
Balik lagi nih..
Semoga kalian suka ya?
Jangan lupa dukung aku?
Oke, happy reading deh ya..? ❤
* * *
" Kak... Kamu kenapa? "
Yasika benar-benar terkejut saat Kaisar tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.
" Kak.. "
" Hmm ... Jangan cerewet, biarkan aku seperti ini dulu. Aku benar-benar merindukanmu.! "
" Lepasin, ini di kantor. Bagaimana jika nanti ada orang yang masuk.! "
" Aku tidak perduli.. "
" Dasar bos yang aneh..!! " Gerutu Yasika saat Kaisar masih tidak mau melepaskan pelukannya itu.
Kaisar terkekeh, ia bisa mendengar apa yang di katakan oleh perempuan yang kini sedang ia peluk. Ia merasakan bahagia dalam hidupnya, bisa memiliki kembali wanita yang selama ini ia cintai. Kaisar tidak akan membiarkan Yasika pergi lagi dari hidupnya, walau apapun halangannya ia akan tetap memperjuangkan cintanya. Karena bagi seorang Kaisar, Yasika adalah segalanya.
Begitu juga dengan Yasika, saat ini dirinya masih tidak percaya bisa kembali dengan laki-laki yang selama ini ia cintai. Meskipun dalam hatinya masih ada rasa takut, Yasika takut jika dirinya tidak bisa memperjuangkan cintanya. Ia mengingat bagaimana keinginan dari kedua orang tuanya Kaisar.
" Kak ... " Yasika berkata dengan sangat lirih.
" Kenapa, apa yang kamu pikirkan? " Masih dengan posesifnya Kaisar memeluk tubuh gadis itu. Sambil sesekali ia mencium tengkuk lehernya Yasika.
" Apa kamu mencintaiku? "
Kaisar mengerutkan keningnya.
" Kenapa bertanya begitu? Apa kamu tidak percaya denganku..? "
Yasika tersenyum, ia buru-buru menggelengkan kepalanya. " Bukan seperti itu Kak.. "
" Terus.? "
Yasika berpura-pura sedang berpikir, ia memang sengaja ingin menggoda Kaisar saat ini. Meskipun sebenarnya ada yang ingin ia tanyakan kepada Kaisar, tetapi ia tahan mungkin ini bukan waktu yang tepat.
" Kenapa diam? " Tanya Kaisar karena Yasika belum menjawab sama sekali.
Yasika membalikkan badannya menghadap Kaisar, ia menatap dan menggigit bibir bawahnya.
" Jangan di gigit gitu bibirnya? "
" Huh, apa?? " jawab Yasika dengan sedikit terkejut.
" Kau... sengaja ingin menggodaku ya.? " ucap Kaisar dengan menggelitik pinggangnya Yasika.
__ADS_1
Yasika tertawa, ia tidak tahan jika terus seperti ini. Kaisar benar-benar membuatnya tidak bisa lepas dari pelukannya.
" Kak, geli.. " Yasika terus mencoba menghentikan ulahnya Kai yang terus saja menggelitik sekitar perutnya.
" Kak, lepas ih... aku tidak menggoda mu, aku minta maaf oke..? "
" Aku tidak akan melepaskanmu, aku ingin memakanmu.! "
Kaisar dan Yasika benar-benar merasa bahagia, mereka melupakan semua masalah yang sedang mereka hadapi. Meskipun tidak bisa di pungkiri akan terjadi hal yang bisa saja membuat mereka berhenti untuk tertawa.
Yasika kini mengalungkan kedua tangannya ke leher Kaisar, ia menatap dengan lekat wajah laki-laki yang membuatnya merasakan cinta yang luar biasa. Tidak bisa di pungkiri oleh Yasika ketika baru pertama kali melihat Kaisar ia memang sudah merasa jatuh hati padanya. Ia mengingat bagaimana dulu mereka bertemu untuk yang pertama kali. Kini jari lentiknya bergerak membelai wajah itu, Yasika menelusuri setiap sudut wajah tampan nya Kaisar, ia membelai lembut alis yang hitam lebat, beralih menuju kedua matanya dengan manik mata hitam dan tajam, beralih menuju hidungnya yang mancung, dan ia mengelus pipi dan mengusap bibirnya yang sedikit merah.
Kaisar merasakan begitu hangatnya setiap sentuhan yang di berikan oleh kekasih hatinya itu. Ia merasakan damai dan tenang saat tangan lembut Yasika menyentuh setiap sudut wajahnya.
Yasika berjinjit, ia mengecup kening Kaisar dengan begitu lamanya. Kemudian kecupan itu beralih menunju kedua mata dan pipinya.
Yasika menatap Kaisar dengan nanar, dan ia pun tersenyum manis, sehingga membuat orang yang sedang melihatnya begitu terbuai oleh senyuman itu.
" Kenapa begitu nakal.? "
" Aku tidak nakal. " Yasika kembali mengecup bibir Kaisar sekilas.
" Kenapa senang sekali menggodaku. ?"
Lagi-lagi Yasika mengecup bibirnya Kaisar.
" Aku tidak menggoda mu.. "
" Benarkah? "
Kaisar tersenyum bahagia, ia tidak pernah mengira bahwa perempuan cantik yang kini sedang berada di hadapannya saat ini bisa begitu agresif seperti ini.
" Aku mencintaimu.. " Ujar Yasika yang kini menatap wajah tampan itu.
" Benarkah?
" Tentu saja, aku benar-benar mencintaimu Kak. "
Yasika berjinjit kembali, lalu ia menempelkan bibirnya ke bibir Kaisar. Yasika memejamkan matanya begitu erat, meremat pundak Kaisar kuat-kuat. Yasika tidak pernah mengira bahwa ia akan mencium seorang pria terlebih dahulu.
Sedangkan Kaisar masih terpaku dengan mata mengerjap terkejut. Kaisar ingin membiarkan gadis itu menciumnya tanpa ingin membalas, tetapi pertahanannya runtuh. Kini ia juga ikut memejamkan matanya dan menikmati ciuman Yasika.
Entah berapa lama mereka berciuman, sampai akhirnya Yasika lah yang mendorong pelan tubuh Kaisar.
" Kenapa? " tanya Kaisar, karena tiba-tiba Yasika menghentikan ciuman nya.
" Jangan di teruskan, nanti ada orang masuk dan melihat.! "
Kaisar terkekeh, ia mengecup hidung Yasika gemas. " Kamu itu memang nakal ya.? "
Akhirnya mereka berdua tersenyum, dan Kaisar langsung menarik kembali tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.
" Aku sangat mencintaimu.. " Kata Kaisar sambil mengelus lembut rambutnya Yasika.
__ADS_1
Mereka berdua sedang asik dalam sebuah dekapan, sehingga mereka tidak menyadari kedatangan seseorang yang akan masuk keruangan itu. Tiba-tiba pintu terbuka dengan lebar, dan mereka berdua terkejut ketika melihat sosok Bayu yang sedang berdiri dan menatap mereka berdua.
Mereka buru-buru melepaskan pelukan itu, Yasika benar-benar malu saat ini, karena ia ketahuan oleh Bayu sedang berpelukan dengan Kaisar.
" Apa anda sudah selesai Pak.? " Tanya Bayu datar, tapi dari nada bicaranya seolah-olah ia sedang menyindir bosnya itu.
Kaisar berdecak, ia memicingkan matanya menatap Bayu saat ini.
" Ganggu aja lo..? "
Bayu mengulum senyum melihat reaksi atasannya itu, tetapi Bayu sudah terbiasa dengan sikapnya Kaisar terhadapnya. Bayu sudah mengetahui hubungan antara atasan dan bawahannya itu, ketika ia di suruh oleh Kaisar membawakan pakaian untuk Yasika. Di situlah Bayu mengetahui, karena Kaisar menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Yasika.
" Emm... maaf kalau begitu saya permisi dulu..? " Ucap Yasika yang saat itu hendak keluar dari ruangannya Kaisar, tetapi sebelum ia keluar tiba-tiba saja Kaisar menarik tangannya kembali.
Yasika terkejut, karena melihat ulah atasannya itu. Ia sebenarnya merasa malu karena ada Bayu disana yang masih menatap mereka berdua.
" Pak, lepasin? " Ucap Yasika dengan sedikit malu.
Kaisar mengernyit menatap Yasika.
" Kenapa? "
Yasika tidak menjawabnya, ia hanya sedikit melirik ke arah Bayu saat ini. Kaisar mengerti dengan perubahan sikap Yasika sekarang. Mungkin Yasika malu.
" Nona, anda tidak usah khawatir. Saya sudah tau semuanya kok..! " Ucap Bayu dengan datarnya.
" Ada urusan apa Bayu, kamu menggangu saja? "
Bayu tersenyum. " Maaf Pak, nanti sore anda ada pertemuan dengan pemilik perusahaan Wirayatma. "
" Jam berapa? "
" Jam tiga sore, dan kebetulan anda akan bertemu dengan anaknya pemilik perusahaan itu. "
Kaisar menatap Bayu saat ini, ia mengerutkan keningnya . " Maksud kamu anaknya itu? "
" Ya, dia adalah Davin Wirayatma Raharja. "
Deg
Apa Davin Wirayatma Raharja???
* * *
Hayoo... Davin muncul loh??
siapa Si Davin itu???
Terima kasih semuanya, yang udah mampir baca ceritaku.
Jangan lupa like, komen, share ke teman yang lain, dan berikan vote buat aku ya??
__ADS_1
Sekali lagi mohon maaf, bila ada salah dalam penulisan atau kata katanya yang tidak sesuai.
salam sayang saya untuk semua... ❤