
Aku balik lagi...
Kira-kira mau sampai episode berapa ya??
Berikan komen-nya buat aku dong??
Jangan lupa dukung aku terus ya dengan tinggalkan like, komen, dan Vote buat aku.
Kita lanjut yu ceritanya Babang Kai dan Neng Yas-nya... wkwkwkw.
Oke, happy reading...
Kebahagian adalah buah dari kesabaran.
* * *
Setelah melewati acara yang sangat melelahkan itu, kini mereka sudah berada di dalam kamar hotel itu untuk mengganti pakaian yang sudah mereka gunakan saat tadi acara resepsinya. Mereka sangat kelelahan dengan acara pernikahan mereka, bagaimana tidak mereka tidak berhenti berdiri untuk bersalaman dengan para tamu undangan.
Kaisar merebahkan tubuhnya di atas kasur, dengan pakaian yang sudah ia buka sebagian. Kini ia hanya mengenakan kemejanya dengan tangan yang sudah di gulung ke atas, dan kancing kemeja yang sudah ia buka bagian atasnya.
Sedangkan Yasika ia sedang berdiri tepat di depan cermin, ia juga sama sangat merasa lelah. Ia ingin segera melepaskan pakaiannya itu, ia ingin segera membersihkan diri karena sudah merasa sangat lengket dan juga gerah.
Yasika sangat kesusahan saat ia mencoba untuk membuka resleting belakang, dan itu berhasil membuat Kaisar terus menatapnya. Kai tersenyum dengan tingkah istrinya itu, dan dengan segera Kai turun dari kasurnya, ia berjalan mendekat dimana saat ini sang istri sedang kesusahan membuka gaunnya itu.
Yasika tersenyum saat ia melihat Kaisar sudah berdiri di belakang dan mengambil alih tangannya yang sedang mencoba membuka resleting itu. Bukannya membuka, Kaisar malah memeluk tubuh istrinya itu dari belakang. Kaisar mencium tengkuk lehernya Yasika, ia mengecupnya sampai berulang-ulang. Yasika hanya bisa memejamkan matanya saat Kaisar menyentuh lembut seluruh kulit bagian lehernya itu.
"Kak."
Suara Yasika terdengar seperti bisikan saat Kaisar mengelus lembut punggungnya itu dengan tangan. Kaisar menurunkan resletingnya dengan perlahan, ia menatap takjub punggung Yasika yang sudah terbuka sebagian. Kulit yang sangat putih mulus dan lembut itu membuat Kai dengan susah payah menelan ludahnya.
Kaisar masih tetap setia memandang punggungnya Yasika, ia kembali memberi sentuhan-sentuhan lembut sehingga membuat Yasika semakin mengeratkan pejaman matanya itu. Yasika merasa geli dan lemah saat Kaisar masih terus memanjakan kulit punggungnya itu. Yasika mencoba untuk menahan suaranya agar tidak keluar saat bibir Kai berhasil mengecup dan menggigit kecil disana.
__ADS_1
Setelah puas bermain dengan punggungnya Yasika, Kaisar membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya itu. Ia memejamkan matanya dan memeluk tubuh istrinya itu dengan sangat erat. Kaisar merasakan aliran darahnya yang sudah naik.
Kaisar mendaratkan kembali ciuman ringan di leher istrinya itu, ada getaran menggairahkan di sekujur tubuh Yasika saat Kaisar menghembuskan nafas di telinganya. Kaisar kembali mengecup telinganya dengan penuh kelembutan.
"Kak.. "
Ucapan Yasika terhenti, ia tidak bisa lagi untuk berkata karena nafasnya tersenggal. Kaisar masih setia bermain dengan telinga Yasika yang notabenya adalah daerah sensitif untuk dirinya. Yasika menelan saliva dengan berat, sedangkan Kaisar masih dengan eratnya memeluk tubuh istrinya itu.
"Apa.?" Guman Kaisar pelan.
"Kak.. " Yasika menarik nafasnya dalam, rasanya sangat sulit untuk dirinya mengatakan sesuatu.
"Aku mau mandi dulu." Ucap Yasika lembut dengan mata masih terpejam.
Kaisar tidak menjawab ucapan Yasika, ia menghiraukannya. Kai masih dengan setianya memeluk dan mencium wangi tubuh istrinya itu. Rasanya sangat sulit untuk Kaisar melepaskan pelukan itu. Sebenarnya Kaisar sudah tidak tahan, ingin sekali ia segera menggendong tubuh istrinya itu dan menidurkannya di kasur. Ia ingin segera menikmati malam pertama mereka. Tetapi Kaisar sadar bahwa ini masih sangat sore, bahkan mereka belum mandi dan juga makan.
"Aku kangen banget, sudah lama rasanya aku gak nyentuh dan cium kamu." Gumam Kai kembali.
"Aku juga kangen banget sama kamu kak, sekarang aku sangat bahagia karena kamu menjadi milik aku." Dengan masih menyentuh seluruh wajahnya.
Kai membuka matanya, ia tersenyum lebar ketika melihat wajah istrinya yang masih mengenakan makeup di wajahnya itu.
"Kamu cantik, sangat cantik, dan sampai kapanpun aku gak akan bosen untuk bilang itu sama kamu."
Yasika tersenyum bahagia, ia kembali menatap wajah suaminya itu dan dengan memberanikan diri ia berjinjit untuk mensejajarkan wajah mereka hingga ia berhasil mengecup lembut bibirnya Kaisar.
"Aku mencintaimu kak. "
Dan tak butuh waktu lama untuk mereka berdua menyatukan bibir itu. Kaisar menciumnya dengan sangat lembut sebelum akhirnya ciuman itu memanas mereka saling berbalas *******, dengan lidah saling membelit, Kaisar menelusuri setiap rongga mulut Yasika. Ia menyentuh lekuk tubuh istrinya itu. Kaisar mendorong Yasika perlahan sehingga kini mereka berdua sudah berada di atas kasur.
Kaisar menyerang istrinya habis-habisan dengan ciuman, ia mencium seluruh wajahnya sampai tidak ada yang terlewatkan sedikitpun. Ciuman itu mulai turun dan menjelajahi leher jenjang itu, Kai mengecup, menjilat dan menggigit kecil sehingga timbul warna kemerahan akibat ulahnya itu.
Yasika hanya bisa memejamkan matanya kembali, sesekali ia melenguh merasakan setiap sentuhan yang Kai berikan. Dan lenguhan itu terdengar sangat menggoda untuk Kaisar. Hingga kini Kaisar mulai menyentuh bagian pundak dan dadanya.
__ADS_1
Yasika mendesah saat Kai menyentuh bagian dadanya, ia merasa ada geleyeran aneh menyerang tubuhnya.
"Kak."
Lagi-lagi suara seperti desahan itu keluar dari bibir istrinya itu.
"Aku sudah tidak tahan." Bisik Kai lembut dengan suaranya yang serak dan mata yang sudah berkabut.
"Ah.. " Yasika kembali mendesah ketika tangan Kaisar mulai mengelus pahanya.
"Kita akan menghabiskan malam ini bersama." Kaisar menarik wajahnya menjauh sedikit agar bisa menjangkau pandangannya dengan Yasika. "Apa kamu siap.?" Imbuhnya kembali dengan tersenyum menyeringai.
"A-aku ... "
"Kenapa?"
"Aku belum mandi kak,!" Dengan wajah bersemu malu ia mengatakannya.
Kaisar terkekeh kecil, ia merasa sangat gemas melihat wajah istrinya itu sekarang. Apapun alasan yang di berikan oleh istrinya itu, tidak akan membuat Kaisar mundur dan berhenti untuk menyentuh istrinya itu. Ia ingin segera bisa memiliki sang istri sepenuhnya, bahkan gairahnya sudah sangat tidak bisa ia tahan lagi.
"Nanti saja mandinya sekalian ya?"
* * *
Gimana malam pertama mereka belum kelar-kan??
Masih penasaran gak sih sama Kai dan Yas menghabiskan waktu malam panjang mereka??
Mohon maaf sekali lagi bila ada salah, dalam kata atau tulisan yang berantakan 🙏🏻
Jangan lupa juga untuk mampir baca ceritaku "Camelia" ya...
Like, komen dan vote-nya jangan lupa ya???
__ADS_1