Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih
Jangan Gitu Donk!


__ADS_3

Ayu yang sadar akan tingkah sahabat nya pun tak kehilangan akal cantik menginjakkan kaki sahabat nya. Aduuuh...teriak Ratna yang kesakitan.


Semua anggota pun menoleh ke arah Ratna. Ratna yang meringis kesakitan pun berkata I'm Fine, Ok! cuma kepentok meja kok.


Sementara Ayu sudah cengegesan karna melihat sahabat nya yang kebingungan. Tiba-tiba Ratna melirik ke arah Ayu, sambil berkata "Awas kamu ya, Yu! " Ayu pun tertawa dan meminta maaf.


Hening...


Hening...


Hening...


Rapat pun telah selesai. Aly pun mengakhiri rapat OSIS siang ini sambil memberikan instruksi kepada yang lain. Teman-teman aku harap kerja sama kita semua agar semuanya berjalan dengan lancar. Ok semua, semangat ya!


Semua sudah ingatkan tugas kalian masing-masing. jangan sampai pada bersalahan, ya! Karna di tahun ini sekolah kita yang dipercaya untuk menjadi PASKIBRAKA sekaligus PANITIA PERLOMBAAN 17 AGUSTUS.


Siaaaap Bossssss.... celetuk Ayu, Bima, dan Farid. Aku harap besok nama-nama anggota PASKIBRAKA sudah ada di Mading. Sekaligus perlombaan apa saja yang akan diadakan.


Baiklah... sekarang kita kembali ke kelas kita masing-masing ya. Sisa waktu untuk belajar masih ada. Siap Banggggg.... mereka pun kembali ke kelas mereka masing-masing.


*****


Agus keluar lebih dulu dari Ratna. Setelah keluar Ratna pun celingak-celingukan mencari keberadaan Agus. Akhirnya Ratna pun melihat keberadaan Agus yang sedang berjalan kearah kelasnya bersama Farid.


Agus... Gus.... tunggu sebentar. Agus pun menoleh kebelakang, dan melihat siapa yang memanggil namanya. Agus pun berhenti dan sambil berkata kepada Farid, kamu duluan saja.


Ada apa Kak apa ada sesuatu? Ratna pun manyun, kenapa sih kamu panggil aku kakak?


Agus yang merasa bingung pun menjawab, kan memang kakak kelas aku, atau mau aku panggil Tante! Hehehe... Agus pun tertawa.


Ishhh... kamu ya Gus... sejak kapan aku jadi istri Paman kamu, sembarangan bener kamu. Agus besok kamu temani aku ya urus PASKIBRAKA.

__ADS_1


Hmmm... kan memang itu tugas aku besok, tapi kenapa sama Kak Ratna, seingat aku besok aku sama Farid.


Sudah deh Gus, sama aku aja ya! Aku pengen deket sama kamu boleh kan?


Emang Kakak gak takut dekat sama aku. Aku malah nyaman dekat sama kamu Gus. Aku dekat sama kamu gak ada yang marah kan ya? Baru saja Agus membuka mulutnya mau menjawab tiba-tiba saja...


Ratnaaaaaaaaaa..... berhenti kamu. Mereka berdua melihat ke arah suara yang memanggil Ratna. Siapa lagi kalau bukan Ayu.


Ayu yang berlari kecil kearah Ratna pun mendekati ke arah mereka. Huffftt... Huffftt... kamu ya... Ratna jadi teman g ada setia-setianya, main tinggal saja.


Agus pun tersenyum, ya sudah kak, aku pamit ya masuk kelas duluan. Iya... iya sana... sana... cepat masuk kamu sana celetuk Ayu.


Ratna yang melihat kelakuan Ayu pun merasa kesal. Kamu jadi teman lebih parah ya, ganggu aja orang lagi berduaan. Sadis kamu ya Ayuuuuu! Ratna pun meninggalkan temannya yang masih bengong karna dimarahin.


Buggghhh.... Hei... itu mata dipakai kalau jalan. Kalau cuma nubruk orang lain mending kamu jual aja tuh mata.


Maaf Banggg... maaf... aku tidak sengaja,, aku buru-buru. Dasar kamu mau cari ribut ya.


Semua siswa-siswi dari kelas lain pun melihat ke arah suara ribut di luar. Ratna yang sudah merasa malu pun... hanya terdiam.


Iya Bang.... maaf ya sekali lagi maaf. Bangggg.... Banggggg... tunggu aku banggg... kok abang tega sih mutusin aku. Aku salah apa sih Bang? hiks... hiksss... hiksss...


Semua pun terbengong karna aksi cewek yang tiba-tiba datang menangis. Apaan sih kamu nangis disini, buat malu aja.


Kan aku sudah bilang kita putus kenapa kamu kejar aku. Hei kalian semua lihat apa? Ayo bubaaarrr semua, kamu juga pergi sana. Eh... iya... iya Bang...


Ratna dan Ayu pun pergi meninggalkan mereka menuju kelas mereka. Mereka pun merasa lega karena, sudah lepas dari si pemarah.


Sementara dikelas Agus dan teman-temannya. Hai Guussss... sapa Nana... Hai Nana... sambil berjalan ke arah kursi duduknya.


Agus... Agus... ada apa sih tadi kok rame bener tadi. Yang mana Agus pun pura-pura tidak tahu. Sudah ayo siap-siap sebentar lagi Pak Anwar masuk.

__ADS_1


Semua Kelas mengikuti jam pelajaran akhir mereka, sambil menunggu Bel berbunyi dan menunggu Adzan dzuhur.


Teeeetttttt.... Teettttt... Jam pun berakhir semua bersiap-siap untuk ke mesjid sekolah untuk menyelesaikan Shalat Dzuhur. Setelah itu mereka barulah boleh pulang.


****


Keesokan harinya... semua siswa-siswi merasa bahagia karena sudah menjelang weekend. Yang artinya mereka bisa lebih santai dan pelajaran mereka juga tidak terlalu buat pusing.


Hanna yang berjalan dengan Tiwi tiba-tiba saja Buggghhh... Aduhhh... sakit tau... teriak Tiwi yang terus saja mengomel.


Wah ini orang emang ngajak aku ribut. Merusak mood aku pagi ini. Maaf... Maaf... saya tidak sengaja. Ehhh... ternyata kaaaa.... muuuu....


Tiwi pun terbengong melihat siapa orang yang telah menabrak nya. Heiii... Maaf ya saya tidak sengaja... celetuk Aly. Eh... iya gak apa-apa kok Baaaanggg.


Boleh kenalan celetuk Aly... oh boleh... boleh jawab Hanna. Mereka pun bersalaman Hanna- Aly eh... kamu Hanna yang mau masuk anggota Paskib benerkan. Kok tau ya... hehhe... celetuk Hanna.


Kemudian bersalaman dengan satu orang lagi...haiii...Tiwi- Aly. Maaf apa ada yang salah dengan wajah aku ya, kok kamu lihat segitunya. Ahh.. maaf ya... teman aku yang satu ini emang suka gini karena sajen nya kurang. wkwkkwk... mereka pun tertawa.


Hanna... apaan sih kamu... kamu pikir aku dedemit ya? Sudah... sudah ayo kita masuk nanti gerbang ditutup sama Guru Piket.


Ah iya... bener... ayo... ayo... Tiwi pun berjalan terlebih dahulu mengikuti Aly. Hanna pun geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya.


Haiii... cewek singaaaa... Assalamu'alaikum...selamat pagi. Hanna pun menoleh ke arah suara. Begitu tau orang yang memanggil namanya Bayu, Hanna hanya menjawab Wa'alaikumussalam. Kemudian Hanna pergi meninggalkan Bayu sendiri.


Hanna pun berjalan dengan cepat mengejar Tiwi. Aduh susah bener ya dekati si Hanna celetuk Bayu yang tanpa disadari ada Barry dibelakang Bayu.


Ehemmm... eheeemmm... Bayu pun kaget. Hai Bar... selamat pagi.. Hmm... pagi. kenapa kamu ditolak ya sama Hanna. Ngomong apa sih kamu Barry? celetuk Bayu.


Barry dan Bayu pun berjalan kearah kelas mereka. kemudian Barry membuka pertanyaan, Kamu suka sama Hanna kan? Hati-hati kamu... dekati Hanna itu susah.


Apa maksud kamu Barry? Iya... kamu suka kan sama Hanna, kamu dengar ya! Hanna itu cewek yang sulit didekati disekolah ini. Jadi jangan kamu harap kamu gampang buat dapatkan dia.

__ADS_1


Ok... coyyy aku masuk duluan ya. Ok Barry, celetuk Bayu. Bayu pun terdiam sejenak dan sekilas dia melihat Hanna sedang tersenyum kepada teman-temannya.


Kenapa ya..... kenapa sih pada gak mau ninggalin jejak, vote, dan ❤ biar aku makin semangkaaa eh semangat. Aku tunggu ya vote, jejak dan ❤. Berapa pun itu aku ucapkan Terima kasih Friend... 😘😘


__ADS_2