Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Semua ini hanya menyakitiku


__ADS_3

Roy yang melihat wanita itu menangis membuatnya tidak tega, walau bagaimanapun, wanita itu pernah menjadi kebahagiaannya.


Pria itu berdiri dan melangkah mendekati wanita itu, lalu duduk di sampingnya seraya menghadap pada wanita tersebut. Roy menatapnya dengan perasaan bersalah.


"Maafkan aku Selena, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, seandainya saja aku tahu bahwa kamu masih hidup, mungkin aku tidak akan pernah berpaling. Tapi hati ini sudah terlanjur mencintainya dan sulit untuk kembali ke masa yang sudah terlewati!"


"Maafin aku, Selena! Maafin aku!" ucap Roy dengan perasaan bersalahnya.


Selena menghapus air matanya, lalu menoleh dan menghadap pada orang yang ia Cintai. Wanita itu mengambil tangan Roy dan menggenggamnya erat.


Wanita itu menatap pria tersebut dengan senyum sendunya. "Jangan pernah minta maaf! Mungkin kita memang bukan jodoh! Kau tidak salah, aku saja yang tidak bisa menerima kenyataan kalau kamu bukan ditakdirkan untukku!" ucap Selena tersenyum menatap pria itu lembut.


Roy tersenyum mendengar ucapan Selena. "Apakah kau sudah benar-benar ikhlas aku sama Putri?" tanya Roy menatap mata wanita itu intens.


Selena menganggukkan kepalanya dengan air mata yang masih menetes tanpa bisa ditahan. "Aku tahu kamu wanita yang berhati lembut, aku tidak pernah menyesal karena pernah mencintaimu dan aku harap kamu mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku!" ucap Roy menggenggam tangan wanita itu erat.


"Kalau begitu, kejarlah cintamu! Aku akan kembali ke Bandung!" ucap Selena.


"Kapan kamu akan kembali?" tanya Roy dengan senyum kakunya.


"Mungkin nanti malam."


"Secepat itu kah?" tanya Roy.


Pria itu tidak tega melihat wanita itu sedih karena dirinya, sebab selama mereka berhubungan, Selena tidak pernah membuat Roy terluka. Akan tetapi, wanita itu kecelakaan pesawat hingga ia sempat dikabarkan telah tiada.


"Kalau begitu, aku pamit dulu! Semoga kamu bahagia bersamanya!" ucap Selena seraya menghapus air matanya yang tak hentinya menetes.


"Jangan tangisi aku, aku tidak pantas kamu tangisi! Aku hanya laki-laki pengecut yang bisanya melukai hati banyak orang!" ucap Roy.


"Tidak! Kau terlalu baik selama bersamaku hingga aku terluka sampai seperti ini ketika aku sadar bahwa kau diciptakan bukan untukku!" ucap Selena menatap Roy dengan wajah sendunya.


"Terima kasih atas pengertianmu, Selena!" ucap Roy tersenyum.


Selena berdehem untuk mencairkan suasana, lalu tersenyum dan menghapus air matanya dan mengalihkan tatapannya dari Roy. "Aku pulang!" ucap Selena beranjak.


Roy yang tidak tega melihat kesedihan wanita itu, ia juga ikut berdiri dan memeluk wanita itu erat. "Menangislah di pelukanku untuk yang terakhir kalinya!" ucap Roy.


Seketika Pertahanan Selena runtuh, wanita itu menangis terisak-isak di dada bidang pria itu. Setelah ia merasa puas menangis, wanita itu langsung menghapus air matanya.


"Berjanjilah bahwa setelah ini kau tidak akan pernah menangis untuk ku lagi!" ucap Roy seraya mengacungkan jari kelingkingnya pada wanita itu.


Selena mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Roy dengan senyum yang mengembang. "Ya, aku janji!" jawab Selena tersenyum.


"Maukah kau menjadi sahabatku?" tanya Roy tersenyum menatap wanita itu dengan senyum yang mengembang.


Selena membalas senyuman Roy. Lalu, menganggukkan kepalanya, menatap pria itu sendu."Kita sahabat!" jawabnya.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku pulang!" pamit Selena kembali.


"Hati-hati!" ucap Roy tersenyum.


Selena menganggukkan kepalanya, lalu melenggang pergi meninggalkan ruangan pria itu.


"Semoga kau bahagia, Selena!" gumam Roy setelah wanita menutup pintu ruangannya.


_


_


_


- Paris


Putri tiduran di kamar yang ia tempati selama tinggal di mansion itu. Ia menatap langit-langit kamar seraya tersenyum mengingat kenangan-kenangan selama ia tinggal di mansion tersebut.


"Aku merindukan semua ini. Ternyata Daddy Anton dan Mom Dinda sangat menyayangiku hingga kamar ini tetap seperti yang dulu!" ucap Putri.


"Ah, ponselku mana? Dari tadi 'kan mati?" Wanita itu mencoba mencari ponsel tersebut dengan wajah bingung.


Begitu melihat nakas, ia tersenyum saat ponselnya ada di sana. Lalu, gadis itu beranjak dan duduk di pinggiran tempat tidurnya.


Setelah itu, Putri mengaktifkan ponselnya yang sengaja ia matikan untuk menghindari Roy. Wanita itu melihat Foto wallpapernya, ia tersenyum menatap fotonya dan foto Roy saat mereka bertunangan.


"Salahkah aku, jika mengharapkanmu mengejarku ke sini?" tanya Putri pada dirinya sendiri.


"Kau hanya akan menjadi masa laluku, aku akan menghapus semua yang berhubungan denganmu karena semua ini hanya akan menyakitiku saja!" ucap Putri.


Wanita itu menghapus nomer Roy, lalu ia juga menghapus foto-fotonya dengan pria itu. "Selamat tinggal!" ucapnya tersenyum sendu.


_


_


_


"Mas, aku bebas!" ucap Mikha dengan senyum cerianya. Wanita itu memeluk Randa yang menjemputnya ke kantor polisi.


"Berterima kasihlah pada Tuan Devan dan Catherine karena mereka masih berbaik hati telah membebaskanmu!" ucap Randa menatap istrinya datar.


Deg


"Jadi Catherine memaafkanku?" tanya Mikha menatap suaminya dengan perasaan bersalah.


"Dia memang baik hati. Hanya saja aku terlalu buta karena telah menyia-nyiakan istri sebaik dia!" ucap Randa dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Mas! Aku tidak akan mengulanginya lagi!" ucap Mikha menundukkan kepalanya.


"Seharusnya kamu minta maaf sama Catherine, karena kamu bikin kesalahan padanya bukan padaku!" ucap Randa dengan wajah datarnya.


"Iya, Mas! Nanti aku akan meminta maaf padanya!" ucap Mikha dengan perasaan bersalah.


"Ingat! Buktikan jika kau sudah berubah, jika saja kau tidak mengandung anakku, aku tidak akan sudi mempertahankanmu!" ucap Randa.


"Jadi kau tidak jadi menceraikanku, Mas?" tanya Mikha berbinar.


"Tidak! Kita resmikan pernikahan kita setelah anak kita nanti lahir dengan syarat kau bisa buktikan bahwa di hatimu tidak ada dendam lagi!" ucap Randa.


"Iya aku janji, Mas!" ucap Mikha dengan wajah penuh kebahagiaan.


Randa memegang perut Mikha yang sudah membuncit. "Bagaimana keadaannya?" tanya Randa mengusap perut buncit itu seraya tersenyum saat merasakan sebuah tendangan dari bayinya.


"Sehat, Mas!" jawab Mikha tersenyum. Wanita itu terlihat semakin kurus dan kusam membuat Randa tidak tega melihat istrinya tersebut.


"Ya sudah, kita pulang dulu!" ajak Randa menatap Mikha datar.


Mikha mengangguk dengan wajah penuh kebahagiaan. Wanita itu merasa bersalah karena pada Catherine, karena berbuat kasar di masa lalunya.


Di perjalanan pulang, Mikha hanya diam saja dan terlihat melamun. "Kamu kenapa?" tanya Randa menatap istrinya sekilas.


"Bolehkah aku mampir ke rumah Catherine sebentar? Aku hanya ingin minta maaf padanya!" ucap Mikha tersenyum.


"Aku merasa sangat malu padanya, karena kekejamanku, nyawanya menjadi taruhan dan hampir tak tertolong!" ucap Mikha sendu.


"Kamu jangan menemuinya sekarang, dia sedang pergi bulan madu ke Paris!" ucap Randa datar.


"Apakah dia bahagia bersama Tuan Devan?" tanya Mikha menatap Randa dari samping.


"Sepertinya sekarang dia sangat bahagia bersama Tuan Devan, aku tidak melihat sedikitpun kesedihan di matanya!" ucap Randa tersenyum.


"Syukurlah! Cukup kita saja yang membuatnya menderita!" ucap Mikha tersenyum.


"Iya," jawab Randa yang sedang fokus mengemudi.


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Terima kasih, atas dukungan kalian semua 😍


Jangan lupa jejaknya ya guys

__ADS_1


Like and komen ❤️


Love you All 🥰


__ADS_2