Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
Devan KDRT?


__ADS_3

"Sayang ... kita dinner di luar yuk!" ajak Devan tersenyum. Catherine tidur meringkuk di tempat tidurnya dengan Devan yang duduk di sisi ranjang tersebut.


"Aku capek banget, Dev! Untuk malam ini kita makan malam di rumah saja, ya?" tolak Catherine .


Wanita itu memejamkan matanya, ia merasa sangat lelah setelah Devan menggempurnya habis-habisan.


"Tapi kalau kamu mau kita makan malam di sini ada syaratnya," ucap Devan tersenyum penuh arti.


"Apa syaratnya, Dev?" Catherine menghadap Devan, namun masih dengan mata terpejam.


"Kamu harus harus melayaniku 5 kali lagi!" ucap Devan tersenyum usil.


Seketika Catherine melebarkan mata dengan mulut yang menganga dan duduk menatap suaminya tajam. "Kamu mau membunuhku, Dev?"


"Ha ha ha ... " Devan menertawakan Catherine yang menatap dirinya seakan ingin menerkam.


"Devan ... !" teriak Catherine.


Ia semakin kesal melihat pria itu menertawakan dirinya. Catherine mengambil bantal lalu ia melempar bantal-bantal tersebut ke arah orang yang begitu menyebalkan baginya.


Devan pun lari mengelilingi kamar, hingga apapun yang ada di tengah-tengah kamar tersebut menjadi acak-acakan. Dan kamar mereka lebih cocok disebut gudang bukan kamar lagi.


Selimut dan bantal pun berserakan di lantai karena Catherine terus melempar suaminya dengan bantal-bantal yang ada di kamar itu, termasuk bantal sofa.


"Sayang ... ! Stop! Coba kamu lihat kamar kita!" Devan pun mendekap Catherine dari belakang hingga wanita itu tidak dapat bergerak lagi. Nafasnya pun ngos-ngosan karena kelelahan.


"Maafin, aku!" ucap Devan tersenyum, lalu pria itu mencium ubun-ubun Catherine penuh kasih.


"Kamu mengesalkan sekali, Dev!" ucap Catherine cemberut.


"Iya, maaf!" jawab Devan memejamkan matanya dengan dagu yang bertumpu pada bahu wanita tersebut.


"Aku capek, tapi kamu masih saja menggodaku!" gerutu Catherine.


"Aku 'kan udah minta maaf?" ucap Devan tersenyum lembut. Pria itu menikmati aroma khas Catherine yang selalu menjadi candunya.


"Kamu itu kebiasaan, habis membuatku marah kau selalu bilang maaf hingga membuatku luluh dan tidak bisa marah lagi padamu!" ucap Catherine memanyunkan bibirnya.


"Jadi kamu nggak maafin aku nih?" tanya Devan membuka matanya sambil tersenyum manja.


"Aku capek, Dev! Aku capek!" ucap Catherine kesal.

__ADS_1


"Ya, iya lah kamu capek, kamu 'kan dari tadi habis KDRT, tapi aku lebih hebat sih dari kamu, karena aku masih kuat untuk menghindar!" ucap Devan menahan tawanya.


"Devan ... !" teriak Catherine hingga membuat gendang telinga pria itu berdengung, dan Devan pun memejamkan matanya erat karena teriakan Catherine yang luar biasa.


"Devan! Kamu apain menantu mommy?" Gracia tiba-tiba membuka pintu kamar dengan wajah terkejut.


Seketika Devan melepaskan pelukannya dan reflek mendorong istrinya hingga Catherine jatuh tersungkur ke lantai.


"Awh ... " seru Catherine. Wanita itu juga terkejut melihat mertuanya yang tiba-tiba membuka pintu dan melihat kamarnya yang berantakan seperti kapal pecah.


"Eh, mommy ... !" Catherine tersenyum kaku karena kepergok sedang bertengkar dengan suaminya tersebut.


"Sayang ...!" Devan hendak membantu Catherine dengan mengulurkan tangan. Namun, Gracia mencegahnya dengan menatapnya tajam.


"Jangan sentuh menantu mommy!" teriak Gracia dari ambang pintu. Gracia sangat terkejut melihat keadaan kamar putranya yang seperti kapal pecah. "Kalian bertengkar?" tanya Gracia.


"Atau jiwa Devan sedang terganggu?" Garacia masuk ke dalam kamar, lalu menghampiri Catherine dan membantu menantunya tersebut untuk berdiri.


"Kamu tidak apa-apa 'kan Sayang?" tanya Gracia menatap menantunya khawatir.


"Tidak, Mom! Hanya saja ... !"


"Sembarangan mommy bilang!" ucap Devan memberenggut kesal. Ia tidak terima dirinya disebut KDRT.


"Diam kau!" sentak Gracia. Sementara Catherine tidak tahu harus mengucapkan apa hingga wanita itu memilih diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Lagian mommy kenapa tiba-tiba ada di sini sih? Bukankah di rumah ada Kak David dan Freya. Seharusnya mommy itu menemani Sean bermain." Protes Devan seraya menatap mommynya penuh kekesalan.


"Aku kesini karena kata Freya kopernya tertukar dengan koper menantu. Aku datang untuk menukar koper kalian! Tapi pas di depan pintu tadi, aku mendengar menantu berteriak, jadi aku langsung buka pintu karena terkejut, dan kebetulan pintunya tidak dikunci," ucap Gracia menjelaskan.


"Ya Ampun, Mommy! Di rumah 'kan banyak pembantu, seharusnya mommy tidak perlu capek-capek hanya untuk menukar koper. Kayak kita orang miskin saja!" gerutu Devan kesal.


Catherine menghampiri putranya dan menatapnya tajam. "Kenapa? Kamu tidak suka mommy datang ke rumahmu?" tanya Gracia seraya menjewer telinga putranya tersebut.


"Awh au au... Bukan begitu, Mom!" seru Devan seraya memegang telinganya yang terasa panas karena jeweran wanita paruh baya itu.


Sementara Catherine menahan tawa melihat suaminya tersebut diperlukan seperti anak kecil oleh mommynya sendiri. Devan pun menatap istrinya memohon. "Sayang ... bantuin aku dong! Kamu tega banget sih lihat suami menderita!" ucap Devan dengan wajah memohon.


"Sudah Sayang, jangan dengerin!" ucap Gracia yang masih tidak melepaskan jewerannya.


"Mommy ... !" Devan memelas. Gracia pun melepaskan Devan hingga pria itu bernafas dengan lega.

__ADS_1


"Awas saja jika lain kali kau menyiksa menantu lagi!" ancam Garcia.


"Nggak Mom, Devan janji nggak akan membuat istri kesayangan Devan tersiksa lagi!" ucap pria itu.


"Istri kesayangan kok KDRT!" ucap Gracia memutar bola matanya.


"Mommy kenapa sih kebalik banget, Kalau sama Kak David mommy lembut, tapi Kenapa kalau sama Devan mommy sangat menyebalkan?" tanya Pria itu.


"Iyalah, David tidak pernah melawan mommy, sementara kamu sebaliknya!" Gracia mencari alasan. Ia sengaja membuat putranya kesal, karena ia tau betul bahwa David dan Devan saling menyayangi dan saling mengalah tidak ada rasa iri dari diri keduanya.


"Melawan apaan? Aku bukan melawan mommy, tapi membela diri!" jawab Devan lagi.


"Tuh kan masih menjawab, apa itu namanya jika bukan melawan?" tanya Gracia menatap putranya tajam.


"Iya mommy, iya! Aku diam nih!" ucap Devan menutup mulutnya dengan tangan.


"Ya udah diam!" titah Gracia. Devan pun diam dan hanya menatap kedua wanita kesayangannya menertawakan dirinya.


"Ya sudah, Sayang! Ayo ikut Mommy! Malam ini mommy nginap di rumahmu, kamu tidur di kamar sebelah saja sama mommy!" ajak Gracia menatap menantunya dengan senyum mengembang.


"Tapi Mom ... !"


"Katanya mau diam!"


"Mommy ... !" teriak Devan kesal.


Wanita paruh baya itu meninggalkan putranya yang sedang frustasi. Ia sengaja membuat putranya kesal karena menjadi kesenangan tersendiri baginya ketika melihat kekesalan putranya tersebut.


......❤️❤️❤️❤️❤️......


...TBC...


Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰


Jangan lupa jejaknya ya! Like dan komen kalian selalu Othor tunggu.


Othor juga sangat berterima kasih Banyak buat Vote yang kemaren kalian kasih 😍


Aku beruntung punya kalian


Sampai jumpa di episode berikutnya Muachhh 😘

__ADS_1


__ADS_2