Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
S2 Berdamai dengan takdir


__ADS_3

London


Keyla berdiri di balkon kamarnya, ia melihat taman yang tampak indah dari balkon itu.


"Pagi, Cinta ... !" Edward memeluk Keyla dari belakang. Pria itu tersenyum sambil memejamkan matanya menikmati tubuh hangat sang istri.


Keyla juga tersenyum, lalu membalikkan tubuhnya seraya menatap suaminya penuh kasih. "Pagi juga, Cinta!"


"Hari ini kamu mau kemana, Sayang?" tanya Edward seraya menyelipkan rambut Keyla yang mengganggu wajah wanita itu, dengan tangan yang satunya memegang pinggang Keyla.


"Tumben kamu nanya jadwalku, punya kejutan kah?" tanya Keyla seraya menatap suaminya dengan senyuman lembut.


"Iya, aku punya kejutan, bukan hanya kamu tapi keluarga kita juga!" jawab Edward.


Ucapan Edward membuatnya penasaran tentang kejutan yang bukan hanya untuknya.


"Kamu punya kejutan apa sih? Aku jadi penasaran." Keyla menaikkan sebelah alisnya serta senyumnya yang tak pernah memudar.


Lalu wanita itu mengalungkan tangannya pada leher Edward, ia juga tak melepaskan sedikitpun tatapannya dari orang yang di cintainya tersebut.


"Kalau kamu penasaran, kita ke Bandara sekarang!" ajak Edward.


"Ke Bandara? Ngapain?" tanya Keyla yang semakin bingung.


"Iya, Ke Bandara! Kita jemput adik dan adik ipar kita!" ucap Edward dengan senyum yang mengembang.


"Adik dan adik ipar?" tanya Keyla yang bingung dengan ucapan Edward.

__ADS_1


Bukankah Tuan Devan dan adik ipar Catherine sudah ada di sini, Sayang?" tanya Keyla yang semakin bingung.


"Bukan Catherine, tapi Brata!" jawab Edward dengan senyum yang tak memudar.


Deg


Meskipun perpisahannya dengan Brata sudah lama berlalu, tapi setiap bertemu dengan pria itu, ia selalu dihantui perasaan bersalah. Meskipun ia tahu bahwa Brata tidak punya perasaan apapun lagi padanya.


"Kenapa?" tanya Edward yang melihat istrinya menundukkan kepala.


"Lebih baik kamu saja, Sayang! Aku tidak perlu ikut kamu untuk menjemput mereka." Keyla mengalihkan tatapannya.


Edward yang mengerti dengan alasan sang istri, ia mencoba membujuknya agar tidak ada lagi kecanggungan dalam keluarganya.


"Hey ... tatap aku!" Edward memegang pundak Keyla hingga wanita itu menatap ke arahnya.


"Sekarang Brata sudah punya kebahagiaan baru, jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri! Kau harus berdamai dengan takdir!" ucap Edward tersenyum.


"Tidak! Regina tidak pernah meninggal. Dia hanya disembunyikan keluarganya, karena mereka tidak ingin Brata mencarinya lagi!" ucap Edward tersenyum.


"Tapi kenapa, Mas? Kenapa mereka tidak ingin Mas Brata menemuinya?" tanya Keyla seraya mengerutkan kening.


"Karena mereka tidak ingin semua orang menganggap dia sebagai pelakor! Meskipun semua orang tahu bahwa mereka tidak pernah menjalin hubungan sebelum kalian resmi bercerai," ucap Edward.


"Iya, aku tahu itu! Semua bukan salah Mas Brata maupun Regina. Apa yang terjadi dalam pernikahanku dengan Mas Brata dulu, itu semua karena kesalahanku yang tidak bisa berdamai dengan masa lalu."


"Cintaku terlalu dalam pada cinta pertamaku, hingga tanpa sengaja, aku menyakiti orang yang selalu mendampingiku dan mencintai dengan tulus."

__ADS_1


"Maafkan aku!" ucap Edward tersenyum.


"Tidak, jangan katakan maaf padaku! Aku yang salah. Seandainya aku mendengarkanmu dulu, maka aku tidak akan menyakiti hati banyak orang!" ucap Keyla sendu.


___________


Bandara


Brata dan Regina berjalan beriringan di koridor bandara


"Kak ..., Aku takut!" ucap Regina menoleh seraya menatap Brata dengan wajah khawatir.


Brata pun mengambil tangan wanita itu dan menggenggamnya erat. "Jangan takut! Aku akan selalu di sampingmu, apapun yang terjadi!" Brata menoleh sekilas dengan senyum manis di bibirnya.


"Aku percaya, tidak akan ada suatu hal buruk yang terjadi padaku selama cintaku bersamaku!" ucap Regina tersenyum seraya merapatkan tubuhnya pada pria itu.


Regina juga menyandarkan kepalanya sambil berjalan dengan satu tangan yang menarik koper.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Jangan lupa dukungannya, ya!


Tanpa kalian Othor bukan siapa-siapa, meskipun sekarang masih bukan siapa-siapa! 😂😂😂

__ADS_1


Cie ... Othor merasa jadi artis, anggap saja artis! 🙈


Intinya Othor Seneng punya Readers seperti kalian, yang telah Sudi mampir ke karya Othor yang masih kayak ****** beliung 🙈


__ADS_2