Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
85. Lingerie


__ADS_3

Hallo aku balik lagi..


Semoga gak bosen ya??


Oke, kita lanjut...


Happy reading semua.. ❤


* * *


"Sayang ... Ayo bangun.?" Ucap Kai lembut di telinga sang istri.


Yasika mencoba untuk membuka matanya secara perlahan, ia mengucek matanya berkali-kali. Dan saat ia berhasil bangun dari tidurnya, yang pertama ia lihat adalah wajah sang suami yang begitu tampan sedang tersenyum kepadanya.


"Kak.. "


"Morning kiss.. " Kaisar mengecup bibir sang istri sekilas. "Ayo bangun kita lari pagi, sekalian jalan-jalan."


Yasika tersenyum. "Baiklah, tunggu sebentar ya.?". Dengan segera Yasika berlari ke kamar mandi, ia ingin membersikan dirinya dahulu.



Kaisar sudah siap, ia sengaja bangun pagi hanya ingin mengajak istrinya untuk jalan-jalan di pagi hari, menikmati musim dingin yang sedang terjadi di Korea. Setelah itu mereka akan menghabiskan waktu untuk berkeliling menuju ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang ada disana.


Sebagai seorang suami, ia ingin sekali bisa memanjakan istri cantiknya itu. Apapun akan ia lakukan dan berikan jika sang istri yang memintanya. Termasuk juga jika sang istri memintanya untuk berkeliling dunia sekalipun, tapi Yasika tidak meminta dan menginginkan-nya. Permintaan Yasika hanya ingin berkunjung ke negeri ginseng ini. Dimana disini sangat terkenal dengan kota romantis dan kepopulerannya orang-orang.


Kai tersenyum begitu mendapati sang istri sudah berada di hadapannya saat ini, dengan segera mereka pergi hanya untuk lari pagi dan menikmati udara sejuk dan dingin di pagi hari.


"Wah ... Kak, disini sangat indah sekali.!" Ucap Yasika dengan merasa takjub di buatnya.


"Apa kamu suka?"


"Ya kak, suka sekali.!"


Kaisar menggenggam tangan istrinya itu, mereka berjalan mengelilingi taman yang di penuhi dengan pohon yang sangat besar itu.


"Setelah ini, bersiaplah kita akan pergi jalan-jalan lagi."


Yasika tersenyum lebar. "Kita mau kemana?"


"Kemanapun yang kamu mau, aku akan dengan senang hati mengantarmu."


* * *


__ADS_1


Kaisar tersenyum saat dirinya berhasil mengambil gambar sang istri yang sedang memeluk boneka besar yang terbuat dari salju tersebut. Dirinya sangat bahagia ketika melihat istrinya juga bahagia, ia tidak berhenti menatap wajah cantik sang istri yang sedang bermain salju, layaknya seperti anak kecil saja.


Kai begitu terpaku melihat betapa menggemaskannya istrinya itu. Kai tidak pernah mengira bahwa dirinya akan bertemu dengan seorang wanita seperti Yasika.


"Kak."


Dengan nafas yang masih terengah-engah Yasika duduk di sebelah suaminya itu. Ia menyenderkan kepala di bahunya sang suami, Yasika begitu menikmati hari ini. Dimana dirinya dan sang suami hanya berdua saja.


"Sudah puas mainnya.?" Tanya Kaisar dengan mencubit gemas hidungnya.


"Apaan sih kak, kamu kira aku anak kecil.?" Yasika terkekeh geli.


Kaisar merangkul tubuh sang istri, "Kalau kamu masih kecil mana mungkin aku bisa nidurin kamu.. "


"Aww...!!" Teriak Kai kembali karena sang istri mencubit gemas pinggangnya.


Sudah seharian ini, mereka menghabiskan waktu hanya untuk jalan-jalan mengelilingi tempat yang menjadi tujuan mereka. Bahkan sudah banyak berang belanjaan yang mereka bawa, Kaisar menemani sang istri untuk berbelanja apa saja yang ia inginkan. Tidak lupa juga Kai dan Yasika membeli beberapa barang untuk oleh-oleh.


Tidak terasa waktu dua minggu yang mereka lalui bersama berada di negeri ginseng tersebut kini telah usai. Mereka sangat senang dan menikmati bulan madunya. Sekarang pasangan suami istri yang tengah bulan madu itu harus segera kembali ke tanah air, mereka sudah menyiapkan semuanya. Termasuk dengan jam penerbangan pesawatnya.


* * *


"Hai sayang ... syukurlah kalian sudah sampai dengan selamat, Mama sangat mengkhawatirkan kalian.?" Sewot mama Wina karena melihat kedua anaknya sudah tiba dirumah.


"Kalau begitu, ya sudah kami mau istirahat dulu ya ma..?" Ucap Kaisar yang sudah merasa lelah.


"Baiklah, kalian istirahat dulu sana. "


Kai dan Yasika-pun segera bergegas pergi ke kamarnya mereka, begitu tiba di kamar Kaisar langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur besar miliknya. Sedangkan Yasika ia lebih memilih untuk merendam tubuhnya terlebih dahulu, karena ia sudah merasa gerah dan lengket.


Yasika sudah keluar dari kamar mandi dengan begitu segar dan wangi. Ia berniat ingin membereskan semua barang bawaannya, saat dirinya membuka lemari pakaian-nya tiba-tiba pandangan matanya itu tertuju pada tumpukan kado yang belum sempat ia buka. Yasika tersenyum kemudian ia mengambil salah satu kado yang berasal dari para sahabatnya.


Yasika terkejut saat ia melihat isi dari kado tersebut, matanya membulat sempurna dengan mulut yang sedikit menganga.


"Apaan ini, kayak kurang bahan ja.?" Gerutu Yasika saat ia melihat beberapa gaun tidur malam yang sangat pendek dan menerawang sehingga kelihatan sangat seksi. Yasika juga tersenyum saat ia membaca sebuah kertas yang berada dalam kado tersebut.


Gak pakai Lingerie kayak gini juga dia tiap hari nidurin aku...!!!


"Kamu bicara apa sayang? Aku gak denger.?"


"Ya ampun... Kak..!!"


Yasika terkejut saat tiba-tiba saja Kaisar memeluknya dari belakang dengan sangat erat, entah dari kapan suaminya itu terbangun padahal setahu Yasika, suaminya itu masih tidur dengan lelapnya.


"Dari kapan Kakak bangun.?"

__ADS_1


"Dari tadi.."


"Jadi Kamu denger aku ngomong.?"


"Ya jelas, aku denger semuanya. Ini apa?" Tanya Kai pura-pura tidak tahu dengan apa yang istrinya itu pegang.


Yasika buru-buru meletakan lingerie itu di bawah bantal, ia tidak ingin jika Kai suaminya itu sampai mengetahui apa yang di berikan oleh para sahabatnya itu.


"Kenapa di sembunyiin sih? aku tau kok itu apa?"


Yasika tersenyum kikuk, ia sebenarnya malu jika sampai Kai mengetahuinya.


"A _ aku gak tau, mereka yang ngasih itu sama aku."


Kaisar tersenyum dalam pelukannya, ia semakin membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya itu. Kaisar begitu menyukai aroma harum tubuh sang istri, Kai mencium leher dan menghisap wangi tubuhnya.


"Kamu wangi sekali sayang.?"


"Kak... Ah... " Yasika mendesah saat Kai menggigit kecil dan meniup telinganya.


"Aku suka warna merah.?" Bisiknya pelan dengan suara seraknya.


"Apa.?"


"Ini." Kaisar mengambil lingerie itu dari bawah bantal. "Aku mau kamu memakainya."


"Gak mau, apaan lihatnya saja aku geli.!"


"Ya sudah kalau kamu gak mau pakai ini." Kai menjeda kalimatnya. "Aku lebih suka saat lihat kamu telanjang gak pakai apa-apa. " Bisiknya kembali dengan sangat pelan dan seringai-nya.


"Kamu ini...!!! "


* * *


Ayo masih tetap dukung aku kan?


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote juga ya??


Mohon maaf bila ada kesalahan dalam cerita, tulisan atau kata-katanya yang salah?


Harap di maklum ya??


Terima kasih buat semua...


Salam saya... ❤

__ADS_1


__ADS_2