
Ay dan ibunya hanya saling berpandangan.mereka terdiam beberapa saat.bingung antara menjelaskan atau tidak.
"Ayu,ibu,kok malah bengong sih"kalimat Dinda memecahkan keheningan.
"ya udah,kalau memang belum bisa menjelaskan,mungkin dilain waktu ibu dan Ayu bisa berterus terang padaku,ok,"sambungnya.
ibu dan Ayu lagi-lagi hanya diam.akhirnya sambil membersihkan meja Ayu meninggalkan ibu dan Dinda berdua.didalam hati sebenarnya Ayu merasa tidak nyaman dengan keadaan itu,tapi mungkin kelak suatu hari nanti ia akan bercerita tentang yang sebenarnya pada sahabat dekatnya itu.
********
POV Burhan.
Setelah mengantar Ayu dari rumah sakit,Burhan buru-buru berangkat menuju ke kantornya.Namun sampai dikantor ia terkejut melihat Nayla sudah ada di ruang kerjanya.ia berusaha bersikap biasa saja dihadapan istrinya itu.
"Mas,kamu darimana sayang?sepertinya tadi pagi-pagi sekali kamu sudah berangkat dari rumah"kata Nayla membuka pembicaraan
"oh iya,"jawab Burhan canggung
"tadi ada keperluan mendesak jadi mas agak cepat berangkat"
"oh,..."Nayla menjawab
"Apa yang membuat kamu kemari Sayang,?"lanjutnya untuk mengurangi kegugupan
"tidak ada Mas,hanya saja aku kebetulan pulang dari bertemu klien,jadi aku berinisiatif untuk mampir kesini",jawabnya.
walaupun sebenarnya ia sengaja datang untuk pergi ke kantor tempat suaminya bekerja,sekaligus merupakan perusahaan milik ayahnya.
sekretaris Burhan yang selama ini menjadi tangan kanannya menelpon mengabarkan kepadanya bahwa rapat direksi akan segera dimulai,sementara Burhan belum juga sampai dikantor.
Dengan alasan itu ia berharap suaminya itu tidak berpikir yang aneh -aneh terhadapnya.
memang beberapa hari belakangan ini Nayla menyuruh seseorang untuk mengawasi suaminya itu ,walaupun ada rasa tidak percaya namun hari ini ia membuktikannya.
__ADS_1
suaminya tidak berada ditempat kerjanya pagi ini,suruhannya mengatakan bahwa Burhan pagi ini mengantar pulang seorang wanita dari rumah sakit.namun belum diketahui siapa yang diantarnya.
Walaupun ada rasa curiga dihatinya namun ia urung untuk menanyakan yang sebenarnya pada suaminya itu.Rasa rindunya telah menutupi kecurigaannya saat ini.
Nayla mendekati Burhan,ia memeluk suaminya itu dari belakang,Burhan yang sedang memeriksa berkas dimejanya itu terkejut,namun langsung memegang kedua tangan istrinya itu.sambil membalikkan badannya kearah Nayla ia mengecup kedua tangan istrinya itu.
"ada apa sayang,kenapa tiba-tiba seperti ini hmmm?"Burhan merasa heran.
"Aku kangen mas sama kamu"Nayla tersipu malu sambil bergelayut manja
"akhir-akhir ini kita jarang sekali bersama,mas terlalu sibuk dengan urusan kantor, seolah -olah mas lupa kalau mas punya istri dirumah" sambungnya.
Burhan yang mendengar perkataan istrinya mendadak menarik Nayla kepelukannya,tatapan mata mereka berpadu.ia sadar memang beberapa hari terakhir ini ia terlalu sibuk,tapi bukan pekerjaannya yang menyebabkan itu semua,tapi karna ia sibuk mencari perhatian Ayu agar ia bisa mendekati buah hatinya.
"Mas,"Nayla membuyarkan lamunannya,
"oh iya,"sekali lagi ia gugup.
"tentu saja mas rindu sayang" Burhan berkata sambil mendekatkan bibirnya dengan bibir istrinya itu.Nayla tidak menyia-nyiakan kesempatan,ia menyambutnya,pergumulan lidah diantara mereka berdua akhirnya terjadi ,membuat mereka terbuai,
Burhan menambah ritme pagutan bibirnya.hembusan napas yang memburu membuatnya semakin bergairah.tangannya mulai meraba gundukan kenyal dibalik kemeja milik istrinya itu.Nayla mengerang nikmat.
"tok-tok-tok"tiba -tiba pintu diketuk.Burhan yang mendengarnya langsung menghentikan aktifitasnya,dengan cepat ia perbaiki pakaiannya,begitu juga Nayla.
"masuk,"serunya.
"maaf pak,mengganggu sebentar"suara Caca terdengar.
"ya ada apa?"
"ada beberapa berkas yang mesti bapak tanda tangani sekarang juga pak,"
"baiklah "jawab Burhan,ia mengambil pulpen dan mengambil berkas yang diberikan Caca padanya ,Nayla yang berdiri disebelah Burhan hanya memperhatikan saja.
__ADS_1
"masih ada yang diperlukan lagi?"tanya Burhan
"sudah pak",jawab Caca.ia langsung pamit keluar dari ruangan bosnya itu.ia tidak ingin mengganggu kebersamaan kedua pemilik perusahaan .
Burhan cepat-cepat mengunci pintu.ia ingin cepat-melanjutkan kisahnya yang tertunda tadi. mencium bibir Nayla kembali.hasrat yang sudah terpancing tidak dapat dibendung lagi.
nafsunya mulai menggebu,dengan napas yang mulai memburu ia duduk diatas sopa lalu menarik Nayla kepangkuannya.dengan semangat yang membara ia meremas gunung kembar istrinya,tanpa melepaskan penyatuan bibir diantara mereka berdua.Nayla yang mulai terpancing kembali nafsunya mengerang.
"mas..."katanya sambil meremas rambut suaminya.
melihat istrinya yang mulai terangsang ia semakin bersemangat,ia pun tak sabar untuk membuka penutup yang menutupi bagian intim istrinya itu.
secara perlahan ia memasukkan benda panjang dan keras yang sedari tadi sudah tak sabar untuk segera bertemu dengan pasangannya.Nayla memejamkan matanya sambil menikmati peristiwa-peristiwa itu.sesekali terdengar ******* dari mulut mereka berdua
"ahh,nikmat mas..."erang Dinda
"oh Sayang....,mas hampir sampai..."Burhan mempercepat gerakannya.
selang berikutnya mereka berdua telah terkulai lemas,sambil berpelukan mereka tersenyum satu sama lain.Burhan mencium kening Nayla lalu beranjak ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat.
**************
"Hai manis" sapa Burhan pada gadis kecil Alyssa.
"hai om,"balasnya sambil melambaikan tangannya.Ia keluar dari pintu rumahnya diiringi Ayu di belakangnya.Hari ini mereka sudah sepakat untuk pergi jalan-jalan ke mall,karena keesokan harinya Alyssa akan kembali ke pemondokannya dikampung.
"Bagaimana keadaanmu Yu?"
"aku sudah baikan kok mas,terima kasih atas perhatiannya"jawab Ayu.sementara Alyssa berjalan lebih dulu menuju mobil.wajahnya berseri -seri.selama ini ia tidak pernah merasakan yang namanya jalan -jalan.apalagi bersama bundanya.ia hanya tau pondokannya dan neneknya saja.
setelah puas berkeliling akhirnya mereka bertiga memilih makan di cafe tempat Ayu bekerja.Ayu sengaja memilih tempat itu karena ia tau kualitas kebersihan dan kelezatan makanannya.
Burhan yang juga terbiasa berlangganan makanan disitu juga setuju.kualitas dan kuantitas cafe itu pantas untuk diacungi jempol.selain rasa yang lezat,karyawannya juga mempunyai sopan santun yang hebat.
__ADS_1