Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
S2 Bertemu Jodoh


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, kini kandungan Catherine memasuki bulan ke tujuh. Pasangan suami istri itu mengundang seluruh keluarga besarnya, tak terkecuali Edward yang juga di undang di acara tasyakuran tersebut.


Sementara hubungan Brata dan Keyla masih tetap sama, Brata yang bersikap dingin pada wanita itu dan Keyla yang terus berusaha membenahi pernikahannya yang mulai retak.


Sekuat tenaga ia melupakan Edward dan mencintai Brata. Namun, Brata seolah tak membiarkan kesempatan untuk Keyla mendekat.


Setiap hari Brata berangkat sebelum Keyla bangun dan pulang larut malam saat wanita itu tertidur.


Perlakuan Brata yang seperti itu, membuat Keyla sadar bahwa apa yang telah ia lakukan pada suaminya tersebut sangat menyakiti perasaannya, Ia dapat merasakan apa yang Brata rasakan saat ia tidak memedulikan pria itu.


"Maafkan aku, Mas!" ucap Keyla dengan air mata yang menetes begitu saja saat Brata keluar dari mobil dan melangkah terlebih dahulu tanpa membukakan pintu mobil seperti sebelum mereka menikah.


Sejak Edward kembali ke London, Brata benar-benar menjauhi wanita yang telah sah menjadi istrinya tersebut. Bahkan setiap harinya ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan Regina di Danau Favorit mereka.


Bisa di bilang Brata egois. Namun, pria itu melakukan semuanya hanya demi mengembalikan cinta yang terhalang oleh ke salah pahaman.


"Bersikaplah seolah-olah hubungan kita baik-baik saja!" ucap Brata dingin. Lalu pria itu melanjutkan langkahnya tanpa menoleh pada Istrinya tersebut.


Tes ...


Setitik air mata wanita itu jatuh tanpa bisa dibendung. Namun, wanita itu mencoba menguatkan diri dan mengikuti langkah suaminya dengan senyum yang dipaksakan.


Pria itu mencari tahu segalanya tentang masa lalu istri dan kakaknya tersebut, hingga ia memutuskan untuk menyakiti istrinya agar semua orang menyalahkan pria itu jika ada suatu kemungkinan yang terjadi.


Brata sudah menyiapkan surat gugat cerai untuk Keyla, pria itu ingin melepaskan wanita tersebut setelah Catherine melahirkan.


Ia tidak ingin membuat keluarganya stres karena permasalahan yang menimpa pria itu hingga ia menyembunyikan kekacauan dalam rumah tangganya tersebut.


Sesampainya di dalam ia di sambut hangat oleh sang adik, ia mengembangkan senyumnya saat melihat wajah ceria adiknya tersebut.


"Kakak ... !" Catherine memeluk Brata dengan senyum yang mengembang.


"Hm ... " Devan berdehem untuk mengingatkan sang istri bahwa wanita itu tidak boleh memeluk pria lain selain dirinya. Catherine pun hanya memanyunkan bibirnya mendengar deheman sang suami.


"Aku tidak akan mengambil Catherine darimu, Adik ipar!" ucap Brata tersenyum.


Devan tersenyum kaku. " Iya aku tahu itu!" jawabnya.


"Sudahlah, Kak. Biarkan saja! Dia memang posesif banget akhir-akhir ini!" ucap Catherine tersenyum seraya menatap kakaknya tersebut.

__ADS_1


"Oh, iya Kak! Kakak ipar mana?" tanya wanita itu seraya mengerutkan kening.


"Aku di sini, Adik ipar!" jawab Keyla tersenyum yang muncul dari di balik punggung Brata.


"Alhamdulillah ... aku kira kamu tidak ikut, karena dari tadi tidak menyela pembicaraan kita!" ucap Catherine tersenyum.


"Ya sudah, Kak! Aku mau menemui yang lain dulu! Lebih baik Kakak temui daddy, mommy dan Kak Brata di kamar tamu, mereka baru sampai tadi malem!" ucap Catherine tersenyum.


Deg


Keringat dingin mulai bercucuran dari dahi Keyla entah kenapa ia belum siap untuk bertemu dengan mantan kekasihnya tersebut. Sementara Brata pura-pura tidak mengetahui semuanya dan bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa tentang keduanya.


Brata menoleh ke kanan dan ke kiri, ia mencari sosok yang sangat ia rindukan dan belum pernah berjumpa setelah melihatnya di Bandara terakhir kalinya itu.


"Apakah kau mencariku?" ucap Seseorang yang muncul dari sebuah ruangan di rumah mewah adiknya tersebut.


Deg


Brata dan Keyla menoleh ke arah suara yang mereka rindukan. Jika Brata merindukan kakaknya, maka Keyla merindukannya sebagai cintanya yang tidak bisa ia miliki karena kebodohannya.


Keyla menundukkan kepalanya, ia tidak sanggup melihat pria yang sangat ia cintai berada di satu ruangan dengan orang yang telah sah menjadi suaminya. Meskipun ia belum pernah disentuhnya sama sekali.


Kedua Saudara itu saling berpelukan erat, saling melepaskan rindu yang mereka tahan selama 5 Tahun lebih.


"Aku sangat merindukanmu, Kak!" ucap Brata dengan air mata yang mengalir karena merasa terharu bisa bertemu Kakaknya kembali.


"Aku juga sangat merindukanmu, Adikku!" ucap Edward seraya memejamkan matanya dan menepuk-nepuk punggung adiknya tersebut.


Setelah Edward membuka mata, pria itu dikejutkan dengan seseorang yang berada di belakang adiknya tersebut.


Deg


Edward yang melihat seseorang di belakang Brata, seketika memudarkan senyumnya perlahan. Ia melepaskan pelukannya dari Brata untuk menghindari menatap sesuatu yang bukan miliknya.


"Jadi kamu hanya merindukan Edward nih? Apakah kamu tidak merindukan daddy dan mommy?" tanya Puja yang muncul dari arah belakang sang Kakak.


"Daddy, mommy! Aku juga sangat merindukan kalian!" ucap Brata tersenyum seraya memeluk orang tuanya satu persatu.


"Sayang ... Bagaimana kabarmu? Apakah mommy akan segera menggendong cucu dari Brata?" tanya Puja yang melangkah mendekati Keyla.

__ADS_1


Deg


Wanita itu terkejut mendengar pertanyaan sang mertua, ia bingung harus menjawab apa hingga akhirnya ia memilih diam.


"Mommy akan mendapatkan cucu darinya, tapi bukan denganku, melainkan dari kakakku, aku janji itu!" batin Brata.


"Mom ... mommy jangan buat kita bersedih ya! Kita juga pengen, tapi kalau belum dikasih kita harus apa?" ucap Brata berbohong.


Sementara Edward memaksakan senyumnya mendengar pertanyaan Puja pada adik iparnya tersebut.


Ia sangat merasa sangat terluka, namun ia menahannya dengan menarik kedua sudut bibirnya, berharap tidak akan ada yang mengerti perasaannya tersebut.


"Iya, maafin mommy, Sayang! Semoga kalian lekas diberi keturunan!" ucap Wanita paruh baya itu.


"Aminnn ... !" ucap Brata tersenyum.


Sementara Keyla semakin menundukkan kepalanya karena ia bingung dengan apa yang akan ia lakukan.


"Sayang ... kamu jangan malu-malu gini, dong! Kamu dan Brata sudah lama menikah lho! Tapi kenapa seolah-olah kamu itu masih pengantin baru?" Puja menatap menantunya yang selalu menundukkan kepala.


"Istriku memang pemalu, Mom! Makanya mommy jangan menggodanya terus!" ucap Brata seraya mendekati istrinya dan memeluk pinggang istrinya tersebut.


"Kamu tidak perlu memamerkan kemesraanmu di depan orang lain, kasian kakakmu yang belum ketemu sama jodohnya!" ucap Puna dengan senyum yang mengembang.


"Mommy ... !" panggil Edward dengan senyum yang juga mengembang.


"Sebentar lagi, Kakak juga akan ketemu kok, Mom sama jodohnya!" ucap Brata seraya mengedipkan matanya pada sang Kakak.


"Maksudmu?" tanya Edward mengerutkan kening.


"Di sini 'kan pastinya ada Dokter Sherly!" jawab Brata yang masih pura-pura tidak tahu tentang semuanya.


"Beneran nih anakku sudah punya kekasih?" tanya Puja berbinar.


"Sudah sudah, kita lanjutkan ngobrol lagi nanti saja! Kita pergi tempat pesta dulu, takutnya yang lain menunggu!" ajak Louis yang hanya diam sejak pertemuannya dengan Brata dan hanya mendengar candaan keluarganya tersebut.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2