
Brata kini sudah tiba di hotelnya, pria itu memandangi Foto Regina dengan senyum yang mengembang.
"Meskipun kau sedang sangat marah padaku, tapi sekarang aku sangat bahagia, Re! Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi dari hidupku! Kau lah yang memulai kisah cinta ini, jadi jangan pernah berpikir bahwa kau bisa lari dari kisah cinta yang kau mulai sendiri!" ucap Brata pada foto Regina di layar ponselnya.
____
Sementara di tempat lain. Regina sedang tersenyum pada seraya menatap foto Brata. Meskipun ia terluka, karena ia punya hubungan dengan pria lain.
Regina tidak ingin menyakiti hati siapapun! Akan tetapi, ia selalu terjebak dalam posisi seperti itu.
"Maafin aku, Kak Brata! Meskipun sekarang aku tahu kau bukan milik siapapun, tapi sekarang aku terikat hubungan dengan Kak Arnold! Aku tidak ingin menyakitinya!" gumam Regina dengan air mata yang kembali menetes.
Ia memegang dadanya yang terasa sesak. Lalu, ia memejamkan matanya dan ia pun terlelap dengan air mata yang masih menetes di kedua sudut matanya.
_
_
_
Regita berjalan hendak membuka pintu apartemen. Akan tetapi, wanita itu tiba-tiba dihalangi oleh seorang pria yang sangat tidak asing lagi baginya. Pria itu berdiri tepat di depan pintu masuk hingga langkah wanita itu terhenti.
"Minggir!" Regita menatap pria itu tajam.
__ADS_1
"Gita ...! Please dengarkan aku!" ucap pria itu menatap Regita memohon.
"Arnold ... sekarang kau tunangan saudara kembarku! Jadi berhentilah menggangguku!" ucap Regita seraya bersedekap dada.
"Tapi ini salah paham, Git ... ! Aku tidak tahu kalau kalian kembar, jadi aku langsung melamarmu pada kedua orang tuamu, karena aku pikir mereka punya sebutan nama lain untukmu, hingga aku tidak menolak saat mereka membicarakan tentang Regina dan pertunangan kami!" ucap Arnold dengan perasaan bersalah.
"Aku tidak mungkin menjalin hubungan dengan orang yang tidak kucintai, Git! Apalagi aku tidak mengenal Regina sama sekali, please jelaskan pada mereka tentang hubungan kita, aku tidak bisa hidup dengan wanita lain." Arnold menatap gadis itu sendu.
"Meskipun wajah kalian sama, tapi kamu yang kucintai, hanya kamu Gita, hanya kamu! Bukan Gina!" ucap Arnold penuh penekanan.
"Bukankah kamu yang memulai semuanya? Terus kenapa mesti aku yang menjelaskan?"
"Kamu juga bodoh, dan herannya kenapa kamu tidak bisa membedakan antara aku dengan Regina?"
"Brata? Siapa Brata?" tanya Arnold dengan kening yang mengkerut.
"Kekasihnya Gina!" jawab Regita malas.
"Maksudmu, Regina punya kekasih?" tanya Arnold dengan wajah terkejut.
"Bisa dibilang seperti itu! Sudah, ah! Aku lagi marah sama kamu! Jadi jangan harap kamu bisa membujukku! Aku tidak mau bicara sama kamu!" ucap Regita kesal.
"Perasaan dari tadi kamu bicara banyak sama aku," ucap Arnold tersenyum seraya menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Kamu menyebalkan banget sih. Minggir!" Regita menggeser tubuh Arnold kasar hingga kening pria tersebut membentur tembok karena ia tidak menyadari kalau Regita akan mendorongnya.
"Auh ... !" seru Arnold seraya mengusap keningnya.
Tanpa menoleh pada mantan kekasihnya, Regita menutup pintu apartemen tanpa perasaan bersalah.
"Dasar cengeng! Baru terbentur sedikit saja sudah ngeluh!" ucap Regita tersenyum tipis.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa dukungannya, ya!
Like and komen ❤️
Sambil nunggu Othor update, mampir dulu yuk ke karya Bestie Othor seperti cover di bawah ini 👇👇👇
.......
__ADS_1