
Beberapa hari setelah pernikahan Roy dan Putri kini pernikahan Brata dan Keyla juga digelar.
Acara pernikahan sepasang kekasih itu tak kalah meriahnya dengan pesta pernikahan Roy dan Putri hingga semua orang merasa takjub dengan dekorasi dari sang Putra pengusaha Inggris itu.
Akan tetapi, meskipun ia putra pengusaha sukses di Inggris, ia juga sukses merintis usahanya sendiri di Indonesia.
Brata anak ke 2 dari 3 Saudara. Namun, saudara pertamanya memilih pergi menjauh dari London karena ia pernah disalahkan oleh Louis atas kejadian yang hampir membuat Catherine kehilangan nyawanya.
Edward Louis Sunation ~ Dia putra pertama Louis dengan istri pertamanya. Ibunya Edward meninggal setelah wanita itu melahirkan Edward hingga Louis memilih menikahi sekretarisnya agar Edward bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.
Umur Edward dan Brata tidak terpaut begitu jauh, hanya berkisar 1 tahunan, hingga keduanya tumbuh seperti anak kembar dan Puja pun tidak membeda-bedakan keduanya.
_________
Di tengah ramainya para tamu undangan yang mengucapkan selamat, kini ada seseorang yang membuat Brata terkejut hingga ia berdiam diri dan mematung menatapnya.
"Selamat ya!" ucapnya tersenyum.
"Kak Edward?" gumam Brata pelan seraya menatap kakaknya yang melangkah menjauh.
"Kamu kenal sama tunangan sepupuku, Sayang?" tanya Keyla dengan menatap Brata penuh tanya.
"Dia kakakku!" jawab Brata setelah punggung pria itu menghilang dibalik kerumunan orang banyak.
"Kakak?" Keyla semakin mengerutkan keningnya.
"Iya, nanti saja kujelaskan di rumah!" ucap Brata seraya menjabat tangan tamu-tamu undangan yang hadir.
Keyla pun hanya berdiam diri, ia menatap punggung pria itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
____________
"Kakak ... !" Catherine mengejar Edward yang hendak pergi meninggalkan gedung itu. Wanita itu melihat sang Kakak yang turun dari pelaminan menuju pintu keluar.
Edward semakin mempercepat langkahnya, ia merasa belum siap untuk menemui keluarganya hingga ia memilih menghindar dari Catherine maupun orang tuanya.
"Kakak .... ! Tunggu aku!" teriak Catherine seraya mengejar langkah Edward yang tidak mau menoleh padanya.
"Jika Kakak tidak mau melihatku, sampai kapanpun kakak tidak akan pernah melihatku lagi!" teriak Catherine dari kejauhan.
Seketika Edward menghentikan langkahnya, namun ia tetap tidak menoleh pada wanita itu. Catherine pun tersenyum, meskipun kakaknya itu sangat marah padanya tapi ia tidak pernah mengabaikannya.
Catherine lari dengan senyum yang mengembang. Lalu, ia melangkah dan berdiri di depan kakaknya tersebut dan memeluknya erat. "Aku merindukanmu, Kak!" ucap Catherine seraya memejamkan matanya.
Edward pun mengangkat tangannya hendak membalas pelukan wanita itu. Namun, ucapan ayahnya yang menusuk baginya membuat ia mengurungkan niatnya dan mendorong tubuh Catherine perlahan.
__ADS_1
Lalu, ia melanjutkan langkahnya mengabaikan Catherine yang berteriak-teriak memanggil namanya.
"Kakak ... ! Kenapa dulu kakak tidak menungguku bangun, dan setelah aku membuka mata, kakak sudah pergi meninggalkanku! Apa salahku Kak?" tanya Catherine menatap punggung Edward dengan air mata yang mengalir deras.
Ia terus mencoba mengejar Edward meskipun pria itu tidak menoleh dan menutup pintu mobilnya tanpa memedulikan adiknya yang mengedor-ngedor pintu mobil.
Edward pun melajukan mobilnya dengan Catherine yang terus mencoba mengejar mobil kakaknya hingga wanita itu jatuh bersimpuh dan menatap mobil Edward yang menjauh.
"Kakak ...!" teriak Catherine dengan tangisan pilunya. Sementara Edward mengusap air matanya yang lolos begitu saja saat menatap sang adik dari kaca spionnya.
"Maafkan aku, Bidadariku! Sekarang kau tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, kau bukan gadis kecilku lagi!" ucap Edward tersenyum sendu.
_
_
_
"Sayang kamu ngapain duduk bersimpuh di tengah jalan? Dan kenapa kamu nangis? Kamu kenapa, Sayang? Kamu kenapa?" tanya Devan seraya menjongkok dan memegang bahu wanita itu.
Pria itu membantu Catherine berdiri, lalu memeluknya erat. Sementara Catherine menangis tersedu-sedu dalam dekapan hangatnya sang suami.
_
_
_
"Kamu kenapa?" tanya Devan. Pria itu menatap istrinya dari samping.
"Aku tadi melihat kakakku?" ucap Catherine dengan air mata yang terus mengalir.
"Bertemu Kakak? Bukankah Kak Brata masih di dalam?" tanya Devan menaikkan sebagai alisnya.
"Bukan Kak Brata, tapi Kak Edward. Dia sudah lama menghilang sejak aku kecelakaan. Dia pergi tanpa pamit padaku!" ucap Catherine dengan tangisan pilunya.
"Kenapa dia pergi tanpa pamit?" tanya Devan yang semakin bingung.
"Itulah yang aku tidak tahu, aku tanyakan pada Kak Brata dia menyuruhku agar jangan menanyakan Kakak lagi. Aku tanya pada mommy, dia juga bungkam dan aku nanya ke daddy dia juga tidak menjawab. Aku bingung Kak Edward itu kenapa? Aku bingung!" ucap Catherine dengan air matanya yang terus mengalir.
"Aku akan membantumu untuk mencari tahu apa yang terjadi di keluargamu jika kamu mengizinkan!" ucap Devan tersenyum.
Seketika Catherine menoleh menatap suaminya tersebut. "Kamu bisa membantuku, Dev?" tanya Catherine seraya menatap Devan intens.
"Kenapa tidak? Jika kamu menginginkan apapun pasti bisa kulakukan!" ucap Devan tersenyum.
__ADS_1
"Aku tidak mau omong kosong, buktikan jika kamu bisa!" ucap Catherine seraya mencubit perut suaminya tersebut.
Wanita itu juga tersenyum menatap Devan yang selalu menjadi sumber kebahagiaannya.
"Terima kasih," ucap Catherine menatap suaminya begitu dalam.
"Untuk?" Devan mengerutkan kening seraya membalas tatapan Catherine.
"Untuk semuanya."
"Aku tidak tahu hidupku akan seperti apa tanpamu Dev! Aku wanita paling beruntung karena Tuhan menciptakanmu untukku hingga aku merasa menjadi orang yang paling sempurna saat di sampingmu!" ucap Catherine tersenyum.
"Bagiku kamu memang sempurna, sangat sangat sempurna! Kamu duniaku, kamu kebahagiaanku! Jika tanpamu, maka aku tidak tahu lagi bagaimana caraku untuk menjalani kehidupan ini! Aku hanya ingin minta satu hal padamu!" ucap Devan seraya mengambil tangan Catherine dan menggenggamnya erat.
"Apa?" tanya Catherine tersenyum.
"Jangan pernah tinggalkan aku!" ucap Devan dengan senyum lembutnya.
"Seandainya aku berpaling seperti apa yang kulakukan pada Randa, apakah kau akan tetap bertahan denganku?" tanya Catherine tersenyum.
"Itu tidak akan pernah terjadi, karena aku akan selalu merantaimu dengan cintaku yang begitu kuat!" ucap Devan menatap Catherine penuh cinta.
"Oh ya?"
"Kalian ngapain berada di sini?" tanya David yang tiba-tiba duduk diantara keduanya.
"Kakak ... ! Kalau Kakak masih di sini, aku panggilin Kakak ipar nih!" ancam Devan.
Seketika David berdiri dan menoleh karena ia takut Freya datang. "Dasar adik durhaka!" umpat David kesal.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Insya Allah Othor akan tetap lanjutkan novel ini jika kalian tidak pergi meninggalkan Othor. Terima kasih atas dukungan kalian!
Like and komen jangan lupa!
Thank you 😘
Sambil nunggu Othor update, mampir yuk ke karya teman Othor yang masih hangat 👇👇
__ADS_1