
"Mom, tadi itu tidak seperti apa yang mommy lihat!" Catherine mencoba menjelaskan setelah keduanya duduk di sofa kamar tamu.
"Mommy tau sayang, putra mommy tidak mungkin KDRT, aku tahu kalian sedang bercanda di kamar itu, tapi mommy sengaja mengusili putra mommy karena entah mengapa mommy sangat senang membuatnya kesal." Gracia tersenyum.
"Aku beruntung punya mertua sebaik Mommy!" ucap wanita itu seraya memeluk Gracia dari samping.
"Aku juga beruntung punya menantu yang bisa membuat dunia putra mommy berwarna," ucap Gracia membelai kepala menantunya tersebut.
"Mommy beneran mau menginap di sini 'kan?" tanya Catherine setelah melepaskan pelukannya.
"Tidak, Daddy pasti akan datang ke sini jika aku tidak pulang!" ucap Gracia.
"Owh ... Daddy sangat romantis ya, Mom?" tanya Catherine menatap mertuanya dengan mata teduh.
"Banget. Dia sangat sangat romantis. Aku merasa beruntung memilikinya! Setiap hari dia menghujaniku dengan cinta." Gracia tersenyum sambil membayangkan wajah Brian.
"Devan juga begitu, Mom! Setelah aku pikir-pikir, di balik kekesalanku padanya, ternyata di sanalah dia melukis banyak kenangan!" ucap Catherine tersenyum juga.
"Kamu betul, Nak! Cinta bukan hanya karena kata, cinta bukan hanya ungkapan dan cinta bukan hanya karena pujian. Tapi cinta juga butuh pembuktian. Sebuah rasa nyaman dan damai itulah yang terpenting, jujur dan saling percaya, itulah kuncinya!" ucap Gracia menatap menantunya lembut.
"Aku akan selalu mengingat ucapan, Mommy!" ucap Catherine tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu mommy pulang dulu Sayang! Daddy pasti sudah menunggu mommy di rumah!" pamit Gracia.
"Iya, Mom!" jawab menantunya seraya menyalimi wanita paruh baya itu.
Gracia beranjak yang diikuti Catherine dari belakang. Namun, setelah beberapa langkah keluar dari kamar tersebut, tiba-tiba Brian muncul dari arah lift.
"Kamu ngapain aja sih, Sayang? Aku khawatir karena kamu bilang cuma mau pergi sebentar, ini udah beberapa jam kamu belum pulang!" ucap Brian dengan wajah khawatir.
"Tidak apa-apa, Mas! Tadi aku cuma bicara sama menantu sebentar!" jawab Gracia tersenyum.
"Akhirnya Daddy jemput Mommy juga?" ucap Devan yang tiba-tiba muncul dari belakang Gracia juga Catherine.
"Iya lah, aku cuma bantu mommy pamitan, siapa tahu mommy tidak sempat pamit sama daddy kalau mommy mau nginep di sini!" ucap Devan dengan wajah yang mengesalkan.
"Dasar kamu ya!" Gracia hampir mengambil sepatunya untuk menggetok kepala putranya tersebut. Namun, Brian mencegahnya dengan memegang pergelangan tangan Istrinya.
"Sayang ... , Sayang sudah! Kita pulang saja! Biarkan mereka beristirahat!" ajak Brian.
"Tapi Mas ... !"
"Sudah ayo!" Brian menarik tangan Catherine hingga wanita paruh baya itu mengikuti langkah suaminya tersebut. Begitu pun dengan Catherine. Wanita itu di tarik hingga ia mengikuti langkah Devan dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Devan mengunci pintu kamarnya dan mendorong tubuh Catherine ke tempat tidur. "Kamu mau ngapain Dev?" tanya Catherine menatap suaminya tajam.
"Kita tidur saja! Aku capek karena lari dari kamu dari tadi!" ucap Devan seraya menarik wanita itu dalam dekapannya.
Mereka pun tidur di malam itu dengan lelapnya tanpa melakukan kegiatan apapun lagi karena ia cukup lelah sehabis main kejar-kejaran.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
udah pada bosen ya? Author panjang-panjangin dikit dulu ya? Soalnya jarang banget karya Othor masuk Rangking 20 Besar. Hanya karya Othor yang ini yang masuk Rangking.
Jadi insya Allah, Othor bikin season 2 di karyaku yang ini ya! Tapi kisah Brata (kakaknya Catherine dan Regina adiknya Putri)
Sesuai judul
ketika selingkuh menjadi jalan pintas.
Jadi masih tentang perselingkuhan ya! Tapi insya Allah alurnya berbeda 🤣🤣🤣
__ADS_1