Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
I love you


__ADS_3

Seminggu berlalu.


Kini Devan dan Putri berpakaian yang senada. Keduanya kini sudah berada di atas pentas dan siap saling bertukar cincin.


Devan pun mengambil tangan Putri, ia perlahan menyematkan cincin itu. Namun, sebelum cincin itu terpasang dengan sempurna, pria itu melihat Catherine di balik punggung Putri. Namun, wanita itu menghilang di tengah keramaian para tamu undangan.


"Catherine!" gumam Devan. Pria itu langsung melepaskan tangan Putri hingga cincin itu jatuh menggelinding dan berhenti tepat di sepatu seorang pria.


Devan diam mematung, ia tidak sadar bahwa dirinya kini menjadi sorotan para tamu undangan. "Dev!" Suara Brian mengagetkan pria tersebut.


Devan yang tersadar dari lamunannya, kini bingung, apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


Semua orang di gedung itu sibuk mencari cincin itu. Namun, tiba-tiba pria yang menemukan cincin tersebut menaiki pentas dan menyerahkan cincin tersebut pada Devan.


"Ini cincinnya, Tuan!" ucap Pria itu. Ia langsung balik badan dan hendak pergi. Namun, Devan memegang pundaknya hingga langkah pria tersebut terhenti.


"Seharusnya kamu yang bertunangan dengan Putri, Roy!" ucap Devan seraya melangkah mendekati pria itu dan menyerahkan cincinnya pada pria tersebut.

__ADS_1


"Kejadian tadi membuktikan bahwa kalian saling mencintai, aku hanya penghalang bagi kalian!" ucap Devan.


"Tidak, Tuan!" jawab Roy.


"Berhentilah menyangkal perasaanmu, sebelum kau kehilangan segalanya!" ucap Devan.


Semua orang di gedung itu mematung, menyaksikan drama yang digelar oleh Devan.


Devan balik badan, lalu mendekati kedua orang tuanya. "Dad, Mom! Devan mohon, maafin Devan dan restui mereka! Apakah kalian tega melihat orang yang saling mencintai terpisah karena kehadiran Devan?" tanya Devan dengan mata sendu.


"Terserah kamu, saja!" ucap Brian datar.


"Terima kasih Dad, Mom!" ucap Devan seraya mencium tangan orang tuanya satu persatu. Setelah itu, Devan beralih mendekati Ryan dan Rani, lalu berdiri di hadapan keduanya.


"Om, Tante, seperti yang ku ucapkan pada Orang tuaku, Devan mohon, restui hubungan Roy dan Putri ya!" Devan tersenyum lembut.


"Kami merestuinya jika Putri bahagia," ucap Ryan seraya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Terima kasih Om, Tante!" ucap Devan seraya membungkukkan sedikit badannya.


Lalu, pria itu mendekati Roy dan Putri sambil mengambil tangan keduanya. "Sekarang kalian tunangan, dan kalian tidak perlu menyembunyikan perasaan kalian masing-masing!" ucap Devan tersenyum.


"Tapi aku tidak mau bertunangan dengan orang yang tidak mencintaiku, Kak! Aku tidak mau terluka dan sakit hati!" ucap Putri seraya menatap Roy tajam.


"I love you!" ucap Roy tanpa basa-basi dan tentunya dengan wajah datar.


"Kamu bilang I love you seakan terpaksa banget, katakan dengan benar dan tersenyumlah sedikit jika tidak bisa tersenyum banyak!" ucap Putri yang masih menatap Roy datar.


"I love you, My badass!" ucap Roy tersenyum tipis. Seketika senyuman Putri mengembang mendengar ucapan Roy, orang yang membuatnya tergila-gila sekaligus terluka karena penolakannya.


"I love you too, My prince!" jawab Putri tersenyum dengan air mata haru dan kebahagiaan yang membuncah.


Suara gemuruh tepuk tangan pun meramaikan suasana di gedung tersebut. Acara pertunangan itu tetap dilanjutkan dengan Roy sebagai pengganti Devan.


Setelah Roy dan Putri resmi bertunangan, Devan turun dari pentas dan mencari sosok wanita yang membuatnya hampir gila.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...TBC...


__ADS_2