Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
36. Sekali lagi Maaf


__ADS_3

Hallo semua???


Aku balik lagi...


Happy reading ya..


* * *


" Haii... Nona manis? " sapa Alan hangat menyapa Yasika, yang sekarang sedang duduk di taman kampusnya.


Yasika terkejut... " Kak.. Kamu ngagetin aja deh? "


Alan yang mendengar itu hanya tersenyum, ia sangat menyukai reaksi dari perempuan yang sekarang telah mengisi hatinya.


" Apa kamu sedang sibuk..Nona? "


" Hmm... beginilah Kak, memangnya kenapa? "


" Aku ingin ngajak kamu dinner malam ini, boleh kah, kalau kamu gak keberatan? " dengan penuh harapan Alan mengatakan itu.


Yasika diam sesaat, kemudian.." Ya... udah boleh kak.? "


Alan begitu senang dengan jawaban yang Yasika berikan, akhirnya ia tidak sia sia dengan usahanya untuk mengajak Yasika jalan malam ini.


" Ok... kalau begitu, nanti aku jemput kamu jam 7 malam ya.? " dengan senyuman yang merekah di bibirnya Alan. Ia begitu sangat senang sekali. Ingin rasanya ia loncat loncat saat itu juga, tapi bukan Alan namanya jika ia melakukan hal gila seperti itu. Bagaimanapun Alan adalah seorang pemikat wanita, ia terkenal dengan ke playboyannya.


Bagi Alan untuk menaklukan wanita sangatlah mudah, tetapi ia merasa berbeda dengan perempuan yang kini ada di hadapannya, ia merasa bahwa seorang Yasika sangat sulit untuk di dekati. Hanya kali ini saja keberuntungan sedang berpihak padanya.


Tiba waktunya untuk Alan menjemput wanita pujaannya itu sekarang, ia sudah sangat rapih dengan pakaian casual nya. Ia juga kelihatan sangat berbeda dan tampan malam ini.



" Kak.. " sapa Yasika yang sudah berdiri di belakang Alan saat ini.


Alan memutar tubuhnya, begitu mendengar suara halus yang memanggilnya. Ia tersenyum dengan begitu lebarnya, melihat sosok wanita yang saat ini tengah ada di hadapannya. Alan begitu terpukau melihat betapa cantiknya wanita ini, tidak salah bagi dirinya jika jatuh cinta padanya.


Dengan senyum yang mengembang di bibirnya Alan segera mengajak wanitanya ini untuk segera pergi.


" Sudah siap Nona Manis? "


Yasika tersenyum, ia menganggukkan kepalanya.


" Kalau begitu, silahkan masuk Nona.? " dengan segera Alan membukakan pintu mobil untuk Yasika.


" Terima kasih, Kak. "

__ADS_1


Dalam perjalanan sangatlah hening, tidak ada suara atau obrolan yang mereka lakukan. Alan yang fokus mengendarai mobilnya itu, sesekali hanya melirik pada wanita yang sekarang sedang duduk di sebelah kemudinya.


Sedangkan Yasika, ia hanya memandang lurus arah jalanan. Yasika melihat jika Alan sering meliriknya sekilas, ia pun tersenyum tipis. Bagaimanapun Alan adalah sosok orang yang baik menurut Yasika, ia juga merasa senang bisa mengenal Alan, selain baik Alan juga perhatian, dan tentunya Alan bisa membuatnya selalu tersenyum.


Mereka tiba di salah satu restoran bintang lima yang terkenal dan ternama di Jakarta. Alan segera mengajak Yasika untuk masuk, ia sudah memesan tempat duduk untuk mereka berdua. Alan segera memanggil pelayan resto tersebut, dan ia segera memesan beberapa makanan dan minuman yang terkenal disana. Karena Yasika menyerahkan semua yang di pesan sesuai dengan keinginan Alan.


Sambil menunggu hidangan mereka datang, Alan memberikan sebuah kertas kepada Yasika. Ia sengaja ingin menunjukkan sesuatu pada Yasika.


Yasika merasa heran, dengan apa yang di berikan Alan kepadanya, kemudian ia segera membuka isi kertas itu. Yasika terkejut karena ternyata itu adalah sebuah tiket wisata.


" Ini maksudnya apa Kak..? "


Alan tersenyum. " Aku mau ngajak kamu pergi kesana."


Yasika melongo, ia tidak percaya dengan apa yang di katakan Alan padanya.



" Tapi Kak___? "


" Gimana, apa kamu mau pergi denganku nona.?"


Dengan senyuman di bibirnya, ia berharap sekali kalau Yasika mau ikut bersamanya.


" Karena aku, maunya pergi bersamamu. "


Yasika diam, ia tidak berani untuk bicara apapun. Ia masih memikirkan kenapa Alan mengajaknya, apa maksudnya Alan ingin pergi bersamanya. Karena mengingat tempat yang di tuju sangatlah jauh. Tiket wisata dengan tujuan Seoul (Korea Selatan).


" Gimana, apa kamu mau pergi ikut denganku.? "


Alan menatap Yasika yang saat ini hanya diam saja, tapi ia mengerti mungkin Yasika saat ini sangat terkejut dengan ajakannya yang begitu mendadak.


" Hei... Nona kenapa melamun huh? Kau mau menolongku kan? aku mohon ikutlah denganku, aku tidak ingin berangkat kesana tanpa membawa pasangan, mereka semua akan menertawakan aku nantinya, masa pria tampan seperti aku tidak punya pasangan? " dengan mengatupkan kedua tangannya Alan memohon kepada Yasika.


Sebenarnya bukan masalah besar bagi Alan untuk mengajak perempuan manapun yang ia mau untuk pergi bersamanya. Hanya untuk hal ini Alan tidak ingin mengajak perempuan lain kecuali Yasika. Karena disana akan ada pertemuan keluarga besar Pratama. Dan acara inipun sebenarnya untuk merayakan pertunangannya Kaisar dan Anne Putri.


Yasika tersenyum dengan tingkah Alan saat ini, bagaimana seorang pria tampan yang di kenal sebagai penakluk wanita bisa berbuat seperti ini. Sungguh di luar dugaan. Tetapi tunggu, apa katanya tadi? Alan mengatakan kata mereka? maksud dari mereka itu siapa??


" Ayolah Nona,, aku mohon, aku ingin mengenalkanmu pada keluargaku sebagai teman wanitaku saja kok."


" Apa Kak, keluarga? " Tanya Yasika keheranan.


" Ya.. karena disana akan ada pesta keluarga untuk merayakan pertunangannya Kaisar dan Anne."


Deg

__ADS_1


Apa????


Seperti mendapatkan sebuah tamparan sangat keras, bagi Yasika saat ini. Detak jantungnya seakan berhenti. Nafasnya begitu sesak, kepalanya merasakan pusing, dan pandangan matanya menjadi buram. Bagaimana mungkin ia akan ikut bersama Alan untuk menyaksikan pesta dimana mantan kekasihnya itu bahagia dengan wanita lain.


Hatinya merasakan sakit yang luar biasa, ia tidak tahu kalau Kaisar akan pergi jauh dengan wanita lain, setelah semalam laki laki itu datang kepadanya dan mengatakan kalau dia masih mencintainya.


Apa maksudnya semua ini??


Kenapa rasanya sesakit ini??


Aku tidak mungkin ikut bersamanya, aku tidak mau melihat orang yang aku cintai bahagia disana dengan perempuan lain.


Apa aku egois??


Kenapa aku belum bisa untuk melupakanmu, rasanya begitu sulit untukku.


Maafkan aku, karena aku masih mencintaimu.


Maafkan ke egoisanku ini.


Apa hatiku akan kuat menerima semua ini.


" Hei... Nona apa kau baik baik saja? "


" Kak... maafkan aku, sepertinya aku tidak bisa ikut denganmu. " dengan rasa sedih yang ada di hatinya sekarang, Yasika sudah tidak bisa lagi untuk menahannya. Ia segera menundukkan wajahnya itu. Supaya Alan tidak melihat raut wajahnya yang sedih saat ini.


" Sekali lagi aku minta maaf Kak. "


* * *


Gimana masih pada suka?? 🤔


Aku juga jadi bingung sendiri..


Eiittss... tapi jangan Khawatir dengan ceritanya..


Karena itu sudah ada dalam pikiranku.. wkwkwk


Jangan lupa like, komen, dan vote buat aku..


Ayo dukung aku ya??


Mohon maaf bila ada salah dalam penulisan,atau kata katanya yang berantakan??


salam sayang dari saya.... ❤

__ADS_1


__ADS_2