Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Wajah tampan David


__ADS_3

Setelah Devan keluar dari kamar Sean, tiba-tiba ia disambut dengan suara cempreng yang tidak asing lagi baginya.


"Kak, Devan ... !" teriak Putri begitu ia melihat pria itu di mansion tersebut.


Gadis itu baru tiba di mansion David. Ia merentangkan kedua tangannya dan hendak lari saat melihat Devan yang baru keluar dari kamar Sean. Sementara Roy melebarkan matanya, melihat tunangannya tersebut ingin memeluk atasannya.


"Sayang ... jangan macem-macem!" Roy menatap Putri dengan wajah jengkel.


Devan yang melihat pasangan itu, tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Roy, kamu jangan kepedean! Lagi pula siapa yang mau di peluk sama wanita aneh seperti tunanganmu itu?" ucap Devan menatap Putri dengan senyum sinisnya.


"Kak Devan keterlaluan! Aku 'kan kangen sama Kak Devan, sama adik sendiri pelit banget!" ucap Putri memanyunkan bibirnya.


"Sejak kapan kamu menjadi adikku? Aku tidak punya adik kayak kamu?" ucap Devan yang sengaja ingin membuat gadis itu kesal.


"Kak Devan jahat!" ucap Putri dengan wajah kesalnya.


"Raya yang tinggal serumah denganku saja tidak ku akui, apalagi kamu yang cuma suka gangguin ketenanganku!" ucap Devan seraya menertawakan Putri.


"Kamu itu sombong sekali, awas aja kena karma!" ucap Putri kesal.

__ADS_1


"Kak David?" Putri tersenyum dengan mata berbinar saat melihat David yang muncul dari pintu di belakang Devan.


"Iya, aku David? Kamu kenapa sih? Oh aku tau, pasti kamu terkejut 'kan melihat wajah tampanku?" tanya David seraya mengerlingkan sebelah matanya.


"Iya, Kak David tampan sekali." Putri menatap David takjub. Gadis itu tersenyum dan hendak melangkah untuk menghampiri pria itu, ia juga reflek merentangkan kedua tangannya kembali.


"Jangan macem-macem!" ucap Freya datar yang tiba-tiba muncul di belakang pria itu. Ia menatap Putri seakan hendak ingin menerkam.


Roy pun tersenyum karena kedatangan Freya, ia tidak perlu repot-repot untuk mencegah tunangannya untuk memeluk pria lain.


"Eh, Kak Freya!" ucap Putri seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Gadis itu tetap melanjutkan langkahnya. Namun, ia memeluk wanita itu untuk menyalurkan kerinduannya pada wanita tersebut.


"Kamu itu sudah dewasa Put! Jadi, jangan bersikap seperti anak kecil lagi!" ucap Freya datar.


"Ah ... Kak Freya tetap nggak pernah berubah, masih aja suka ngomel-ngomel, harusnya Kak Freya itu senyumin Putri, cium Putri dan manjain Putri, tapi Kak Freya tetap aja masang wajah datar Kakak." Putri menatap wajah Freya kesal.


"Nona Putri," ucap Catherine seraya menatap wajah Putri dengan perasaan bersalah.


"Kak Catherine?" Putri menatap Catherine dengan wajah bingung.


"Kak Catherine kok bisa ada di sini?" tanya wanita itu.

__ADS_1


"Catherine istriku! Dan kau jangan berisik! Aku bosan mendengar suara cemprengmu itu!" ucap Devan memutar bola matanya malas.


"Ayo Sayang ikut aku!" ajak Devan Seraya menarik tangan Catherine. Hingga wanita itu reflek mengikutinya.


Sementara Putri masih melebarkan mulutnya karena terkejut. Ia memang tahu tentang pernikahan Devan, tapi ia tidak tahu bahwa yang dinikahi Devan itu Catherine.


"Ya sudah, ayo kita ruang tamu dulu!" ajak Freya seraya menarik tangan Putri.


"Ayo, Roy!" ajak David tersenyum seraya melangkah mengikuti dua wanita di hadapannya tersebut.


"Terima kasih, Kak!" ucap Roy, mengikuti langkah David.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


untuk malam ini cukup dulu ya, Sayang! Othor dah ngantuk banget soalnya 🙈


Jangan lupa jejaknya, Tank you Muachhh 😘

__ADS_1


__ADS_2