Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Cinta karena kebersamaan


__ADS_3

"Sayang, seminggu lagi pertunangan kamu dengan Devan akan di gelar di hotel Galaxy corp." Rany tersenyum menatap putrinya yang sedang asyik bermain game di ponselnya.


Ryan, Rani dan Putri sedang duduk santai di ruang keluarganya, sementara Regina masih belum pulang karena kerja kelompok, Adit pun juga belum pulang karena masih di tempat magang.


"Apa? Aku harus bertunangan dengan Kak Devan?"


"Tidak Mom, tidak! Kak Devan itu hanya ku anggap sebagai kakak, masak aku harus bertunangan dengannya?" tolak Putri.


"Putri! Selama ini daddy terlalu memanjakanmu hingga kau menjadi anak yang pembangkang, jika kau tidak mau menuruti keinginan daddy, jangan harap kau bisa mendengarkan suara daddy lagi, daddy tidak akan pernah mau bicara denganmu jika sampai kali ini kau menolak keinginan daddy lagi!" sentak Ryan.


"Tapi, Dad ... !"


"Tidak ada tapi tapian, daddy banyak hutang budi sama Tuan Brian, begitupun dengan mommymu pada Nona Gracia, kekayaan yang kita nikmati saat ini adalah berkat bantuan mereka, jadi daddy harap kau tidak akan pernah mengecewakan daddy dengan menolak pertunangan ini!" ucap Ryan.


Putri menundukkan kepalanya, seiring air mata Putri yang mengalir deras membasahi wajah gadis itu. Putri tidak mengeluarkan sepatah kata pun, ia hanya bisa diam menyelami perasaannya yang begitu kacau.


"Sayang, mommy mohon dengarkan ucapan daddy dan mommy kali ini saja!" ucap Rani seraya memegang tangan Putri sendu.


"Putri tidak tau harus jawab apa, Mom! Putri mau ke kamar dulu!" jawab Putri seraya lari menuju kamarnya.

__ADS_1


Sementara Ryan menatap putrinya datar, berbeda dengan Rani yang menatap Putri sendu.


"Apakah kita tidak terlalu egois menjodohkan Putri kita dengan orang yang tidak dicintai?" tanya Rani.


"Devan baik hati, dia menyayangi Putri meskipun hanya sebatas menganggap adik, aku percaya dengan seiring berjalannya waktu cinta mereka akan tumbuh karena adanya kebersamaan!" ucap Ryan.


"Jika tidak?" tanya Rani.


"Aku tidak ingin kisah Cinta Tuan Brian dan Nyonya Gracia di alami Devan dan Putri, aku tidak akan sanggup melihat putriku menderita," ucap Rani sendu.


Deg


Ryan mengingat masa lalu Brian dan Gracia, karena ia tahu betul bagaimana perjalanan kisah cinta dari mantan atasannya tersebut.


"Tapi bagaimana dengan perjodohan itu, kita sudah terlanjur menyetujui. Tidak mungkin aku membatalkan pertunangan ini sepihak, aku tidak mau mempermalukan diriku sendiri dengan datang pada Tuan Brian untuk membatalkan pertunangan ini, aku banyak hutang budi padanya, hanya saat ini kesempatan untuk membalas kebaikannya," ucap Ryan.


"Tapi bagaimana dengan Putri? Kita tahu kalau mereka tidak saling mencintai, dan Devan, kita tahu betul bahwa dia berbuat nekat hanya demi mengejar cintanya!" ucap Rani.


"Ya sudah, biar nanti aku yang bicara dengan Tuan Brian, aku akan berusaha untuk mencari jalan keluarnya," ucap Ryan datar.

__ADS_1


"Terima kasih, Mas! Aku harap kalian bisa mengerti perasaan anak-anak!" ucap Rani.


Ryan hanya tersenyum kaku. "Kalau begitu aku pergi dulu!" ucap Ryan beranjak.


Rani pun mengangguk tanpa suara, lalu wanita itu mencium tangan Ryan, sementara Ryan mencium kening wanita itu, lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Hati-hati, Mas!" ucap Rani.


Ryan pun menoleh sebentar, lalu melambaikan tangnanya seraya tersenyum tipis.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 🥰


Lanjutkan ya guys, jangan protes dulu 😂🤣🤭


Bentar masih OTW insya Allah hari ini 3 Bab ❤️

__ADS_1


Tapi Othor nggak bisa menjadwalkan karena Othor nulis hanya jika ada kesempatan ❤️


Yang penting jangan lupa jejaknya, biar Othor khilaf bikin lebih dari target 🤣


__ADS_2