
sementara itu ditempat lain,terlihat Ayu berlari menuju kejalan raya,,jarak yang begitu jauh membuatnya lemah,sudah dua jam lebih ia terus berlari menyusuri hutan dari tempat ia disekap,ia tau anak buah Nayla pasti akan mencarinya sampai kemanapun.
Ia berulang kali menoleh kebelakang agar dapat melihat apakah masih ada yang mengejarnya.setelah yakin tidak ada seorangpun dibelakangnya,ia mencari tempat untuk sekedar beristirahat sebentar.
kaki dan tangannya terasa perih,terkena ranting kayu dan ilalang yang tajam,semak belukar yang ia lewati membuat beberapa luka tertancap disana.sambil beristirahat ia memikirkan sesuatu.jika saja Burhan tau apa yang dilakukan istrinya terhadapnya mungkinkah ia akan membelaku?batinnya
sejenak tanpa disadari ia terlelap namun tiba-tiba seseorang mengangkat tubuhnya dan memasukkannya kedalam sebuah mobil Vans.antara sadar dan tidak Ayu membuka matanya perlahan,namun karena lelah yang dialaminya membuat matanya kembali terpejam .
setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya Vans itu berhenti disebuah rumah mewah dan megah namun terlihat sudah kuno.
Ayu tersadar,ya Allah dimana lagi kali ini aku?batinnya,baru keluar dari satu bahaya masuk kedalam bahaya yang lain.
tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki seseorang mendekati ruangan tempat ia terbaring.dengan perlahan pintu terbuka
"hai Ayu,..." sapa seorang wanita yang tidak asing lagi bagi Ayu,sambil tersenyum ia mendekati teman satu kerjaannya itu.
"Lisa,apa yang kamu inginkan dariku?" Ayu bertanya sambil perlahan menggeser punggungnya kebelakang,
"aku tidak inginkan apa-apa kok,"jawabnya sinis
"aku hanya ingin kamu pergi sejauh-jauhnya dari pak Revan," sambungnya
"dan sekarang,semua itu sudah terjadi,aku sangat bahagia" lalu ia berlalu dari hadapan Ayu.
"tapi Lisa,,,"Ayu terheran,
apa sebenarnya yang ia inginkan,karna ia merasa tidak bermusuhan dengan siapapun.Selama ini ia juga menyadari kalau keberadaannya di cafe membuat Lisa merasa tersaingi.
belum lagi hilang rasa herannya seorang laki -laki yang juga tidak asing baginya datang menghampirinya,
"Ayu,,,bagaimana kabarmu?aku harap kamu baik-baik saja ",sapa Reno
"Reno,apa yang kamu lakukan disini?,apakah kamu bekerja sama dengan Lisa untuk mencelakai ku?"
"tenang Yu,aku tidak sejahat itu.tadi aku sedang menuju kesuatu tempat bersama Lisa namun ditengah jalan kami melihat seseorang terlihat terbaring.setelah kami amati ternyata itu adalah kamu, lalu kami segera membawamu kesini."
"benarkah?"Ayu tak percaya.
__ADS_1
"percaya sama aku Yu "kata Reno meyakinkannya.
dengan perlahan Reno mendekati Ayu,mengambil jari-jarinya lalu menciumnya dengan lembut.Ayu yang masih termangu sontak menarik jari-jarinya dari genggaman Reno.
"apa maksudmu dengan semua ini Ren?"Ayu berteriak
"Aku mencintaimu Yu,"Reno berterus terang.
"ya,selama ini aku memendam rasa padamu,tapi semakin lama aku memendamnya semakin aku tersiksa"
"sebenarnya bukan jalan ini yang aku inginkan," sambungnya
"tapi melihat kedekatan mu dengan Burhan membuat aku semakin cemburu,membuat aku ingin segera memilikimu bagaimanapun caranya"
Ayu yang mendengar pernyataan Reno terperangah,tak menyangka orang yang selama ini dianggapnya sebagai teman baik menaruh hati yang begitu besar padanya.
Bukan ia tidak menghargai perasaan Reno tapi apa yang ia alami selama ini tidak mungkin ia ceritakan kepada Reno.
sebelum Ayu mengatakan sesuatu tiba -tiba seseorang menyekapnya dari belakang tubuhnya.dalam hitungan detik Ayu kembali tidak sadarkan diri.
Lisa tersenyum menang,
Reno yang melihat perbuatan Lisa pada orang yang dicintainya menjadi marah,
"Lisa,apa yang kamu lakukan terhadap Ayu?bukankah kesepakatan kita sudah selesai,lalu ini apa?"
Lisa yang merasa menang tersenyum sinis pada Reno.
"maafkan aku Reno,kesepakatan kita batal,aku punya kesepakatan yang lebih menarik lagi dari orang lain"
Reno hendak mendekati Ayu,namun dua orang lelaki tegap menahannya.sementara dua orang laki-laki lain membawa Ayu mengikuti langkah Lisa.
"Lisa,,,kalau terjadi sesuatu pada Ayu maka aku tidak akan memaafkanmu," Reno berteriak.
Lisa tidak menghiraukannya,dengan langkah tenang ia pergi meninggalkan Reno sambil memberi kode pada anak buahnya agar mengikutinya.
Reno berusaha untuk berontak,namun tenaga kedua orang suruhan Lisa tidak mampu untuk ia lawan.
__ADS_1
sementara itu Burhan dan Dinda berjuang untuk bisa kabur dari tempat mereka disekap,dan akhirnya mereka bisa melarikan diri saat penjaga lengah,mereka keluar melalui sela-sela dinding yang terlihat sudah mulai keropos.
Dengan bersusah payah mereka berdua berlari untuk mencari tempat berlindung,diantara semak-semak belukar mereka lalui jalan yang penuh ranting kayu.
disela-sela pelarian mereka,Burhan melihat sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat persembunyian.Ia terkejut ternyata mobil itu adalah kenderaan milik istrinya yang ia berikan saat ulang tahun pernikahan mereka yang ke sepuluh.
Hatinya bertanya-tanya mengapa mobil itu ada ditengah hutan sepi seperti ini.
mungkinkah Nayla adalah dalang atas penculikan terhadap Ayu?tapi mengapa?ah rasanya tidak mungkin Nayla melakukan hal seburuk itu.Istrinya itu adalah seseorang yang berhati lembut, dan penyayang,dia tidak mungkin sanggup melakukannya,pikiran Burhan berkecamuk.
sementara Dinda,ia mulai mengira-ngira apa sebenarnya yang sedang terjadi saat ini,antara Pak Burhan,Ayu dan Nayla.
Tak lama kemudian terlihat Nayla mengenakan masker dengan wajah yang marah ia membuka pintu mobil,dipandanginya sejenak rumah tempat yang baru ia datangi,lalu bergegas pergi.
Burhan yang melihat peristiwa itu mencari cara agar ia bisa mengikuti jejak sang istri,namun sayang semuanya sia-sia sebab tidak ada kenderaan disana.
tanpa disadari tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya,ternyata Dinda sudah memprediksi apa yang akan terjadi.
dengan setengah berlari Burhan langsung meminta Dinda untuk beralih kemudi,ia ingin mengejar istrinya.
Dengan susah payah akhirnya mereka menemukan mobil Nayla berhenti di sebuah rumah tua,,
Burhan teringat akan sesuatu,rumah itu adalah peninggalan orang tua Nayla,beberapa kali mereka pernah mengunjungi tempat itu.
walaupun rumah itu terlihat tua ,namun masih tampak kuat dan kokoh.lagi-lagi Burhan merasa heran,tidak biasanya Nayla pergi kesini tanpa mengajaknya.tapi ia teringat kembali kalau Nayla masih marah atas kejadian beberapa waktu yang lalu.
Alih-alih ingin turun,Burhan menunda keinginannya untuk mendatangi mobil Nayla,karena ia melihat ada seseorang yang datang menghampirinya.sambil menunjuk kearah rumah yang didekatnya.
Ayu terlihat mengangguk tanda mengerti,selang beberapa menit mereka sudah berada dipintu masuk rumah.tampak Lisa membukakan pintu untuk pemilik saham terbanyak dicafe tempatnya bekerja.
Burhan yang melihat itu langsung bergegas hendak turun namun tangan Dinda dengan cepat menahannya.
"kita tidak boleh gegabah pak,"pinta Dinda
"kita lihat dulu apa yang sebenarnya terjadi",pintanya,
"jumlah mereka lebih dari 5 pak,saya khawatir kita tidak dapat mengatasi mereka semua"nasihat Dinda akhirnya mengurungkan niat pak Burhan.
__ADS_1
.