Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
23.Aku sangat mencintaimu


__ADS_3

selamat berpuasa semuanya..


lanjut lagi ceritanya..


semoga kalian suka..


happy reading semua.. ❤


*****


Acara malam itu begitu meriah. Pesta jamuan makan malam itu memang mengundang banyak tamu yang hadir. Bertempat di salah satu ballroom hotel bintang lima, makan malam itu sangat mewah, ada banyak tamu yang datang, dari rekan bisnis hingga para nasabah terbesar Bank itu.


Yasika duduk di samping Kaisar, ia menikmati acara makan malam itu. Ia begitu senang karena Kaisar mengajaknya, meskipun Yasika sempat menolak ajakannya waktu itu, Karena bagi Yasika ia merasa malu jika harus datang ke acara besar seperti itu.



Yasika begitu cantik malam itu, sehingga membuat semua orang menjadi terpukau menatapnya. Disaat ia sedang menikmati makan malamnya, tiba tiba saja ada orang yang berjalan dengan begitu anggunnya, ia berjalan mendekati meja makannya dimana Kaisar dan Yasika duduk, serta dengan teman rekan kerjanya Kaisar yang lain.


Mata Yasika masih memandangi orang yang berjalan ke arahnya, perempuan itu mengenakan gaun panjang dengan bahu yang terekspos, dengan riasan yang menyapu wajahnya dengan sempurna. Perempuan itu berjalan dengan senyum merekah di bibirnya. Yasika menatap perempuan itu, ia mengenalnya, tentu saja, perempuan itu adalah orang yang pernah ia lihat bersama Kaisar waktu itu.


Kaisar menatapnya dalam diam, ia melihat perempuan yang sedang berjalan ke arahnya.


" Hai.... Kai, apa kabar? kebetulan ya kita ketemu disini.? " sapa Anne pada Kaisar dengan senyuman manisnya.


Kaisar tidak bergeming, ia menatapnya dingin, ia juga tidak menjawab pertanyaan gadis itu.


Anne bersikap biasa saja, seolah ia mengerti dengan sikap Kaisar yang seperti itu. Kemudian Anne menoleh kepada sosok perempuan yang duduk di sebelahnya Kaisar, ia menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya. ia tersenyum kepada Yasika. Dan Yasika pun membalas dengan senyumannya.

__ADS_1


" Kai... bolehkah aku duduk disini.? " Anne bicara dengan nada lembut.


Kaisar menoleh ia tidak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya pelan.


Anne tersenyum senang, kemudian ia langsung menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Kaisar. Yasika melihat itu, ia juga sama sekali tidak merasa keberatan. Tetapi raut wajah Yasika ada yang berubah, ia menundukkan wajahnya, ia merasa canggung, ia tidak tahu harus berbuat dan berkata apa. Kaisar menoleh ke arah Yasika, kemudian ia langsung memegang tangan Yasika dengan lembut.


Yasika terkejut dengan sikap Kaisar, ia berani menggenggam tangannya di hadapan orang lain, termasuk di hadapan seorang wanita yang kini ada di hadapanya saat ini.


Anne melihat ke arah tangan Kaisar, yang saat ini sedang memegang tangan seorang wanita dengan begitu lembutnya, ia merasakan ada sedikit rasa nyeri di hatinya, ia merasakan panas yang menjalar di tubuhnya, ia merasa tidak senang melihat mereka seperti itu.


Siapa wanita ini?


Kenapa dia begitu cepat menggantikan aku di hatinya Kaisar?


Anne bertanya pada dirinya sendiri, ia sesekali menatap Kaisar, sebenarnya jauh di dalam hatinya yang terdalam, masih ada perasaan cinta untuk Kaisar, sekarang rasanya ia begitu menyesal karena dulu pernah meninggalkanya.


Yasika tersenyum menatap Kaisar. Ia begitu merasa senang, karena Kaisar begitu perhatian padanya. Ia merasakan ada kehangatan dalam diri Kaisar.


Kaisar berdiri dari duduknya,." Ayo... kita pulang sekarang? " Ajak Kaisar pada Yasika.


Mereka pergi meninggalkan hotel itu, karena bagi Kaisar ia sangat merasa risih berada lama lama disana. Apalagi dengan adanya mantan nya itu.


Saat dalam perjalanan pulang, di dalam mobil itu tidak ada yang bersuara sama sekali, baik Kaisar atau Yasika. Mereka hanya berdiam dengan mata fokus menatap ke depan.


Yasika melirik Kaisar, " Kenapa ia berubah, menjadi diam seperti ini, semenjak bertemu dengan perempuan itu.? sebenarnya siapa perempuan itu.? " itulah yang ada di pikirannya saat ini.


" Kak___"

__ADS_1


" Hmm.. ! ".


" Kenapa Kakak diam saja dari tadi? "


Kaisar menoleh, kemudian ia tersenyum.


" Benarkah..? Aku cuma lagi memikirkan sesuatu saja? " Dengan tersenyum tipis Kaisar menjawab.


" Mikirin apaan sih Kak,? jangan jangan kakak lagi mikirin perempuan itu ya? Aku tahu Kak dia mantan kakak kan? dia perempuan yang ninggalin kakak,sehingga membuat kaka jadi dingin dan tidak percaya lagi pada wanita.?" dengan memasang muka cemberut Yasika bertanya.


" Aishhh.... Sayangku kenapa jadi cemberut seperti itu sih, jadi gemas lihatnya, pengen aku cium ya.? " dengan tampang jenaka Kaisar menggoda Yasika. Dan tanpa menjawab pertanyaan panjang lebar itu


Yasika menoleh, ia menggerlingkan kedua bola matanya jengah. Membuat Kaisar tertawa saat itu juga melihat tingkahnya Yasika. Entah kenapa Kaisar selalu saja merasa senang bahkan ia sekarang sangat banyak tertawa di bandingkan dengan Kaisar yang dulu sebelum ia mengenal Yasika.


Kaisar menemukan kembali hidupnya sekarang, ia menemukan sosok wanita yang bisa membuatnya melupakan masa lalunya itu, ia tidak mengira akan bertemu dengan gadis cantik, baik hati dan lemah lembut itu.


Kaisar begitu memuja gadis yang sekarang menjadi tambatan hatinya. Ia berharap jika suatu hari nanti Yasika lah yang akan menemani hidupnya. Kaisar sudah memikirkan itu sejak lama, ia ingin segera mengakhiri masa lajangnya, ia sudah mengingat umur yang sudah tidak muda lagi. Dalam hati Kaisar ia akan menjadikan Yasika sebagai istrinya kelak. Ia merencanakan akan melamar dan menikahinya, itu yang ia harapkan. Ia tidak ingin gagal lagi, ia tidak ingin kehilangan lagi, ia akan mencintai gadis ini dengan sepenuh hatinya. Ia menatap Yasika dengan penuh rasa cinta, Yasika melihatnya, mereka saling beradu pandang dalam tatapan penuh kasih dan sayang. Kaisar menggenggam tangannya, seraya berkata dengan nada lembut dan suara seraknya.


" Aku sangat mencintaimu, Sayangku "



*****


terima kasih semuanya,, dukung cerita aku ya dengan like, komen, share ke teman yang lain, dan vote.


salam saya.. ❤

__ADS_1


__ADS_2