangat erat. Yasika hanya bisa menurut saja, dan Yasika kembali memejamkan matanya itu saat Kaisar mulai menjelajahi tubuhnya dengan memberikan sentuhan lembut yang penuh dengan cinta.


Kaisar mengecup setiap jengkal tubuh sang istri, ia kembali menambah deretan warna merah di sekujur tubuh istrinya itu. Yasika kembali merasakan gelenyeran aneh di sekujur tubuhnya saat bibir Kai mulai bermain aktip di area dadanya. Yasika semakin memejamkan matanya dan meremas kuat sprei yang sudah tidak beraturan itu. Yasika mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Kai kembali menyatukan tubuh mereka.


"Kak." Yasika mendesah dan menggigit bibir bawahnya. Ia sudah tidak tahan lagi, rasanya ingin sekali ia menjerit saat merasakan kenikmatan itu lagi.


"Kak ... "


"Jangan di tahan. " Kaisar semakin bersemangat ketika mendengar desahan istrinya itu. Kai benar-benar menggebu dan menggempur kembali Yasika. Sampai pada akhirnya mereka kembali merasakan nikmat yang luar biasa.


Mereka masih memejamkan matanya dengan nafas yang terengah-engah. Masih segar di ingatannya bagaimana rasa sakit yang ia rasakan saat Kaisar menerobos selaput keperawanannya. Dan rasa sakit itu kini sudah hilang, karena mereka melakukannya bukan hanya sekali tetapi sudah berkali-kali dalam waktu yang sangat singkat hanya satu malam.


"Aww... " Yasika meringis saat dirinya hendak turun dari kasur.


"Kenapa.? " Tanya Kai panik.


Yasika menatap wajah suaminya itu. "Sakit, kamu sudah buat aku sakit seperti ini."


Kaisar tersenyum lebar saat melihat Yasika meringis kesakitan.


"Kenapa kamu malah senyum sih kak?"


"Gak pa-pa, aku cuma seneng ja. "


Yasika mendelik tajam, "Ish ... Kamu ini. "


Kaisar tertawa dengan begitu nyaring. "Ya sudah kamu mau mandi kan?"


Yasika menganggukkan kepalanya, "Ya."


"Kalau begitu, kita mandi bersama."

__ADS_1


Yasika sangat terkejut saat dengan tiba-tiba Kaisar menggendong tubuhnya yang masih berbelit selimut yang menutupi tubuh polosnya itu. Kai ingin membawa gadis itu ke kamar mandi dan mereka akan mandi bersama. Sebenarnya Yasika merasa keberatan saat Kai mau mandi bareng bersama dengan dirinya, Yasika meronta ia meminta agar Kai melepaskan dirinya.


"Kak, kenapa kamu gendong aku?"


"Katanya masih sakit? "


"Ya tapi aku masih bisa jalan sendiri kak.? "


"Udah gak pa-pa, aku gak akan biarin kamu mandi sendiri. "


"Aku gak mau, aku mau mandi sendiri, lepasin kak?"


Kaisar menyeringai lebar, ia tidak menghiraukan rengekan istrinya itu yang meminta agar Kai melepaskan gendongannya, ia menatap wajah cantik istrinya itu dengan tatapan nakal.


"Kenapa gak mau?"


"Aku takut."


"Takut kenapa? "


"Kamu pasti akan melakukannya lagi kan?"


Kaisar kembali menyeringai. "Aku mau mencobanya di kamar mandi." Bisik Kai lembut seraya mengecup sekilas bibir yang hendak ingin mengucapkan sesuatu itu.


"KAK.....!!!! "


Dan benar saja Kaisar membuktikan ucapannya itu, entah berapa lama mereka akan menghabiskan waktu bersama di dalam kamar mandi. Tidak ada rasa lelah bagi mereka untuk menyatukan kembali hasratnya. Dan entah kenapa Kaisar selalu merasa terpancing, gairahnya selalu naik hanya dengan melihat senyum dan wajah menggemaskan istrinya itu.


Kaisar menoleh, dengan kening yang mengkerut.


"Ada apa sayang?"


"Kenapa ada darah.? "


"Itu darah kamu, apa kamu gak tau hmm.?"


Yasika menggeleng pelan, "Pantesan sakit dan perih banget. " Gerutunya pelan.


Kaisar tersenyum dan kembali memeluk tubuhnya sang istri dari belakang. "Tapi sekarang udah enggak kan?"


Yasika mengangkat sedikit wajahnya ia menatap Kaisar dan tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan, saat itu Kaisar dan Yasika sedang berkemas karena hari ini mereka akan pulang ke rumah kedua orang tuanya Kaisar. Mereka akan tinggal untuk sementara waktu dirumah orang tuanya sebelum mereka pindah ke rumah yang telah Kaisar persiapkan untuk mereka berdua.


"Dih ... Pengantin baru. " Saut mama Wina menyambut kedatangan mereke berdua.


Kaisar dan Yasika tersenyum, mereka memberi salam mencium tangan kedua orang tuanya secara bergantian. Mama Wina dan Papa Andi sangat bahagia ketika anak dan menantunya itu datang kembali ke rumah.


"Kakak Cantik... " Teriak Jasmine yang berlari dari kejauhan. Ia berhambur memeluk tubuh Yasika, Jasmine sangat senang dengan kedatangan Yasika dan Om-nya itu.


"Hallo sayang. "


"Kemana aja kalian? kenapa baru pulang? aku gak ada temen bermain." Jasmine terus berceloteh dengan gaya khas anak kecil yang sangat menggemaskan itu.

__ADS_1


Yasika tersenyum seraya menangkup kedua pipinya Jasmine. "Kenapa kamu sangat ngegemesin sih sayang? Kakak gak kemana-mana, sekarang juga kakak ada disini, kamu mau bermain sama kakak ya?"


Jasmine tersenyum dengan sangat imut ia menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Aku nanti tidurnya mau sama kakak ya? " Ucap Jasmine kembali.


Sontak kata itu membuat Yasika terdiam, ia menoleh ke arah dimana suaminya itu sedang menatap Jasmine dengan wajah terkejut.


"Gak bisa...! " Ucap Kaisar spontan. Membuat mereka semua yang ada disana menohok dan tersenyum tipis.


"Kak." Ucap Yasika merasa sangat malu.


"Kenapa gak bisa? aku mau tidur bersama kalian?"


"Gak boleh. " Saut Kai kembali.


Jasmine menekuk wajahnya, ia cemberut saat Om-nya itu melarangnya. Jasmine menatap wajah Yasika dengan tatapan heran.


"Kak cantik itu apa. ?"


Yasika mengernyit heran dengan alis yang bertaut.


"Kenapa banyak tanda merahnya kayak di gigit nyamuk. " Ucap polos sang anak dan pertanyaan itu sontak membuat semuanya terkejut, termasuk dengan kedua pengantin baru itu.


"Ya sayang, kakak Yasika itu di gigit nyamuk yang kepalanya besar...!!! " Jawab nyeleneh dari sang nenek.


"Memang ada nyamuk yang kepalanya besar.?"


"Ada."


"Kayak gimana.?"


"Tuh." Ucap sang nenek kembali seraya menunjuk Kaisar dengan telunjuknya.


"MAHHH.....!!! "


* * *


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote buat aku ya??


Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan atau kata-kata yang salah.


Sekali lagi terima kasih buat semua yang sudah mampir membaca cerita aku.


Jangan lupa juga untuk membaca ceritanya "Camelia" Ceritanya gak kalah seru kok...!!!


Oke kalau gitu kita lanjut episode berikutnya ya.


Jangan bosen, karena ceritanya akan semakin seru... wkwkwkw...


Salam sayang saya untuk kalian semua..

__ADS_1


Bye.. bye... ❤


__ADS_2