
Malam harinya.
Devan yang sudah selesai mandi terlebih dahulu, ia pura-pura fokus pada laptopnya. Akan tetapi, pria itu melirik istrinya yang memakai handuk hanya sebatas dada dan rambut yang basah, meneteskan bulir-bulir air dari ujung rambut tersebut.
Wanita itu tidak membawa pakaian ganti ke kamar mandi, karena biasanya Devan berada di ruang kerja setelah makan malam.
Namun, malam itu berbeda, meskipun ia melihat Devan fokus pada laptopnya, ia merasakan sesuatu yang aneh saat ia hanya memakai handuk.
Dengan langkah ragu Catherine mau melewati Devan yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur.
Akan tetapi, setelah ia sampai di depan pria itu, Devan menarik tangan Catherine hingga wanita itu duduk di pangkuan suaminya tersebut.
Devan menatap wajah Catherine intens. Ia tidak kuat menahan nfsu yang bergejolak menyiksa dirinya.
"Sayang ... ? Aku menginginkanmu malam ini!" ucap Devan penuh harap.
"Boleh ya?" tanya Devan tersenyum.
"Tapi ... tapi aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya, Dev! Kecuali di malam yang menghancurkan hidupku, dan pada saat itu pun aku melakukannya tanpa sadar!" ucap Catherine seraya memejamkan matanya.
"Apa?" Devan terkejut mendengar ucapan Catherine, ia tidak pernah menyangka bahwa sebesar itukah kekecewaan Randa pada Catherine karena ulahnya. Pria itu semakin merasa bersalah karena penderitaan Catherine berawal dari kesalahannya di masa lalu.
"Setahun lebih kamu tidak melakukan hal apapun dengan Randa?" tanya Devan sendu.
__ADS_1
"Iya, setiap dia ingin melakukannya, dia ingat penghianatanku hingga membuat emosinya naik dan malah mengakhirinya dengan menelpon wanita lain untuk membuatnya puas!" tangisan Catherine pecah saat mengingat masa lalunya.
Devan mengusap air mata Catherine dan menatap mata istrinya tersebut seraya tersenyum lembut.
"Jika aku melakukan kesalahan yang lebih besar dari kesalahanmu, apakah kau akan memaafkannya?" tanya Devan dengan wajah seriusnya.
"Apa yang lebih besar dari kesalahanku, Dev? Sebesar apapun kesalahanmu, aku yakin tidak akan sebesar kesalahanku di masa lalu." Catherine tersenyum membalas tatapan pria yang dicintainya tersebut.
Devan menarik nafas, lalu memejamkan matanya. "Aku yang merusakmu hingga kau menderita!" ucap Devan mencoba mengakui kesalahannya.
"Maksudmu?" tanya Catherine mengerutkan kening.
"Aku yang mengambil kesucianmu sewaktu di Bali!" ucap Devan memperjelas.
"Catherine dengarkan aku!" Devan memegang kepala istrinya, mencoba membuat wanita itu yakin. "Kita melakukannya di Kamar 478 dengan ruangan VIP di hotel Asmara kasih."
Jedduarrr ...
Bagaikan disambar petir di siang bolong Catherine terkejut hingga senyuman wanita itu memudar perlahan. "Ini tidak mungkin!" ucap Catherine.
"Aku mohon Dev, jangan buat lelucon kayak gini! Ini tidak lucu!" ucap Catherine dengan mata yang mengembun.
"Maafin aku, Sayang! Tapi aku tidak mau hubungan kita di awali dengan kebohongan," ucap Devan dengan perasaan bersalahnya.
__ADS_1
"Tidak, ini tidak mungkin! Kau pria yang baik, kamu tidak mungkin melakukannya!" ucap Catherine seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
Wanita itu berdiri dan hendak menjauh dari suaminya tersebut. Namun, ucapan Devan langsung menghentikan langkahnya.
"Jika kau tidak maafin aku! Maka aku akan menebus dosaku dengan ini! Aku akan mengakhiri hidupku, agar orang yang kucintai tidak lepas dariku karena talak. Melainkan kita dipisahkan karena ajal," ucap Devan tersenyum.
...❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Maafin Othor telat update.
Jangan lupa dukungan dan jejaknya.
Like, komen dan Vote jika ada 🙈
Thank you, Akak 😍
love you
Muachhh 😘
__ADS_1