Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas

Ketika Selingkuh Menjadi Jalan Pintas
S2 Kau hanya hidup untukku


__ADS_3

Singapore


Di Bandara kini Adit dan Regina mencari seseorang yang menjemputnya, ia celingukan mencari sosok wanita tersebut.


"Gina ... !" panggil Regita yang menjemput gadis itu di Bandara. Wanita itu lari menghampiri saudara kembarnya dengan senyum yang mengembang. "Aku merindukanmu, Gin!" ucapnya sambil memeluk tubuh saudara kembarnya erat.


"Jadi kamu tidak merindukan Kakakmu yang tampan ini?" tanya Adit yang melangkah mendekati kedua adiknya tersebut.


"Kak Adit ... !" Regita beralih memeluk kakaknya erat. "Aku juga sangat merindukanmu, Kak!" ucap Regita dengan senyum yang mengembang.


Tanpa disadari semua orang, ada seseorang yang mengikuti Regita ke Bandara. Pria itu tersenyum dengan air mata yang berderai. Ia melangkah lunglai karena ia tidak mampu menjabarkan rasa bahagianya pada saat itu.


Ia terus berusaha melangkah mendekat dan terus mendekat hingga ia bisa melihat dengan jelas wajah Regina ~ orang yang selalu hadir di setiap ia memejamkan mata.


"My heart ... !" panggil pria itu dengan sangat lembut.


Deg


Perlahan tapi pasti, Regina menoleh setelah mendengar suara seseorang yang sangat ia rindukan.


Setelah ia menoleh, ia sangat terkejut melihat orang yang sangat ia cintai ada di Bandara tersebut dengan wajah penuh kesedihan.


Setelah perpisahannya selama bertahun-tahun dengan pria itu, akhirnya ia bisa melihat orang yang sangat ia rindukan untuk yang pertama kalinya.


Regina berdiri mematung, ia menatap langkah pria itu yang semakin mendekat ke arahnya.



Lalu, pria itu memeluknya erat setelah ia sampai di dekatnya.


Pria itu memejamkan matanya, menikmati pertemuan yang selama ini ia nantikan, ia merasa tidak percaya karena kerinduannya kini terobati.


Ia semakin mengeratkan pelukannya berharap ia tidak bermimpi seperti sebelum-sebelumnya.


"Aku sangat merindukanmu, Sayang! Ternyata hatiku benar dan tidak pernah salah, bahwa kau masih hidup, kau hanya harus hidup untukku." Brata menumpahkan air matanya di tempat ramai itu tanpa memedulikan orang yang menatap ke arahnya.


"Sekarang Tuhan menunjukkan bahwa kau memanglah wanita yang ditakdirkan untukku!" ucap Pria itu dengan rasa bahagia yang sangat membuncah. Ia memeluk Regina seakan tidak mau melepaskan wanita itu.

__ADS_1


"Bertemu denganmu kembali, seolah berhadapan dengan diriku sendiri! Setiap kisah cintaku berakhir padamu dan berawal padamu juga!" ucap Brata dengan perasaan haru.


Regina pun mengangkat tangannya hendak membalas pelukan pria itu. Kata demi kata yang Brata ucapkan, telah sukses membuat hatinya terasa tercabik-cabik.


Akan tetapi, ia mengingat ucapan-ucapan Putri yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang Pelakor yang tidak tahu diri dan dia lah yang menjadi penyebab ke retakan dalam rumah tangga pria tersebut.


Putri selalu mengatakan padanya, bahwa jika benar ia mencintai Brata, maka ia harus mengikhlaskan pria itu bahagia bersama orang lain, bukan malah menghancurkan dan menyakiti wanita lain.


Regina pun menurunkan tangannya kembali setelah mengingat semua itu dan berusaha untuk menahan air matanya yang hendak jatuh.


Gadis itu mendorong tubuh Brata perlahan, ia hendak pergi menjauh dari Brata tanpa mengucap sepatah katapun. Namun, Brata memegang pergelangan tangannya hingga langkah pria itu terhenti.


"Jangan pernah berpikir kalau kau akan meninggalkanku lagi! Aku tidak akan pernah membiarkan itu! Kau hanya milikku Re, Kau hanya milikku!" ucap Brata seraya membawa Regina ke dalam pelukannya kembali.


Sementara Adit dan Regita hanya berdiri mematung seraya menyaksikan sepasang kekasih itu yang berjumpa kembali setelah bertahun-tahun terpisah.


"Lepas!" sentak Regina dengan mendorong tubuh pria itu kasar hingga tubuh Brata mundur sedikit ke belakang.


"Aku tidak mencintaimu dan sekarang aku sudah memiliki kehidupan baru, jadi jangan pernah temui aku lagi apalagi memanggilku My heart!" ucap Regina dengan menatap Brata tajam.


"Tidak, sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi, meskipun seluruh isi dunia melarangku! Aku yakin Tuhan menciptakanmu hanya untukku, Re! Hanya untukku!" ucap Brata menekankan kalimat terakhirnya.


"Sekarang lepaskan aku!" Regina menghempaskan tangan Brata yang memegang pergelangan tangannya kembali. Lalu, melangkah meninggalkan pria itu dengan kekecewaan yang mendalam.


"Re ... kamu hanya salah paham!" Brata hendak mengejar wanita tersebut. Namun, Adit menghalangi Brata dengan berdiri di hadapan pria itu.


"Biarkan dia tenang dulu!" ucap Adit tersenyum. Sementara Regita, mengikuti langkah kakak kembarnya yang pergi meninggalkan pria itu.


"Biar aku yang bicara dulu padanya, nanti kau temui dia lagi jika sudah tenang!" ucap Adit.


"Terima kasih!" ucap Brata tersenyum kaku.


Adit pun mengangguk sebagai tanda jawaban. "Kalau begitu, aku duluan!" ucap Adit seraya mengulurkan tangannya.


"Silakan!" jawab Brata seraya menerima uluran tangan pria itu.


________

__ADS_1


Sesampainya di kediaman Desi, Regina membaringkan tubuhnya seraya menatap langit-langit kamar, bayangan Brata semakin menghantuinya. Lalu, ia berdiri seraya melangkah menuju taman rumah tersebut.


Regina duduk di kursi taman, ia menjatuhkan air matanya yang menerobos tanpa permisi, Setelah mengingat pertemuannya dengan Brata.


Ia mengingat tentang semuanya, tentangnya juga Brata. Ia melihat sebuah kesedihan di mata pria itu, namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ingin menyakiti hati banyak orang seperti apa yang diucapkan Putri padanya.



"Aku masih mencintaimu, Kak Brata! Aku masih sangat mencintaimu!" Regina semakin menangis terisak-isak saat mengingat wajah sedih orang yang dicintainya tersebut.


"Jika kau masih mencintainya, maka perjuangkan cintamu itu!" ucap Adit yang tiba-tiba melangkah mendekati adiknya. Pria itu duduk di samping Regina dengan senyum yang mengembang.


Seketika Regina menoleh, dan menatap kakaknya yang selalu menjadi tempat curhatnya selama ia berada di Paris.


Ia menyandarkan kepalanya pada bahu Adit sambil memejamkan matanya, menahan sesak yang datang menyeruak ke relung hati wanita tersebut.


"Tidak, Kak! Aku bukan seorang pelakor! Aku tidak ingin merusak kebahagiaannya! Dia harus bahagia Kak, harus bahagia!" ucap Regina dengan air mata yang mengalir kembali.


"Dia sudah lama bercerai dengan Keyla, Sekarang Keyla sudah bahagia dengan kakaknya ~ Edward. Itu lah alasan Brata melepaskan Keyla. Dia ingin menyatukan cinta kakaknya dengan wanita yang telah sah menjadi istrinya."


"Kamu bukanlah alasan dia bercerai, tapi kamu adalah obat baginya di setiap dia terluka!" ucap Adit tanpa basa basi.


Regina terkejut mendengar ucapan sang kakak, ia menjauhkan kepalanya dari Adit seraya menatap wajah pria itu intens.


"Maksud Kakak?" tanya Regina bingung.


Adit tersenyum mendengar pertanyaan Regina, ia menjawab wanita itu begitu detail hingga ia mengerti semuanya.


"Brata datang ke Paris untuk mencarimu, tapi Kak Putri membuat kuburan palsu untuk mengelabuhi Brata agar dia tidak mencarimu kembali," ucap Kakaknya tersebut.


"Jadi Kak Brata mengira kalau aku sudah meninggal?" tanya Regina terkejut.


"Iya, benar! Dia memang tahunya kamu sudah meninggal, tapi dia tidak percaya bahwa kamu sudah pergi!"


"Kamu bisa lihat saja CCTV Danau yang kalian habiskan waktu untuk bersama. Dia setiap hari datang ke tempat itu, berharap kamu ada di sana!" ucap Adit seraya menatap wajah adiknya dengan senyum yang mengembang.


...❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2