
Happy reading semua... ❤
* * *
Hari ini, adalah hari pernikahan untuk mereka berdua. Acara yang di buat-pun sangat terkesan mewah, apalagi melihat sosok Kaisar yang sudah banyak di kenal orang dan dia berada di kalangan pengusaha muda dan berbakat.
Hari yang mereka sudah nantikan sejak dahulu, dan mereka tunggu selama ini, kini tiba pada waktunya. Penantian selama ini akhirnya terjawab sudah karena mereka akan segera mengikat janji suci di hadapan Tuhan dan semua orang yang akan menyaksikan hari bahagia mereka berdua.
Yasika duduk, ia sedang di rias oleh penata rias pilihan sang mama mertua. Karena mama Wina sangat menginginkan jika menantunya itu terlihat lebih cantik dan sempurna. Pada dasarnya Yasika memang sudah sangat cantik, sang penata rias-pun sampai takjub ketika melihat orang yang akan dia rias hari ini.
"Jadi ini calon menantu dan pengantin kita hari ini nyonya.?" Tanya sang penata rias itu dengan terus menatap wajah cantiknya Yasika.
Mama Wina tersenyum, "Iya, dia cantik kan?"
"Ini mah gak perlu di makeover lagi nyonya, soalnya cantiknya dan kebangetan banget.. " Dengan terkekeh penata rias itu bicara.
"Siapa dulu dong calon menantunya aku gitu loh.. " Balas mama Wina bangga.
Yasika hanya tersenyum menanggapi perbincangan keduanya, ia sangat senang sekali karena mama Wina sangat menyayanginya. Yasika tidak pernah mengira kalau dirinya akan menjadi bagian dari keluarga besarnya Pratama. Keluarga yang sangat terpandang di kota itu, semua orang sangat mengenal keluarganya Kaisar karena mereka sering wara-wiri di majalah bahkan di televisi sekaligus.
"Waw... luar biasa..!!! " Ucap penata rias itu dengan sangat takjub dan kagum saat dirinya melihat betapa cantiknya seorang Yasika.
* * *
Berada di ruangan yang berbeda, ada seseorang yang sedang merasakan gugup dan jantungnya berdebar sangat luar biasa. Wajah yang tampaknya tenang kini berubah menjadi pucat pasi, ia menatap pantulan dirinya sendiri dalam cermin, ia sudah sangat tampan hari ini dengan mengenakan pakaian yang sudah lengkap sebagai seorang pengantin pria.
Hari ini, adalah hari dimana dirinya akan menikahi seorang gadis yang sangat di cintai. Meskipun sekarang ia gugup tapi sebisa mungkin ia akan mencoba untuk tenang. Kaisar menarik nafasnya dalam, ia mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Apa kamu sudah siap nak?" Tanya papa Andi yang maju mendekat ke arah dimana saat ini Kaisar sedang berdiri.
Kaisar menoleh dan ia tersenyum, "Pa ... "
__ADS_1
"Apa kamu gugup?"
"Ya... pa. "
Papa Andi berdiri di sampingnya Kaisar, ia menepuk bahu Kaisar pelan. "Papa tau Kai, dan papa juga pernah ngerasain ini semua. Papa sama seperti kamu, merasa cemas, gugup bahkan Papa sempat tegang." Dengan tertawa kecil papanya itu bicara.
Kaisar menganggukkan kepalanya pelan, ia mencoba untuk bersikap tenang. Ia akan berusaha menutupi rasa gugupnya itu, Kaisar sudah tidak sabar ia ingin segera bertemu dengan sang pujaan hatinya yang selama ini ia rindukan, karena mereka tidak bertemu untuk beberapa hari ini.
"Ya sudah kamu tenang ja ya Kai, papa tau kamu pasti bisa. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar. Kalau begitu ayo kita pergi, mereka sudah menunggumu?"
"Baiklah Pa... "
Acara yang di buat terkesan sangat mewah, namun lebih tertutup untuk media karena Kaisar ingin pernikahannya berjalan dengan sangat khidmat. Banyak tamu yang sudah datang, mereka semua dari kalangan orang terpandang dan rekan bisnisnya dari Kaisar dan papa Andi. Mereka akan menjadi saksi untuk pernikahannya.
Suasana saat itu begitu khidmat dan penuh rasa haru ketika Kaisar sudah sah menjadi suaminya, Yasika sampai menitihkan air matanya karena ia merasa sangat senang dan bahagia. Begitu juga dengan kedua orang tua mereka berdua yang begitu terharu sekaligus merasa tenang dan bahagia.
Yasika sangat terlihat cantik dengan mengenakan gaun putih pengantinnya itu, kecantikannya semakin terlihat bersinar ketika Yasika tidak berhenti untuk tersenyum. Bahkan Kaisar saja sampai terkejut dan matanya melotot dengan sempurna saat melihat Yasika berjalan ke arahnya. Sungguh sangat sulit untuk di ungkapkan ketika melihat kecantikan Yasika saat ini.
Kaisar memperhatikan dan menatapnya dengan penuh rasa kagum, ia tersenyum bangga karena bisa menikahi dan memiliki gadis yang sangat cantik dalam keadaan sempurna seperti Yasika.
"Aku gak akan bosen untuk bilang ini sama kamu." Bisik Kai lembut.
"Apa?"
"Kamu sangat cantik. "
Yasika tersenyum malu-malu, "Apaan sih kak.?"
"Kamu cantik sekali sayangku.. " Godanya kembali.
"Aku tau kok..! "
__ADS_1
Kaisar terkekeh, ia sangat senang jika sudah menggoda gadis yang kini sudah resmi menjadi istrinya itu. Kaisar merasa gemas di buatnya, dan ia tidak pernah berhenti untuk menatap wajah cantik istrinya itu.
"Akhirnya..." Ucap Kai kembali.
Yasika mengerut bingung. "Kenapa?"
"Kamu sekarang menjadi milik aku seutuhnya."
Yasika tersenyum kecil di sebelahnya sebelum para tamu undangan mulai memberinya selamat.
Seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan rencana. Walaupun acaranya sangat tertutup untuk media tetapi pesta itu sangat mewah, interior ruangan juga di desain dengan sangat elegan, dengan di penuhi bunga-bunga hidup yang menjadi keinginan dari Yasika.
Yasika melempar buket bunga yang ia pegang ke belakang. Para gadis yang berada disana berusaha untuk mendapatkan-nya termasuk dengan para sahabatnya Yasika, siapa lagi kalau bukan Anissa, Novia dan Ririn yang ikut hadir disana.
Yasika melempar bunga itu sangat jauh, hingga mereka sangat sulit untuk menggapainya. Dan beruntung sekali dengan orang yang mendapatkan bunga itu, ia sebenarnya tidak ikut dalam antrian tersebut, hanya saja keberuntungan sedang berpihak kepadanya. Perempuan itu sangat terkejut saat dirinya mendapatkan lemparan bunga itu, dan semua orang sedang menoleh ke arahnya. Semua menatap dirinya termasuk dengan Kaisar dan Yasika.
Anne adalah gadis beruntung yang mendapatkan buket bunga itu. Ia datang bersama dengan Davin sahabat kecilnya itu. Mereka datang bersama karena mendapatkan undangan dari orang yang sama juga. Dan mereka juga sudah saling mengetahui permasalahan yang terjadi antara mereka dan juga pasangan yang baru saja resmi menjadi suami istri itu.
Kaisar dan Yasika tersenyum saat mengetahui orang yang mendapatkan buket bunga itu adalah Anne. Mereka sangat senang melihat Anne dan Davin datang ke acara pernikahan mereka, dengan begitu tidak ada lagi rasa bersalah yang menyelimuti mereka semua.
Anne dan Davin melihat ke arah dimana pasangan pengantin itu sedang tersenyum dengan bahagia.
"Mereka sangat serasi bukan?"
"Seandainya dulu aku gak ninggalin dia, mungkin aku yang sudah menjadi suaminya sekarang.. "
"Dan seandainya dulu aku gak menolak lamarannya, mungkin aku yang sekarang berada di samping dia.. "
Davin dan Anne saling menatap dan tersenyum lebar.
* * *
__ADS_1