Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
60. Bucin


__ADS_3

Yeee..... balik lagi.


Happy reading semua.. 💜


* * *


" Kak, kamu sedang apa.? " Tanya Yasika yang baru saja turun dari kamar, setelah selesai mandi.


Kaisar menoleh ke arah dimana Yasika saat ini sedang berdiri. Ia tersenyum, " Ayo sini, kita sarapan dulu. Bentar lagi kita berangkat kerja..! "


Yasika tertegun saat melihat penampilan Kaisar yang sangat casual, hanya dengan memakai atasan t shirt biasa. Tetapi itu membuat Yasika kagum, ia melihat kalau Kaisar pagi ini benar-benar sangat tampan dengan penampilan seperti itu.



" Kenapa bengong..? " Tanya Kaisar.


" Huh ... Apa?" . Yasika mengerjap kaget, ia merasa malu karena dirinya ketahuan sedang memperhatikan Kaisar.


Kaisar menyunggingkan sebuah senyuman, " Aku memang tampan kok, jadi jangan di liatin kayak gitu deh..!! "


Yasika tersenyum kikuk, ia menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sama sekali. Meskipun terdengar narsis tetapi tebakan Kaisar memang benar adanya.


Yasika berjalan menghampiri Kaisar, dimana saat ini Kai sedang membuatkan susu hangat untuk mereka berdua.


" Ini.. " Kaisar menyodorkan susu itu untuk Yasika.


Yasika tersenyum manis, " Makasih Kak.. "


Mereka duduk berdua, menghabiskan sarapan yang telah Kaisar siapkan untuknya dan juga dirinya. Setelah semuanya selesai akhirnya mereka sudah siap untuk berangkat ke kantor hari ini.


Yasika sangat cantik pagi ini, ia mengenakan baju yang telah di siapkan Kaisar untuknya. Sedangkan penampilan Kaisar sudah bisa di tebak bagaimana dia dalam kesehariannya mengenakan setelan kemeja dan jas yang sudah menjadi pakaian sehari-harinya. Tetapi dengan begitu tidak membuat ketampanannya luntur, malah dirinya kelihatan gagah dan berkharisma.


Mereka berangkat bersama pagi itu, karena kini mereka harus kembali kepada pekerjaan yang sudah siap menanti, setelah weekend kemarin dan menghabiskan waktu untuk bersama.


Kaisar masuk ke area parkiran kantor, setelah selesai memarkirkan mobilnya Kaisar dan Yasika turun dari mobilnya, seperti biasa mereka menjadi pusat perhatian pagi itu, para karyawan menyambut kedatangan sang pemimpin perusahaan, tetapi sikap mereka berbeda kepada Yasika ketika mereka melihat kalau Yasika dan atasannya itu selalu terlihat bersama.


" Eh ... lihat deh beruntung banget ya dia bisa bareng dengan direktur kita..? "


" Yang aku dengar nih, katanya mereka pacaran..! "

__ADS_1


" Mereka memang serasi, tampan dan juga cantik.."


" Ah ... palingan itu cewek memanfaatkan kecantikan nya untuk menggoda atasan kita..! "


Dan masih banyak lagi yang Yasika dengar, tapi itu tidak membuat dia marah atau benci terhadap para karyawan yang menjadi penggemarnya Kaisar. Yasika selalu bersikap ramah dan baik terhadap semuanya, meskipun tidak sedikit juga dari mereka yang tidak menyukai nya.


" Selamat pagi Pak, selamat pagi nona Yasika." Sapa Bayu yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


Kaisar hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Yasika seperti biasa ia selalu memberi senyuman untuk membalasnya.


Saat mereka akan masuk keruangannya, tiba-tiba saja mereka berdua terkejut melihat buket bunga mawar putih berukuran besar berada di atas meja kerjanya Yasika.



Kaisar melirik kepada Yasika, " Siapa orang yang telah memberimu hadiah sepagi ini..? "


Yasika hanya menyengir kaku kemudian menggelengkan kepalanya tandanya ia juga tidak mengetahui siapa orang yang telah memberinya bunga sepagi itu.


" Maaf, saya juga tidak tau siapa pengirimnya, tadi cuma ada kurir yang datang mengantarkan untuk nona Yasika.. " Jawab Bayu karena Kaisar melirik ke arahnya.


Kaisar berjalan mendekat ke arah bunga itu, kemudian ia mengambil sebuah kertas kecil yang terselip di antara deretan bunga itu. Ia membuka dan membacanya, seketika itu juga raut wajahnya berubah seperti orang yang sedang menahan amarah.


Brengsek.....!!!


Yasika masih berdiri di tempat, ia memperhatikan bunga mawar putih itu. Ia merasa bingung dengan siapa orang yang telah memberi bunga kesukaannya itu. Ia berjalan ke arah mejanya dan segera membuka kertas yang tadi sempat di remas oleh Kaisar. Yasika terkejut saat dia tahu siapa orang yang telah memberinya bunga.


Davin .... !!!


Berada di ruangan yang berbeda, ada orang yang sedang menahan rasa marah dan cemburunya. Kaisar mengacak rambutnya frustrasi, ia mengumpat dan menjadi uring-uringan tidak jelas.


" Ah ... sialan, brengsek itu orang..!!!! "


Bayu yang melihat itupun hanya bisa menatap dan tersenyum simpul, ia melihat bagaimana marahnya Kaisar saat ini.


" Bay ... Lo hubungi dia, bilang kalau gue mau ketemu sama dia.. "


" Oke, " jawab Bayu singkat.


Kaisar sudah menceritakan kalau Davin lah yang mengirim bunga itu untuk Yasika. Dan dengan segera Bayu pun menghubungi Davin, mereka sepakat akan bertemu pas jam makan siang hari ini.

__ADS_1


" Sialan tu orang, rupanya dia cari masalah sama gue.. " Ujar Kaisar dengan meletakan kedua tangannya di pinggang.


Kaisar sudah merasa geram dengan tindakan Davin selama ini, ternyata Davin tidak mau menyerah begitu saja untuk mendapatkan Yasika. Meskipun dia mengetahui kalau Yasika adalah kekasihnya.


" Tenang dulu bos, jangan sampai ke bawa emosi. kayaknya si Davin sengaja ngelakuin itu..? " Ucap Bayu dengan begitu tenangnya.


" Maksud lo Bay..? "


" Ya bisa jadi kan, dengan cara membuat lo marah dan cemburu akan membuat hubungan antara lo dan Yasika akan berantakan.. "


Kaisar terdiam, ia sedang mencerna kata-katanya Bayu barusan. Dan itu membuat pikirannya kembali normal.


" Bener juga lo Bay...!! "


" Jadi kalau menurut gue, lo santai ja hadapi dia dengan tenang, jangan tunjukin rasa cemburu lo itu.. Ck, ternyata lo jadi bucin ya.? " dengan terkekeh geli Bayu mengatakan itu.


Kaisar menajamkan matanya ke arah Bayu, " Lo minta gue pecat ya.? "


Bayu hanya mengedikan bahunya, ia bersikap acuh seperti biasanya.


" Pak, boleh saya masuk.? " Ucap Yasika yang sedikit membuka pintunya itu.


Kaisar dan Bayu menoleh secara bersamaan, mereka melihat Yasika berdiri dengan tangan yang membawa berkas.


" Hmm.. " Jawab Kaisar dingin.


" Maaf ini ada berkas yang harus anda tanda tangani. " Ujar Yasika seraya menyodorkan beberapa berkas di atas meja kerjanya Kaisar.


Tidak butuh waktu lama Kaisar segera membuka dan memeriksa berkas-berkas itu sebelum ia tanda tangan. Kaisar sangat telaten dalam bekerja, ia tidak ingin gegabah saat mengambil keputusan apapun.


Yasika memperhatikan Kaisar, ada yang tidak biasa dengan dirinya. Kaisar sama sekali tidak bicara atau menatap gadis yang kini sedang berdiri di hadapannya.


Ish... Nyebelin..!!


* * *


Mohon dukung aku ya dengan memberikan like, komen, share dan vote buat aku.


Terima kasih semuanya, mohon maaf bila ada kesalahan.

__ADS_1


kalau begitu kita lanjut di episode berikutnya ya..??


Bye.. bye.. semua. ❤


__ADS_2