Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
47. Aku mencintaimu


__ADS_3

Lanjut lagi yu...


Jangan lupa dukungannya buat aku ya..


Happy reading guys...!!!


* * *


" Kamu jahat, aku benci kamu kak? " di sela isak tangisnya itu Yasika membuka suaranya.


Kaisar masih saja memeluk Yasika dengan begitu eratnya, ia menyesali perbuatannya itu. Ia menerima semua pukulan dari Yasika saat ini. Ia benar-benar merutuki dirinya sendiri. Apa yang ia perbuat kepada gadis yang sekarang sedang menangis di pelukannya itu, sangatlah keterlaluan.


Kaisar tidak bisa menahan diri dan emosinya, ia di selimuti rasa marah dan cemburu pada Yasika. Dan itu juga tidak lain karena pengaruh alkohol itu. Kaisar benar-benar menyesal sekarang. Ia telah beberapa kali menyakiti hati Yasika.


" Kamu berhak marah kepadaku, tapi aku mohon maafkan aku.!! " Ucap Kaisar masih dengan memeluk tubuh gadis ini.


Kaisar memakaikan jasnya kepada Yasika, ia menutupi tubuh gadis itu yang sempat terbuka karena ulahnya. Ia juga melihat di sekitar area leher Yasika, ada beberapa tanda merah akibat perbuatannya.


Saat ini, Yasika hanya bisa menangis di pelukannya Kaisar. Ia tidak mengira sedikitpun bahwa Kai akan melakukan hal tersebut kepada dirinya. Yasika benar-benar merasakan takut yang luar biasa saat melihat Kai seperti itu. Tetapi ia juga merasa lega karena akhirnya Kaisar berhenti dan tidak menyakiti nya lagi.


* * *


Yasika membuka matanya secara perlahan, ia merasakan sedikit rasa sakit pada seluruh tubuhnya. Entah sudah berapa lama ia tertidur, ia bahkan tidak mengingat lagi apa-apa setelah Kaisar mengantarkannya untuk pulang.


Tetapi ada yang berbeda setelah ia berhasil mengumpulkan seluruh nyawanya setelah tidur cukup lama, ia membuka matanya lebar-lebar, ia melihat ke seluruh ruangan. Ia sekarang sadar jika dirinya tidur saat ini bukanlah di kamar kostnya, melainkan di tempat berbeda dan terasa asing baginya.


Dimana Aku???


Yasika mencoba untuk bangun dari tidurnya, ia menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Yasika melihat baju yang ia kenakan saat ini, dan itu membuatnya sangat terkejut, sekarang ia hanya menggunakan kemeja putih polos yang longgar di tubuhnya. Ia menggulung rambutnya secara asal. Kemudian ia melangkah turun dari tempat tidurnya. Ia berjalan ke arah balkon, tetapi kini langkah kakinya itu berhenti ketika ia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.



Kaisar terkejut saat ia keluar dari kamar mandi, ia mendapati Yasika tengah berdiri menatapnya. Kaisar melongo tidak percaya, melihat penampilan Yasika yang seperti ini, dan menurutnya itu sangat seksi. Tetapi Kaisar segera menepis pikiran itu, ia tidak ingin lagi menyakiti perempuan yang kini ada bersamanya. Kaisar kemudian tersenyum ke arah dimana Yasika berdiri saat ini.


" Kenapa aku ada disini, apa yang kamu lakukan Kak? " Sentak Yasika pada Kaisar.


" Hei ... Tenang sayang, aku bisa jelasin semuanya. Aku tidak melakukan apa-apa.! "


" Jangan bohong kamu Kak? "


Kaisar berjalan maju sedikit, ia ingin mendekati Yasika. Tetapi Yasika buru-buru mundur beberapa langkah ke belakang, karena ia tidak mau kalau Kaisar mendekatinya.


" Jangan dekati aku, Kak? " Yasika menatap Kaisar dengan tatapan memohon.


Kaisar bisa melihat bagaimana keadaan Yasika saat ini, Yasika benar-benar ketakutan saat melihat dirinya. Begitu takutkah Yasika sekarang?


Kaisar manarik nafasnya dalam, kemudian ia menghembuskannya secara perlahan. Kaisar mencoba berjalan lagi untuk mendekati Yasika.


" Aku bisa jelasin, kamu semalam ketiduran di mobil, jadi aku terpaksa bawa kamu kesini. dan untuk pakaian mu aku menyuruh orang lain untuk menggantinya.! "


Yasika diam dengan masih menatap Kaisar yang kini tengah berdiri di hadapannya. Ada rasa lega di hatinya saat mendengar penuturan Kaisar barusan.


" Kamu gak bohong kan Kak? "

__ADS_1


Kaisar tersenyum, dan ia langsung mendekati perempuan yang kini terlihat sangat cantik di pagi hari dengan penampilan nya yang seperti itu. Kaisar langsung membawa tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.


" Kalau, aku bohong bagaimana? "


" Kak..!! "


Kaisar terkekeh geli saat melihat reaksi Yasika yang seperti itu, ia semakin mengeratkan pelukannya terhadap perempuan yang kini tengah menatap kepadanya.


" Kenapa liatin aku kayak gitu.? "


" Aku gak ngerti sama kamu Kak, kamu bilang kamu udah gak tertarik lagi sama aku.! "


" Jangan percaya, itu bohong. "


" Maksud kamu.? "


" Setiap hari, bahkan setiap saat kamu selalu membuatku tertarik dan semakin mencintaimu.! "


" Bohong... aku gak percaya, buktinya kamu sama tunangan mu itu setiap hari semakin mesra, bahkan kali____? "


Kaisar segera memotong ucapan Yasika. " Jangan di teruskan.. "


" Kenapa, itu memang benar kan?"


" Karena aku hanya ingin membuatmu cemburu..!!"


Yasika memicingkan matanya menatap jengkel pada laki-laki yang kini sedang tersenyum kepadanya.. " Ish... dan itu berhasil, menyebalkan.!!". Ucap Yasika dengan mengerucutkan bibirnya.


Kaisar tergelak saat itu juga, ia tidak pernah mengira bahwa perempuan yang saat ini tengah ia peluk benar-benar membuatnya bisa bahagia seperti ini.


" Jangan ngaco kamu, memangnya aku makanan.!"


Dan lagi-lagi Kaisar tertawa, ia tidak tahan melihat betapa menggemaskan nya gadis ini.


Kaisar melepaskan pelukannya, kemudian ia sedikit menjauh untuk menjangkau pandangannya dengan Yasika sehingga kini mereka saling menatap.


" Maafkan aku, telah menyakitimu? "


Yasika tersenyum " Aku, sudah memaafkanmu Kak. "


" Aku mencintaimu. "


Yasika menatap mata Kaisar dalam, ia merasa senang ketika Kaisar mengatakan hal yang membuatnya bisa merasa bahagia seperti ini. Tetapi ada yang membuatnya merasakan takut dengan perasaannya saat ini.


" Kak, bagaimana hubungan mu dengan tunangan mu itu? "


" Jangan pikirkan itu. "


" Kenapa, kalian akan segera menikah bukan? "


" Itu tidak akan terjadi.. "


" Kenapa? "

__ADS_1


" Karena aku tidak mencintainya.Aku hanya akan menikah dengan orang yang aku cintai, dan itu adalah kamu.! "


" Bagaimana dengan orang tuamu Kak.? "


" Itu urusanku. "


" Tapi... Kak___?? "


" Sudah, kamu itu cerewet sekali ya?? " dengan gemas Kaisar mencubit hidung Yasika.


Yasika pun tersenyum, ia tidak lagi bicara apa-apa, meski kini dalam hatinya ia merasa tetap bersalah karena ia tidak menepati janjinya kepada orang tuanya Kaisar.


" Kak.... "


" Ada apa sayangku..? "


" Mana bajuku..? "


" Tunggu sebentar ya, Bayu masih di jalan. "


" Apa?? kenapa Bayu?? "


" Karena aku memintanya untuk membawa pakaian untukmu. "


" Tapi aku maunya yang tertutup, atau bawakan aku syal juga ya? "


Kaisar menoleh ke arah gadis yang sedang bicara kepadanya, ia sedikit tidak mengerti dengan permintaan Yasika sekarang. Kaisar mengerutkan keningnya ia merasa heran.


" Kenapa? " Tanya Kaisar kepada Yasika.


Yasika menggerlingkan kedua bola matanya, ia menatap Kaisar dengan tatapan kesal dan jengkel.


" Ini..! " tunjuk Yasika pada lehernya itu. " Aku malu.. "


Kaisar mengulum senyum, ia mengerti sekarang kenapa Yasika menginginkan baju yang tertutup dan juga syal, jadi itu alasannya. Kaisar menyadari itu adalah perbuatannya kemarin. Kaisar berdiri dari duduknya ia menghampiri Yasika yang masih berdiri dan menundukkan wajahnya itu. Kaisar sengaja ia ingin menggoda lagi perempuan yang kini tengah merasakan malu itu.


" Mana, coba aku lihat? "


Kaisar mendekat dan melihat dengan jarak yang sangat dekat. Kemudian ia berbisik lembut di telinga Yasika.


" Sini biar aku tambah lagi..!!! "


" Kaaakkkk....!!! " Teriak Yasika dengan memukul lengannya Kaisar.


" Kamu itu Ya...?? "


* * *


Jangan lupa Tinggalkan like, komen dan vote buat aku ya??


Terima kasih semuanya..


Mohon maaf sekali lagi jika ada salah dalam penulisan atau kata-kata yang salah dan tidak sesuai.

__ADS_1


Salam saya untuk semua... ❤


__ADS_2