
"Pa ... pa ... pa ... "
"Sean sudah bangun, Nak?" Freya mendekati Putranya yang sudah digendong baby sitter.
"Sini Nani, biar Sean sama aku dulu!" ucap Freya pada sang baby sitter.
Baby sitter tersebut menyerahkan Sean pada Freya, lalu wanita itu mencium putranya tersebut.
"Cath ... kamu mau menggendongnya?" tanya Freya tersenyum tipis.
"Memangnya boleh, Kak?" tanya Catherine menatap Freya dengan wajah berbinar.
"Kenapa tidak?" ucap Freya tersenyum tipis.
"Sama Tante Catherine dulu ya, Sayang!" Freya menyerahkan Baby Sean pada Catherine. Catherine pun menggendong Baby Sean dengan senyum yang mengembang.
"Kamu lucu banget sih, Sayang!" ucap Catherine sambil menciumi Baby Sean, Sean pun menepuk-nepuk pipi Catherine yang membuat Catherine semakin gemas dibuatnya.
"Baby Sean sudah umur berapa bulan, Kak?" tanya Catherine dengan senyum yang mengembang.
"Sekarang Sean sudah menginjak usia 8 Bulan, Cath!" jawab Freya seraya melangkah untuk mengambil botol susu untuk putranya tersebut.
"Sean lucu banget ya, Kak?" Catherine mencubit pipi gembul Sean karena gemas, hingga membuat Sean menangis karena cubitan wanita itu.
"Mmm ... Mam ... mam .. " Sean menangis seraya merentangkan kedua tangannya pada Freya. Baik Freya maupun Catherine tertawa melihat tingkah lucu Sean.
"Keponakan om kenapa nangis?" Devan tiba-tiba muncul dari balik pintu, lalu ia mendekati Sean dan mengambil dari gendongan istrinya.
__ADS_1
"Mam ... mam .. mam .. " Sean menatap Devan dengan bibir yang melekung ke bawah.
"Mommy sama Tante jahat ya, sama Sean?" tanya Devan seraya mencium pipi gembulnya.
"Mam mam mam ... !"
"Kamu apain jagoan Kakak, Dev?" tuduh David yang tiba-tiba muncul dari balik punggung pria itu.
"Nggak ngapa-ngapain, Baby Sean udah nangis pas Devan masuk ke kamar ini," jawab pria itu.
"Masak?" tanya David curiga.
"Iya Kakak," jawab Devan kesal.
"Bentar-bentar, pantat Baby Sean kenapa anget ya?" Devan mengeceknya, lalu tiba-tiba Sean tertawa riang layaknya anak kecil, hingga membuat semua orang menatap pada arah Devan dan Sean.
"Sean Sayang ... ! Kenapa Sean pipis di kemeja om?" Pria itu mencium pipi keponakannya kembali karena gemas.
"Sayang ... ! Kamu pipis?" Freya langsung mengambil Sean dari gendongan Devan. Lalu, wanita itu membawanya ke kamar mandi.
"Udah mandi sana ganti baju! Di kamar sebelah ada kamar kosong, di sana ada baju-baju Kakak!" ucap David.
"Kakak pisah kamar sama Kak Freya?" tanya Devan dengan wajah terkejut.
"Sembarangan kalau ngomong! Aku tidur di sana kalau Freya lagi ngambek, aku sering nggak dibukain pintu jika dia sudah kesal!" ucap David.
"Syukurlah ternyata bukan cuma istriku yang KDRT?" gumam Devan.
__ADS_1
"Apa kamu bilang? Aku KDRT?" Catherine menunjuk dirinya sendiri. Dia tidak terima dengan ucapan suaminya tersebut.
"Iya lah, kamu kan emang suka ninggalin aku sendirian di kamar! Selain itu, kamu suka gebukin aku pake bantal guling!" ucap Devan kesal.
Catherine memutar bola matanya malas. "Kayak gitu aja di bilang KDRT."
Sementara David menertawakan adiknya yang sedang kesal.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku Sayang 🥰
Untuk hari ini, Othor update 2 Bab aja ya? 🙏
Mungkin ada yang berkenan mampir ke karya teman Othor, maafin Othor jika terlalu banyak iklan, tapi mereka juga butuh dukungan, Othor hanya ingin berbagi, mungkin ada yang tertarik.
Ini dia cover sama Blurbnya 👇👇👇
Seperti biasanya, Bang Alan pulang kerja ketika Azan Subuh mulai menggema. Saat itu pula aku mulai bekerja mengais rezeki sebagai buruh cuci, pakaian para tetangga.
Sebelum mencuci pakaian orang lain, aku memprioritaskan mencuci pakaian keluargaku sendiri. Namun, aku sungguh dikejutkan oleh benda keramat dari kantong celana yang digunakan suamiku tadi malam.
Benda itu merupakan sebuah bekas bungkus ****** yang dulu sering aku lihat di televisi. Ini milik siapa? Kenapa ada di kantong celana milik suamiku?
__ADS_1