Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
64. Restu


__ADS_3

Aku lanjut lagi nih...


Selamat membaca semuanya... ❤


* * *


Hari ini Yasika merasakan sedikit gugup, bahkan keringat dingin-pun sudah turun di pelipisnya. Bagaimana tidak, sekarang dirinya dan Kaisar sedang berada di sebuah ruangan keluarga.


Yasika sedang berhadapan dengan kedua orang tuanya Kaisar. Mereka sengaja datang untuk menemui papa Andi dan juga mama Wina, Kaisar sengaja mengajak Yasika untuk menemui kedua orang tuanya. Ia ingin membicarakan masalah hubungan mereka berdua, Kaisar berencana akan memberitahu bahwa ia ingin melamar dan menikahi Yasika.


"Apa kamu sudah yakin dengan pilihanmu? " Tanya papa Andi tegas dan dingin.


Kaisar menatap wajah papa-nya itu, "Ya... Pa"


"Bagaimana dengan Anne? apa kamu sudah memikirkannya? "


Kaisar menarik nafasnya dalam, "Pa ... Aku dan dia sudah menyelesaikan semuanya. "


Papa Andi menatap wajah anaknya itu, ia melihat jika Putra bungsunya itu sudah sangat dewasa, ia mengetahui jika Kaisar bukanlah anak kecil lagi, yang bisa di atur dan di perintah olehnya. Dulu Kaisar adalah anak yang penurut, Kaisar akan melakukan apa saja jika papanya yang sudah bicara dan memerintah.


Papa Andi dan mama Wina sangat menyayangi kedua anaknya itu, mereka ingin yang terbaik dan mereka akan melakukan apa saja untuk kebaikan kedua anaknya itu. Bahkan dalam memilih pasangan pun mereka berdua selalu ikut andil dalam menilai. Sebagai orang tua mereka tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Karena bagi mereka berdua, kedua anaknya itu tidak boleh salah dalam memilih pasangan hidup.


Sebenarnya bukan hal yang buruk bagi mereka jika pilihan Kaisar jatuh pada Yasika. Mereka mengenal Yasika adalah gadis yang baik, sopan dan lemah lembut, Yasika juga orang pintar dan berpendidikan tidak jauh berbeda dengan Anne. Meskipun mereka berdua belum mengenal kedua orang tua dan keluarganya Yasika.


"Pa ... Ma. " Kaisar menatap mereka secara bergantian, "Aku ingin meminta restu dari kalian berdua, aku ingin melamar dan menikahi Yasika secepatnya. "


Papa Andi menatap Yasika yang sedari tadi hanya menundukkan wajah cantiknya itu. "Apa kamu mencintai anak saya.? " Suara bariton itu terdengar sangat jelas di telinganya membuat Yasika langsung mengangkat wajahnya seketika.


Yasika menganggukkan kepalanya pelan, "Sa__saya, maafkan saya karena mencintai kak Kai.. " Dengan sangat gugup Yasika memberanikan diri untuk menjawabnya.


"Apa kamu yakin kalau Kaisar lelaki terakhir pilihan kamu, apa kamu yakin kalau Kaisar akan membahagiakanmu.? " Tanya nya lagi.


Yasika sangat gugup sekali, ia memilin tangannya. Tetapi ia berusaha agar dirinya tidak terlihat gugup di hadapan kedua calon mertuanya itu.


"Maafkan saya, tetapi saya yakin kalau kak Kai adalah laki-laki terakhir dan saya juga yakin kalau kak Kai akan membuat saya bahagia, ... Om..! "

__ADS_1


"Mama akan mendukungmu jika itu adalah yang terbaik untuk kalian berdua nak.. " Jawab mama Wina dengan sangat lirih.


"Bagaimana Pa..? " Tanya mama Wina kepada suaminya itu.


Papa Andi menatap wajah istri, anak dan calon menantunya itu secara bergantian. Ia sudah memikirkan dengan matang jauh sebelum Kaisar datang menemui dan meminta restu darinya. Bagaimana pun ia ingin melihat putra bungsunya itu bahagia dengan pilihannya sendiri. Papa Andi tidak ingin memaksa lagi jika Kaisar menolak perjodohannya dengan Anne, karena papa Andi takut jika Kaisar tidak bahagia nantinya.


"Baiklah, semua terserah kepadamu. Papa tidak akan memaksamu lagi. " Ucap papa Andi dengan tegasnya.


Kaisar tersenyum bahagia, ia tidak pernah mengira jika papanya akan memberikan restu kepada mereka berdua. Begitupun dengan mama Wina dan Yasika mereka terkejut saat mendengar apa yang di katakan oleh suami dan calon papa mertua bagi Yasika.


"Makasih, Pa... Ma.." Kaisar berhambur memeluk tubuh wanita yang selama ini ia sayangi.


Mama Wina membalas pelukan putra bungsunya itu, ia tersenyum bahagia melihat bagaimana Kaisar juga sangat bahagia. Sebagai seorang ibu, mama Wina sangat bersyukur jika melihat kedua anaknya bahagia.


Kaisar berdiri, ia mendekat ke arah dimana saat ini papa Andi sedang duduk, "Pa ... Aku minta maaf karena aku tidak menuruti keinginanmu, tetapi aku sangat berterima kasih sama papa, karena papa telah merestui hubunganku dengan Yasika. "


"Sudahlah nak, kamu jangan seperti ini. Ini semua juga salah papa, papa terlalu memaksamu untuk menuruti semua keinginan papa, papa terlalu egois, papa hanya ingin kamu bahagia. Sekarang pergilah temui keluarganya segera, minta restu kepada mereka juga, setelah itu biar papa dan mama yang menemui mereka. "


"Baiklah pa, aku akan melakukannya. Sekali lagi terima kasih pah.." Kaisar memeluk tubuh kekar papa nya itu, ia merasa sangat bahagia karena kini tidak ada lagi beban dalam hidupnya, karena restu dari kedua orang tuanya sudah ia dapatkan.


****


"Kenapa? "


"Jangan gini ah... gak enak di lihat orang.! "


"Disini tidak ada siapa-siapa. " Jawab Kaisar santai, ia masih saja dengan gemasnya memeluk tubuh Yasika dari belakang dengan sesekali menciumi tengkuk leher dan telinganya Yasika.


"Kak .... "


"Kamu akan menjadi milik aku selamanya, semua yang ada pada dirimu akan menjadi milikku." Masih dengan posesif-nya memeluk dan berbisik lembut di telinga Yasika.


"Kapan kamu akan menemui orang tuaku, dan melamar aku? "


"Secepatnya, kenapa kamu sudah tidak sabar ya? "

__ADS_1


Yasika tersenyum, "Ish... apaan sih?"


"Kita pergi lusa ya, aku akan menemui orang tuamu dan meminta anaknya ini untuk menjadi istriku.? "


"Memang kamu berani? "


"Siapa takut, mereka pasti akan senang melihat kedatangan calon menantunya yang sangat tampan ini..! "


Yasika tertawa dengan begitu lepasnya, "Percaya diri banget kamu..? "


"Itu memang kenyataan-kan, kalau aku ini memang laki-laki tampan dan sempurna. Buktinya kamu ja tergila-gila padaku. "


Yasika hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya. Jujur apa yang di katakan oleh Kaisar memang benar adanya, ia tidak bisa memungkiri kalau Kaisar adalah laki-laki tampan dan sangat sempurna untuknya.


"Ck, rupanya begini ya kelakuan kalian berdua..? "


Mereka terkejut dan langsung melepaskan pelukan itu, mereka berdua segera berbalik badan dan melihat seseorang telah berdiri dengan tangan yang menyilang di depan dada.


Sialan... !!!



****


Gimana masih pada setia baca gak sih??


Semoga saja kalian masih pada suka sama ceritanya Kaisar dan Yasika!!!


Mohon dukungan untuk aku ya??


Jangan lupa tinggalkan like, komen, dan vote buat aku...


Semoga kalian suka, dan jadikan cerita ini sebagai cerita favorite nya kalian ya dan bagikan juga cerita aku ini ke teman yang lain..


Sekali lagi mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan atau kata-kata yang salah.

__ADS_1


Oke kalau begitu kita lanjut ke episode berikutnya.??


Salam saya untuk semua.. ❤


__ADS_2