Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
S2 Kau jahat, Mas!


__ADS_3

Suara tepuk tangan pun bergemuruh setelah Regina membawakan lagu itu, sementara Brata tak hentinya mengembangkan senyum dan melangkah mendekati gadis itu seraya membawa sebuket bunga mawar merah yang ia pesan melewati pemilik restoran tersebut. ia menuju pentas dengan Regina yang menatap langkah Brata yang mendekat ke arahnya.


"Ini untukmu!" ucap Brata menyerahkan buket bunga mawar merah yang dipegangnya.


"Terima kasih, Sayang! Suaramu begitu merdu!" ucap Brata.


"Di hadapan orang banyak, aku ingin mereka menyaksikan tentang lamaranku!"


Brata pun mengambil sesuatu dari saku celananya, lalu bertekuk lutut di hadapan wanita itu dan membuka kotak beludru warna merah hingga membuat Regina mengembangkan senyumnya dengan rasa bahagia yang membuncah.


"Will you marry me?" ucap Brata tersenyum.


Seketika ruangan itu senyap, menunggu jawaban dari gadis itu.


"No!" jawab Regina yang membuat jantung Brata tak karuan. Pria itu hendak menurunkan kotak beludru itu dan hendak berdiri. Akan tetapi, Regina langsung memegang tangan Brata dan tersenyum dengan wajah merona.


"I can't refuse!"


"Aku sangat mencintaimu, jadi mana mungkin aku bisa menolak apa yang telah menjadi impianku selama ini!" ucap Regina dengan senyum yang mengembang.


Suara tepuk tangan pun bergemuruh kembali saat mendengar jawaban gadis itu. Sementara Brata langsung berdiri dan memeluk Regina erat.


"Terima kasih, terima kasih! Aku tidak akan pernah menyia-nyiakanmu. Aku janji!" ucap Brata seraya memeluk Regina dengan senyum yang mengembang serta dengan kelopak mata yang tertutup erat karena rasa bahagianya.


_____


Paris


Putri merenungi kesalahannya, wanita itu duduk seraya menatap indahnya kota Paris dari balkon kamarnya.


Tidak dapat dipungkiri bahwa wanita itu sangat merindukan sang suami, karena setiap kali sebelum ia memejamkan mata, pria itu belum pulang, dan sebaliknya, jika ia sudah membuka mata, wanita itu sudah tidak melihat orang yang ia cintai di sisinya.

__ADS_1


"Aku harus minta maaf pada suamiku! Aku akan membawakan dia makan siang dan datang ke kantornya untuk memberinya kejutan." Putri tersenyum seraya menuju ke arah dapur.


Wanita itu begitu bersemangat untuk minta maaf pada sang suami dan masak makan siang sebagai tanda maafnya.


Setelah itu, ia langsung berangkat ke kantor Roy dengan menggunakan mobilnya sendiri. "Semoga setelah ini hubungan kita baik-baik saja, Mas! Aku sangat merindukanmu setelah beberapa hari ini aku tidak menatap wajahmu!" ucap Putri tersenyum.


_____


Tok tok tok ...


"Masuk ... !" titah Roy yang masih tidak mengalihkan tatapannya dari layar laptop.


Pintu ruangan pun terbuka dan tampaklah sepasang suami istri yang melangkah mendekatinya setelah menutup pintu ruangan tersebut.


"Selamat siang!"


Roy pun menghentikan kerjaannya dan menatap dua orang yang berdiri di hadapannya tersebut.


"Dia suamimu?" tanya Roy dengan wajah datar.


"Iya, dia Suamiku!" jawab Selena tersenyum.


"Ya sudah, kalian duduk dulu!" titah Roy seraya mengulurkan tangannya.


"Terima kasih," jawab wanita itu seraya duduk di kursi seberang pria tersebut. Begitu pun dengan suaminya.


"Apa ada yang kalian butuhkan?" tanya Roy tersenyum.


"Tidak, kami datang ke sini hanya untuk berpamitan padamu, sekaligus aku ingin memperkenalkan suamiku!" ucap wanita itu seraya menatap pria di sampingnya dengan senyum lembut.


"Kamu mau kembali ke Indonesia?" tanya Roy seraya menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Iya! Mungin besok!" jawab Selena tersenyum.


"Owh ... !" Roy mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.


"Mas, kenalin! Ini sahabatku dari Indonesia!" ucap Selena seraya menatap Roy, lalu beralih pada suaminya tersebut.


"Bram!" Pria itu mengulurkan tangannya pada Roy, dan Roy pun menjabat tangan pria itu dengan senyum lembutnya.


"Roy!" jawab pria itu singkat.


"Oh iya, aku boleh numpang ke kamar mandi tidak?" tanya Bram tersenyum tipis.


"Boleh! Kamar mandinya di sana!" Roy menunjukkan sebuah pintu, di ruangan tersebut. Lalu, Bram pun beranjak dan melangkah menuju kamar mandi.


Setelah Bram ke kamar mandi, suasana di ruangan itu begitu sunyi, dan membuat wanita itu mengetuk-ngetuk meja kerja Roy seraya menatap dinding-dinding ruangan itu, hingga netranya menatap pada sebuah foto.


"Itu foto pernikahan kalian?" tanya Selena.


Ia tersenyum seraya beranjak dan melangkah mendekati foto yang berada di dinding di belakang kursi pria tersebut.


Karena ia tertarik, ia terus menatapnya dan mendekati foto pernikahan itu hingga ia melamun dan tidak melihat jalan yang ia langkahi, Akhirnya kaki wanita itu tersandung pada kaki meja, dan jatuh pada pangkuan pria tersebut.


Prang ...


"Sekarang aku tahu mengapa akhir-akhir ini kau menjauhiku, Mas! Aku tidak nyangka kalau ternyata ini alasannya! Kau jahat, Mas! Kau jahat!" teriak Putri dengan kemarahan yang membuncah.


Putri langsung meninggalkan ruangan itu dengan berlari dan tidak memedulikan orang- orang yang menatap aneh ke arahnya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2