Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
S2 Edward putraku bukan putramu


__ADS_3

Flashback On


Louis di tinggalkan sang istri saat melahirkan putra pertamanya, pria itu menikah lagi setelah beberapa bulan dari kepergian sang istri. Pria itu tidak tega melihat putranya tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, hingga ia menikahi sekretarisnya~ Puja yang berasal dari Negara India.


Louis dikaruniai 2 anak dengan Puja, yaitu Brata dan Catherine. Akan tetapi, Puja tetap menyayangi Edward tanpa membeda-bedakan antara anak kandung dan anak tiri, bagi Puja Edward segalanya bahkan terkadang wanita itu lebih mengutamakan Edward dibandingkan Brata dan Catherine.


Wanita itu sangat posesif pada pria tersebut karena ia takut Edward akan pergi meninggalkannya karena Edward tidak terlahir dari rahimnya.


Sementara Louis sangat menjaga Brata dan Catherine, karena Brata mempunyai riwayat lemah jantung sejak lahir, sementara Catherine, ia menjaga putrinya tersebut karena Catherine adalah putri satu-satunya di keluarga Sunation dan butuh perlindungan kakak-kakaknya, hingga Louis mendidik Edward lebih keras dibandingkan dengan Brata dan Catherine.


Saat beranjak Dewasa tepatnya saat Catherine lulus SMA Catherine meminta Edward supaya tidak menjemputnya sepulang sekolah karena ingin merayakan hari kelulusannya dengan teman-temannya.


Akan tetapi, sebuah kejadian naas terjadi, Catherine kecelakaan hingga menyebabkan wanita itu koma, karena mobil yang di kendarai Catherine remnya blong dan mobil tersebut langsung terjun ke jurang.


Edward yang mendengar kabar itu seketika dipenuhi dengan perasaan bersalah karena membiarkan sang adik menuruti keinginannya, ia menyesal karena tidak menmantau Catherine meskipun adiknya tersebut tidak mau diikuti olehnya.


Begitu pulang dari rumah sakit dan ia baru sampai di Mansion, Louis pun langsung menampar pria itu berulang kali dan menyalahkan Edward atas kejadian tersebut dan Puja pun tidak membela pria itu seperti apa yang biasa wanita paruh baya itu lakukan saat Louis menyalahkannya.


Puja diam saja, wanita paruh baya itu duduk di sofa ruang keluarga dengan tatapan kosong, karena ia memikirkan Catherine yang nyawanya sudah berada di ujung tanduk.


Edward yang melihat Puja bersedih, ia langsung mendekati wanita paruh baya itu. Namun, sebelum sempat Edward mendekat, Puja langsung beranjak dan menaiki tangga menuju kamarnya.


Seketika perasaan Edward tak karuan, ia tidak pernah melihat Puja kecewa sampai seperti itu hingga ia berdiri mematung seraya memandangi langkah Puja sampai bayangan wanita paruh baya itu menghilang.


"Apakah kamu lihat kesedihan mommymu? Apa ini balasanmu untuknya? Dia lebih menyayangimu dibandingkan anak-anaknya sendiri, tapi kamu hanya disuruh menjaga adik perempuanmu saja kamu tidak bisa!"


"Kenapa hah? Apakah kamu iri karena mereka anak kandung Puja sementara kamu hanya anak tiri?" tanya Louis di dekat telinga Edward, pria itu mengepalkan kedua tangannya.


Namun, ia tetap berdiri di tempatnya seraya memandangi tangga berharap wanita paruh baya itu kembali lagi untuk membelanya. Sementara Louis terus mengeluarkan kata-kata kasarnya hingga membuat pria itu tidak bisa menahan emosinya kembali.


"Cukup Dad! Jika daddy tidak menyukai Edward tinggal di Mansion ini! Maka Edward akan pergi dari sini!" ucap Pria itu dengan menahan amarah.


Louis menaikkan sebelah sudut bibirnya. "Memangnya apa yang bisa kau lakukan tanpa daddy di luar sana? Selama ini kamu hidup dipenuhi kemewahan, karena harta daddy!" ucap Louis meremehkan sang Putra

__ADS_1


Edward semakin mengeratkan giginya dengan tangan yang terkepal menahan amarah.


"Baiklah, aku akan membuktikan bahwa Edward bisa hidup tanpa harta daddy, dan mulai saat ini Edward akan pergi! Meskipun aku bekerja bukan sebagai CEO, tapi akan ku buktikan pada Daddy bahwa apapun pekerjaan Edward, Edward akan tetap hidup tanpa uang daddy, ini kunci mobilnya!" Edward melangkah meletakkan kunci mobil di atas meja di ruang keluarga tersebut. Lalu, melenggang pergi menuju pintu utama.


_


_


_


Setelah beberapa menit Edward pergi, Puja turun untuk melihat ke adaan pria itu, karena ia tetap menyayangi pria itu dan ia sadar bahwa apa yang menimpa Catherine bukan karena kesalahan Edward, melainkan takdir dari yang kuasa.


"Putraku, mana Mas?" tanya Puja seraya menghapus air matanya.


"Dia sudah pergi dari Mansion ini!" ucap Louis datar.


Deg


"Dia ingin belajar hidup mandiri!" ucap Louis yang kembali duduk di sofa ruangan tersebut.


"Tidak, Edward tidak boleh pergi, dia tidak boleh meninggalkanku!" ucap Puja seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Wanita paruh baya itu langsung lari untuk menyusul Edward hingga panggilan Louis pun tidak ia hiraukan.


Akan tetapi, begitu sampai di pintu utama wanita paruh baya itu menabrak tubuh Brata yang kebetulan baru tiba di Mansion tersebut.


"Mommy kenapa lari-larian seperti ini?" tanya Brata yang menangkap tubuh wanita paruh baya itu ketika hendak jatuh ke lantai.


"Kakakmu mana, Brata? Kakakmu mana?" tanya Puja dengan suara yang dipenuhi dengan kecemasan.


"Kakak? Aku masih belum ketemu Kakak! Bukankah tadi kakak pamit pulang duluan dari rumah sakit?" tanya Pria itu yang masih menatap Puja dengan wajah bingung.


"Lepas!" teriak Puja seraya mengehempaskan tangan Brata, lalu lari kembali untuk mengejar putra kesayangannya tersebut.


"Puja tunggu!" sentak Louis yang berusaha mengejar istrinya tersebut. Namun, Puja seakan tuli. Wanita itu terus lari hingga ia terjatuh di karena tersandung. Puja menangis terisak-isak di tengah jalan berharap Edward kembali. Sementara Louis dan Brata pun mengejar wanita paruh itu karena khawatir.

__ADS_1


"Edward ... ! Kembalilah Nak! Jangan tinggalkan mommy! Kenapa kamu malah meninggalkan mommy di saat mommy sedang terpuruk, kenapa kamu tega menyakiti hati mommy dengan meninggalkan mommy seperti ini, Sayang! Kembalilah Nak! Kembali!" tangisan Puja yang memilukan menghentikan langkah Louis dan Brata yang berusaha mengejarnya.


Kedua pria tersebut mendekati Puja perlahan lalu membantunya berdiri. Namun, Puja langsung mengehempaskan tangan suaminya dan menatap Louis penuh kebencian.


"Apa yang kau katakan pada putraku hingga dia memilih pergi? Kamu pasti mengatakan sesuatu padanya yang membuat hati putra kesayanganku terluka!" teriak Puja.


"Mommy ... ! Kita masuk dulu yuk! Kita bicarakan masalah ini di dalam!" ajak Brata tersenyum lembut.


Puja pun langsung melenggang pergi meninggalkan tempat itu. Ia langsung masuk ke dalam mansion dengan keadaan yang sangat kacau.


Sesampainya di dalam mansion, wanita paruh baya itu langsung duduk di ruang keluarga dengan Louis dan Brata yang mengikutinya.


"Sekarang jelaskan padaku, kenapa Edwardku bisa pergi?" tanya Puja tanpa basa-basi dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti dengan mata yang menatap Louis tajam.


Louis menghela nafasnya kasar. "Aku hanya mengatakan padanya bahwa dia iri pada Brata dan Catherine karena dia tidak terlahir dari rahimmu!" ucap Louis santai.


Jedduarrr ...


Baik Brata maupun Puja langsung menatap Louis dengan wajah terkejut. Puja pun mendekati pria itu dan langsung menamparnya dengan sekuat tenaga.


"Kau memang suamiku yang sangat aku hormati, tapi sekarang kamu sudah di luar batas, dia putraku bukan putramu!" teriak Puja seraya meninggalkan ruangan itu dengan emosi yang meledak-ledak.


Sementara Brata juga langsung meninggalkan ruangan tersebut tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya!


Thank you ... Muachhh 😘

__ADS_1


__ADS_2