
Sayang kita kumpul dengan keluarga yang lain yuk!" ajak Puja seraya menatap menantunnya dengan tersenyum lembut.
Keyla mengangguk dan juga tersenyum sambil menatap mertuanya tersebut. Kedua wanita itu melewati 3 pria di hadapannya untuk berkumpul dengan keluarga yang lain.
Louis mengikuti langkah istrinya, sementara Edward dan Brata juga mengikuti langkah mereka di belakang pria paruh baya tersebut.
Sesampainya di acara pesta, Brata dikejutkan dengan seseorang yang juga hadir di pesta tersebut.
Dengan langkah ragu Brata melangkah mendekatinya. "Ngapain kamu di sini, Re?" tanya Brata yang mendekati gadis dengan suara yang berbisik
Regina melebarkan mulutnya karena mendengar suara seseorang yang selalu menemaninya bermain di Danau dan di rumah pohon tersebut.
Ia mengaggap Brata sebagai kekasihnya meskipun pria itu menolak puluhan kali untuk menjadi kekasihnya.
Regina menoleh dengan mata yang berbinar. "Sayang ... kamu di sini?" tanya Regina tersenyum.
Brata langsung menarik lengan Regina perlahan membawanya ke tempat sepi saat semua orang tak memperhatikannya. Sesampainya di belakang, Brata duduk di bangku panjang di dekat kolam renang, sementara Regina memainkan air di pinggiran kolam renang tersebut.
"Ngapain kamu berada di tempat ini?" tanya Brata seraya menatap gadis itu.
"Aku kesini karena di undang lah, masak aku ke sini datang tanpa diajak? ucap Regina tersenyum.
"Kamu sendiri ngapain di tempat ini?" tanya Regina balik tanpa menatap pria yang dicintainya tersebut.
"Aku kakaknya Catherine, jadi wajar kalau aku di sini!" ucap pria itu tersenyum tipis.
"Jangan ngayal, Kanda! Kamu tidak mungkin punya hubungan darah dengan Kak Catherine." Regina tidak percaya dengan ucapan pria tersebut.
"Kenapa tidak? Ngapain aku di sini jika bukan karena adikku?" tanya Brata balik.
"Nggak tahu?" Regina mengerdilkan bahunya, lalu bermain air kembali.
"Kamu sendiri kenapa bisa ada di acara ini sih?" tanya Brata kembali.
Regina pun berdiri dan melangkah mendekati pria tersebut. "Daddyku sekretarisnya Tuan Brian, jadi wajar saja jika aku ikut kesini," jawab gadis itu tersenyum.
"Memangnya siapa daddymu?" tanya Brata tanpa menoleh pada gadis di sampingnya.
Regina tersenyum. "Daddy Ryan!" jawabnya seraya menatap Brata dari samping.
Brata langsung menoleh dan menatap mata gadis di sampingnya tersebut. "Kamu adiknya Putri?" tanya Brata dengan wajah terkejut.
__ADS_1
"Iya, dia adikku!" ucap Putri yang tiba-tiba muncul di antara keduanya.
"Pasti adikku mengganggumu?" tanya wanita itu tersenyum seraya menatap Brata penuh pertanyaan.
Lalu wanita itu menjewer telinga adiknya yang ia pikir sedang menggoda suami sahabatnya tersebut.
"Lepas, Kak! Kakak apa-apaan sih?" Regina memberenggut kesal.
"Kamu jangan menggoda kakaknya Nona Catherine, ya!" Regina menjewer telinga adiknya hingga berdiri dari kursi taman sendiri.
"Kenapa sih, Kak? Kayak Kakak nggak pernah muda aja!" ucap Regina kesal.
"Brata sudah memiliki istri, setidaknya lebih baik kamu menggoda seseorang yang belum menikah!" ucap Putri yang tidak melepaskan telinga gadis itu.
Jedduarrr .....
Regina sangat terkejut mendengar ucapan sang Kakak, ia tidak menyangka bahwa apa yang Brata ucapkan benar adanya.
Gadis itu tidak merasakan sakit karena jeweran kakaknya tersebut. Ia merasa sakit yang luar biasa yang bisa melupakan segalanya. Ia mengikuti langkah sang Kakak pelan seraya menoleh dan menatap Brata penuh kesedihan.
Sementara Brata merasa bersalah pada Regina, ia juga menatap gadis itu sendu. Ada perasaan tidak rela jika gadis itu menjauhinya setelah gadis itu percaya bahwa ia sudah memiliki istri.
Namun, saat gadis itu hendak menghilang dari balik pintu, ia menghapus air matanya. Lalu, melangkahkan kakinya ke depan tanpa menoleh pada Brata kembali.
_
"Ada apa ini?" gumam Brata.
"Tidak, aku tidak mungkin benar-benar mencintai Regina, kenapa aku tidak tega melihat air mata gadis itu. Bahkan aku ikut merasakan kekecewaannya saat ini!"
"Aku masih mencintai Keyla 'kan?" Brata berperang dengan batinnya sendiri.
"Dia istriku jadi wajar saja jika aku masih mencintainya, tapi ini! Perasaan apa ini!" gumam Brata seraya menatap ke arah pintu dimana bayangan Keyla menghilang.
"Aku tahu kamu sudah mencintainya, jadi lepaskan Keyla, jangan kau sakiti dia dengan mengikatnya dengan sebuah tali pernikahan! Jika kamu seperti ini, maka kamu tidak ada bedanya dengan Randa~ Mantan suami istriku!" ucap Devan yang sudah duduk di samping pria tersebut.
Deg
Brata menoleh menatap adik iparnya tersebut. "Apa maksudmu?" tanya Brata yang menatap adik iparnya dengan perasaan campur aduk.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud memata-mataimu, tapi istriku yang memintaku untuk mencari kebenaran tentang kakak tertua, dan dari informasi yang aku dapat, kalian terjebak cinta segitiga hingga tanpa sengaja aku menyaksikan langsung setiap hari kau menemuinya di Danau buatan Om Ryan." Devan menatap lurus ke depan tanpa menoleh pada kakak iparnya tersebut.
__ADS_1
"Jadi kamu dan Catherine sudah mengetahui semuanya?" tanya Brata terkejut.
"Tidak, aku tidak memberi tau tentang semuanya!" ucap Devan datar.
"Lalu?" tanya Brata seraya menatap adik iparnya intens.
"Aku hanya mengabarkan bahwa Kakak Ipar Edward sudah kembali ke London dan menggantikan Daddy Louis di perusahaannya!" jawab Pria itu yang masih menatap kolam renang di hadapannya.
Brata menghela nafas, seraya menatap lurus ke depan. "Kakakku pernah depresi karena kehilangan Keyla, aku ingin mengembalikannya pada kakak, tapi setelah Catherine melahirkan, aku tidak ingin membebani pikirannya!" ucap Brata yang kemudian menundukkan kepalanya.
Devan menoleh seraya menatap kakak iparnya tersebut. "Aku tahu kamu sangat berat untuk melepaskan istrimu, jika kamu tidak bisa menyakiti Edward dan Regina, maka lepaskanlah istrimu! Masalah Catherine, aku siap menjaganya!" ucap Devan tersenyum.
"Tapi apakah keputusanku tidak salah?" tanya Brata seraya menatap adik iparnya dengan menuntut jawaban.
"Aku tahu saranku memang salah, tapi mungkin itu semua lebih baik untukmu dan Keyla, dibandingkan kalian saling menyakiti dan tidak ada perkembangan dalam rumah tangga kalian!" ucap Devan tersenyum.
"Brata menghela nafas berat. "Terima kasih atas saranmu adik ipar! Besok aku akan mengurus semuanya!" ucap Brata tersenyum.
Devan menepuk-nepuk pundak kakak iparnya tersebut. "Kalau begitu aku mau kembali ke dalam dulu sebelum istriku menyadari kalau aku tidak ada di sana!" ucap Devan seraya beranjak.
"Aku sudah menyadarinya dari tadi. Aku pikir kamu kemana?" Catherine tiba-tiba melangkah mendekati kedua pria tersebut.
"Sejak kapan kau di sini, Sayang?" tanya Devan dengan wajah terkejut, begitu pun dengan Brata yang tiba-tiba mendengar suara adiknya.
"Sejak tadi!" ucap Catherine yang duduk di antara kedua pria itu.
"Apa?" teriak Devan dan Brata bersamaan dan tepat di telinga wanita itu.
"Kalian kenapa?" tanya Catherine seraya menatap ke kanan dan ke kiri sambil menyumbat telinganya karena terkejut dengan teriakan suami dan kakaknya tersebut.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa dukungannya ya!
Insya Allah akan ada 1 episode lagi nanti sore atau nanti malam 🥰
Love you All 😘
__ADS_1