Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
BAB 20


__ADS_3

Dinda dan Reno akhirnya janjian bersama setelah ibunya Ayu pulang kerumah,sementara Burhan masih menjaga Alyssa dirumah sakit.


"Reno apa yang harus kita lakukan sekarang terhadap Ibu Nayla" Dinda membuka pembicaraan


hari ini Dinda dan Reno memang berniat untuk berjumpa membicarakan tentang hal yang telah terjadi kepada Ayu sahabat mereka.


"aku masih belum mendapatkan ide bagaimana caranya agar Bu Nayla mengakui perbuatannya terhadap Ayu "


"bagaimana kalau kita menjebaknya"Dinda memberi solusi


"tapi bagaimana, aku sendiri tidak tega melihat Ayu seperti itu,"


"bagaimana kalau kita ajak Pak Burhan untuk bekerja sama?"


"boleh juga kapan kita bisa menjumpai Pak Burhan,"


"rasanya tersiksa melihat orang yang kita cintai menjadi seperti itu",


"bagaimana kalau hari ini, kebetulan Pak Burhan sedang menjaga Alisa di rumah sakit,, kita bisa lebih leluasa untuk berbicara panjang lebar apa yang akan kita rencanakan nantinya terhadap Bu Nayla"


"baiklah mari kita ke rumah sakit bersama-sama",


Reno mengangguk, menyetujui keputusan temannya itu,akhirnya kedua sahabat akrab Ayu pergi berbarengan ke rumah sakit untuk menemui Pak Burhan.


sesampainya di rumah sakit mereka langsung menuju ke ruangan tempat Alyssa dirawat.


namun belum sempat mereka masuk ke ruangannya terdengar dari dalam ruangan Alyssa dua orang sedang berdebat dengan hebat.


kedua orang sahabat itu akhirnya memperlambat langkahnya, dengan perlahan Dinda mengintip dari sela kaca yang ada di pintu ruangan itu,


iya terkejut karena di situ ia melihat ada Bu Nayla dan Pak Burhan, mereka terlihat sedang beradu mulut.


Dinda merasa hal itu sangat mengganggu istirahat Alyssa, dengan cepat dan spontan Ia membuka pintu ruangan Alyssa dan menarik kedua tangan Pak Burhan dan Bu Nayla.


Nayla dan Burhan seketika terkejut , mereka tidak menyangka kalau Dinda berani berbuat itu kepada mereka.


rReno yang melihat tindakan Dinda hanya bisa diam terpaku, dia tidak menyangka kalau Dinda akan senekat itu.


"maaf Pak Bu saya bertindak kurang ajar kepada kalian berdua, tapi terus terang saya tidak setuju dengan kelakuan yang kalian buat seperti tadi di dalam ruangan Alyssa."


Alisa sedang beristirahat sementara kalian berdebat ribut di dalam sana"


"apakah itu pantas? di mana sebenarnya hati nurani kalian,"


bukannya menolong dan memberi ketenangan pada yang sakit tapi kalian malah membuat keributan di dalam sana"


Dinda merasa geram dengan tindakan kedua orang itu. sehingga tanpa berpikir panjang ia menghakimi mereka. iya juga tidak menilai dari mana mereka berasal, hanya saja apa yang mereka lakukan itu memang betul-betul tidak pantas.


mendengar perkataan Dinda yang panjang lebar akhirnya Pak Burhan dan Bu Nayla terdiam untuk sesaat.


"maafkan kami Dinda bukan maksud kami untuk melakukan hal ini di sini," Pak Burhan merendahkan suaranya setelah melihat siapa yang berbicara di depannya.

__ADS_1


sementara Bu Nayla masih memasang wajah marah terhadap suaminya. iya tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi, yang ia tahu saat ini bahwa ia mencari seseorang yang tadi pagi baru saja ditabraknya.


akan tetapi ia menjadi sangat marah karena bertemu dengan suaminya dan melihat bahwa suaminya Burhan yang menjaga anak yang baru ditabraknya,


ia semakin tidak mengerti melihat tindakan suaminya saat ini.apa sebenarnya hubungan antara anak itu dan suaminya.


sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran suaminya dan apa sebenarnya yang terjadi, semua itu sungguh membuat Nayla menjadi semakin bingung.


sementara Reno dan Dinda juga terlihat bingung apa yang harus mereka lakukan saat ini. rencana yang semula mereka atur hari ini menjadi berantakan.


"baiklah Pak hari ini saya maafkan", akhirnya Dinda membuka suara.


"makan bapak bawa dulu istri bapak keluar saya tidak ingin apa yang terjadi antara bapak dan ibu mengganggu ketentraman dan ketenangan Alyssa di dalam sana"


Reno mengangguk pertanda bahwa ia menyetujui dengan tindakan yang Dinda berbuat terhadap sepasang suami istri itu.


akhirnya Pak Burhan membawa istrinya keluar dari ruangan dan menuju tempat parkiran mobil. tidak ada kata yang terucap dari dua mulut suami istri itu.


terlihat sesekali Pak Burhan menarik nafas panjang. ya tidak menyangka ternyata yang melakukan tabrak lari itu adalah istrinya sendiri.


...****************...


flashback on


setelah keluar dari hotel Nayla terburu-buru pergi membawa mobilnya menuju ke cafe tempat kerja samanya dengan Revan, iya ingin berbagi cerita dengan temannya itu sekaligus ingin bertemu dengan Lisa.


dengan kecepatan tinggi dia bawa mobilnya, namun naas di tengah perjalanan seorang anak kecil tiba-tiba melintas di depannya,


Nayla yang masih panik langsung melajukan mobilnya Ia juga merasa takut kalau nanti akan dihakimi warga.


berulang kali iya membunyikan klaksonnya dengan kuat. dengan tujuan agar orang-orang mau memberi jalan padanya untuk sampai pada tempat yang ditujunya.


sementara beberapa orang warga berlari berteriak sambil mengacungkan tangannya menuju ke arah mobil NAyla.


Nayla tidak peduli dan terus saja melajukan mobilnya.


sesampainya di cafe ia langsung menuju ruangan Revan, dengan nafas yang masih terengah-engah dia langsung duduk dan memberi kode kepada Revan agar memberikan ia segelas air putih.


Revan yang masih terkejut spontan mengambil air untuk sahabat dan rekan kerjanya itu.


"ada apa Nay kelihatannya kau terburu-buru wajahmu pucat sekali?" Revan bertanya setelah melihat Nayla menghabiskan minumannya.


"tolong aku reff Aku takut sekali," Nayla berkata sambil menarik-narik tangan Revan yang berada di seberang meja tempat ia duduk.


"oke coba tenangkan dirimu dulu baru setelah itu kau ceritakan bagaimana dan apa sebenarnya yang sedang terjadi, ok..." Revan berusaha untuk menenangkannya.


"sambil menutup mata Nayla menarik nafas panjang.


lalu Ia menceritakan kronologisnya dari ia di hotel hingga ia menuju ke ruangan Revan.


tidak satupun yang tertinggal yang ia ceritakan kepada Revan.

__ADS_1


akan tetapi ia tidak menceritakan sebelum ia berada di hotel itu.


ya tidak ingin Revan berprasangka buruk terhadapnya.


Revan mengangguk tanda mengerti dengan apa yang diucapkan partner kerjanya itu.


lalu Revan memberi nasehat kepada Nayla agar ia segera mencari keberadaan anak itu.


"kamu harus segera mencarinya Nayla, sebelum polisi mendapatkan bukti melalui CCTV diantara jalan-jalan itu," Revan memberikan nasehat.


Nayla masih terdiam ia masih mengatur nafas serta degup jantungnya yang masih berdegup dengan kencang.


pikirannya masih kacau tak menentu. masalah yang satu belum selesai lalu masalah yang lain timbul,


ia merasa sangat tertekan.


melihat gelanggang itu Revan akhirnya mengalah untuk tidak lagi menambah beban pikirannya.


iya masih tetap berusaha untuk menenangkan Nayla terlebih dahulu.


ya mengerti dan paham bagaimana sifat dan sikap Nayla sebenarnya jika bukan karena masalah yang berat dia tidak akan tertekan seperti itu.


setelah beberapa saat akhirnya Nayla meninggalkan ruangan Revan dan berusaha untuk mencari keberadaan anak yang ditabraknya tadi.


iya kembali ke tempat di mana iya menabrak anak perempuan kecuali itu tapi dengan menggunakan mobil Revan,


iya tidak berani menggunakan mobilnya sendiri karena ya aku takut ada warga yang menandai plat kendaraannya yang ia pakai.


dengan susah payah akhirnya ia mendapat informasi bahwa anak perempuan kecil itu telah dibawa ke rumah sakit.


dengan bergegas ia langsung menuju rumah sakit yang telah diberitahu oleh warga. namun alangkah terkejutnya iya saat melihat bahwa yang ada di dalam ruangan itu adalah suaminya sendiri.


Burhan yang juga terkejut dengan kedatangannya akhirnya sama-sama tidak dapat mengendalikan diri,


y"Nayla akhirnya kamu muncul juga tapi apa yang kamu lakukan di sini hahh..." Burhan menyentak


bukannya menjawab Nayla malah marah dan berganti memarahi Burhan,


"kamu sendiri apa yang kamu lakukan di sini?


bukankah kau telah sibuk mengejar wanita itu?"


"kamu..."seru Burhan sambil mengacungkan kelima jarinya ingin menampar wajah Nayla,


Nayla menundukkan wajahnya berusaha menghindari tangan Burhan.


iya tidak menyangka selama 10 tahun ini Burhan tidak pernah bersikap kasar kepadanya, namun karena wanita itu dia ingin menampar dirinya.


iya sungguh merasa sedih tak menyangka dengan apa yang telah dilakukan suaminya saat ini.


namun dengan kuat hati yang menyembunyikan kesedihannya,

__ADS_1


iya berusaha tegar walaupun hatinya terasa rapuh.


__ADS_2