Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Baginda Raja


__ADS_3

Catherine kini sedang bercermin. Ia menatap pantulan dirinya yang sudah rapi dan siap untuk berangkat makan malam.


Wanita itu tersenyum, saat melihat sang suami tiba-tiba berdiri di belakangnya seraya menatap wanita itu dari pantulan cermin tersebut.


Devan melangkah semakin mendekat, lalu membungkukkan sedikit badannya seraya menempelkan pipinya dengan pipi Catherine dengan dagu yang bertumpu pada bahu wanita itu.


"Ratuku, Kau sangat cantik meskipun tanpa make up, tapi malam ini kau semakin cantik. Aku harap kamu tidak berdandan seperti ini jika di keramaian, aku tidak ingin ke cantikanmu dinikmati pria lain," ucap Devan seraya mencium pipi Catherine dari samping, lalu menatapnya kembali melewati cermin di hadapannya.


Catherine mengangkat sebelah tangannya, lalu memegang kepala pria itu seraya tersenyum menatap suaminya melewati cermin.


"Kau kebahagiaanku, Baginda Raja! Jika saja kau tidak menyukaiku berdandan seperti ini, maka aku akan menghapusnya saat ini juga!" jawab Catherine membalas senyuman Devan.


"Bua ha ha ha .. "


Tawa Devan seketika pecah mendengar panggilan Catherine untuknya. "Kamu lucu, Sayang!" ucap Devan seraya berdiri dan memegang perutnya karena mendengar Catherine memanggilnya Baginda Raja.


Catherine mengerutkan kening, menatap Devan bingung. "Kamu kenapa, Rajaku!" ucap Catherine. Wanita itu berpikir, jika Devan memanggilnya Ratu maka dia akan memanggilnya Raja.


Wanita itu habis menonton Film Romantis yang terlihat kompak dalam segi panggilan, Catherine tiba-tiba merasa tidak adil karena ia memanggil suaminya dengan nama, sementara Devan memanggilnya dengan panggilan yang begitu menyejukkan.


"Bua ha ha ha .... " Devan semakin tertawa terpingkal-pingkal mendengar panggilan 'Rajaku' dari sang istri, pria itu merasa Catherine sangat aneh karena tidak biasanya Catherine memanggilnya dengan panggilan selain dari nama.


"Sejak kapan kau jadi lebay, Sayang?" tanya Devan dengan tawa yang masih menggelegar.


"Lebay?" tanya Catherine bingung.


"Biasanya kau memanggilku dengan nama, sekarang tiba-tiba kau memanggilku Baginda Raja?" tanya Devan dengan tawa yang masih menggelegar.


Catherine memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Devan. "Kau 'kan memanggilku Ratu, jadi aku memanggilmu Baginda Raja!" jawab Catherine memutar bola matanya malas.


"Cie ... Baginda Raja!" ucap Devan dengan tawa yang tak kunjung berhenti.


"Devan, kau sangat menyebalkan!" Catherine berdiri, lalu menggelitiki suaminya tersebut. "Sayang, stop! A ha ha ha ... geli sayang, geli!" ucap Devan sambil lari dan keluar dari kamar tersebut untuk menghindari istrinya.


Catherine pun mengejar Devan dengan wajah penuh kekesalan. "Devan tunggu!" teriak Catherine.


Devan terus lari dan menuruni tangga, setelah sampai di lantai bawah tiba-tiba kaki pria itu tersandung alat pel lantai hingga ia jatuh terjengkang.


Catherine yang melihat suaminya jatuh, kini ia balik menertawakan Devan yang basah karena terkena tumpahan air dari bak pel lantai tersebut.


"A ha ha ha ... ! Rajaku, kamu ngapain renang di situ? Air di kolam masih banyak tuh, mending kamu renang di sana saja, jangan di sini!" Catherine tertawa terpingkal-pingkal melihat kemalangan suaminya.

__ADS_1


"Kamu nakal ya, Sayang! Devan pun bangun dan berdiri hendak mengejar Catherine. Namun, ucapan istrinya tersebut seketika menghentikan langkahnya.


"Kalau Baginda Raja deketin aku, nanti makan malamnya gagal!" ancam Catherine seraya mengacungkan jari telunjuknya ke depan dengan senyum yang mengembang.


"Ternyata kau sangat menyebalkan ya, Sayang!" ucap Devan seraya melangkah dan kembali ke kamarnya.


Catherine pun tertawa kembali setelah Devan menaiki tangga dan menghilang dari pandangan matanya.


"Baginda oh Baginda!" Catherine memegang perutnya yang terasa keram karena menertawakan suaminya tersebut.


_


_


_


"Terima kasih untuk hari ini!" ucap Selena menatap Roy dengan senyum yang mengembang.


Pria itu mengantar wanita masa lalunya tersebut ke tempat tinggalnya yang tidak jauh dari jalan raya.


Selena hendak membuka pintu mobil. Namun, Roy mencegahnya dengan memegang pergelangan tangan wanita itu. "Aku ingin bicara hal penting denganmu!" ucap Roy tanpa menatap wanita itu.


Selena kembali pada posisinya seraya tersenyum. "Bicara hal penting apa, Sayang?" tanya Selena.


"Maksudmu apa, Roy? Bicaralah yang jelas!" Selena menatap Roy intens.


"Putri yang kamu temui itu adalah tunanganku! Pernikahan kita tinggal 10 hari lagi, aku harap kau ikhlaskan aku bersamanya!" ucap Roy jujur seraya menatap lurus ke depan.


Pria itu memejamkan matanya karena tidak sanggup melihat orang yang pernah mengisi hatinya terluka karena ulah dirinya sendiri.


"Maafin aku, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu!" ucap Roy dengan perasaan bersalah.


Selena menangis tanpa suara. Ia membuka pintu mobil, lalu berjalan melangkah menuju jalan raya.


Roy yang melihat Selena berdiri dan merentangkan kedua tangan di tengah jalan, ia langsung menghampiri wanita itu dan menariknya ke tepi jalan.


"Apa yang ingin kau lakukan!" sentak Roy dengan wajah merah padam.


"Aku kembali hanya untukmu, hanya untuk menjalin hubungan denganmu, jika kau sudah menjadi milk orang lain, lalu apa gunanya aku kembali? Aku tidak sanggup jika harus melihatmu bahagia tapi bukan denganku!"


"Aku terlalu mencintaimu, Roy. Tapi kenapa kau tega menyakitiku seperti ini!" teriak Selena.

__ADS_1


"Maafin aku, Selena! Bertahun-tahun aku mencoba melupakanmu hingga aku bersikap kasar pada siapapun yang mencoba mendekatiku, termasuk orang yang telah menjadi tunanganku sekarang! Aku tidak pernah tau kalau kau masih hidup, yang aku tau bahwa kau sudah tiada dan takkan kembali padaku lagi!" Roy mencoba memberi penjelasan pada Selena.


"Sekarang aku hanya ingin tanya padamu, Roy. Siapakah yang lebih kamu cintai sekarang, aku atau Putri?" tanya Selena dengan air mata yang terus mengalir deras.


Roy tidak tahu harus jawab apa karena ia tidak ingin menyakiti Selena. Ia memilih diam dan memeluk wanita itu erat dipinggir jalan.


"Jawab aku, Roy! Jawab!" teriak Selena. Roy memilih diam karena ia tidak ingin melihat wanita itu berbuat hal yang lebih nekat lagi. Jadi Roy memeluk wanita itu untuk menenangkannya.


Akan tetapi, ada seseorang yang terluka tanpa darah. Ia kebetulan lewat di jalan tersebut dan tidak sengaja melihat keduanya berpelukan yang menurutnya sangat mesra.


Wanita itu menangis tanpa suara, lalu menjalankan mobilnya tanpa menegur kedua orang yang sedang berpelukan tersebut.


"Akh ... !" teriak Putri dengan tangisan pilunya. Wanita itu memegang dadanya yang terasa sesak. Ia sangat terluka melihat Roy dan Selena berpelukan dipinggir jalan.


"Aku harus membatalkan pernikahan ini, aku tidak sanggup jika harus menikah dengan orang yang tidak mencintaiku!" ucap Putri dengan tangis yang masih terus mengalun di mobil yang dikendarainya.


"Kenapa aku harus memaksamu untuk mencintaiku, Roy? Aku bodoh. Seharusnya aku ngerti mengapa kamu dulu bersikap dingin padaku, dan bahkan kau tidak pernah menoleh sedikit pun padaku!" suara tangisan Putri terus menggema di mobilnya.


Akan tetapi, setelah ia sampai di rumahnya, ia menghapus air matanya serta mencoba menetralkan diri agar keluarganya tidak tahu bahwa ia habis menangis.


"Sudah pulang, Sayang?" tanya Rani begitu melihat putrinya hendak melangkah menaiki tangga.


Putri menoleh, menatap arah suara yang mendekat ke arahnya. "Sudah, Mom!" jawab Putri memaksakan senyumnya.


"Mommy, dari mana?" tanya Putri balik.


"Mommy dari dapur, baru aja selesai masak buat makan malam!" jawab Rani tersenyum.


"Owh ... jawab Putri dengan sudut bibir yang terangkat ke atas meskipun terasa kaku.


"Kami kenapa, Sayang?" tanya Rani terkejut saat melihat mata Putri yang memerah.


"Tidak apa-apa, Mom! Tadi hanya kelilipan karena Putri nggak hati-hati di jalan. Putri tersandung kerikil dan jatoh, kebetulan ada mobil lewat dan mata Putri terkena debu." Putri mencoba mencari alasan.


"Kamu tidak membohongi mommy 'kan, Nak?" tanya Rani curiga.


"Kenapa mommy bilang seperti itu? Percayalah Mom, aku benar-benar kelilipan tadi!" jawab Putri yang tidak ingin melihat orang tuanya khawatir


"Baiklah, mommy percaya!" jawab Rani tersenyum lembut.


...❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2