
"Akh ... " teriak Catherine.
"Sayang ... kamu kenapa?" tanya Devan seraya mengerjap-ngerjapkan matanya. Pria itu bingung karena Catherine tiba-tiba berteriak.
"Kamu hantu 'kan?" tanya Catherine menatap Devan dengan mata melotot.
"Hantu?" gumam Devan dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya, kamu pasti hantu!" tuduh Catherine dengan wajah terkejutnya.
"Bukan Sayang ...! Bukan ...!"
Setelah itu, Catherine mengambil bantal guling, lalu menggebuki suaminya tersebut. "Hantu sialan! Berani-beraninya ya mengambil wajah suamiku, pergi sana jauh-jauh!" teriak Catherine.
"Sayang ... stop! Stop Chat ... !" teriak Devan karena wanita itu terus menggebukinya tanpa ampun.
"Hantu sialan! Kurang ajar!" umpat Catherine yang masih memukuli suaminya.
"Sayang ... stop! Aku bukan hantu!" ucap Devan. Pria itu mencoba menangkap bantal yang digunakan Catherine untuk memukul pria tersebut.
"Tidak, kamu hantu, suamiku tidur di kamar! Kalau kamu suamiku kamu tidak mungkin tidur di sini karena kamar tamu ini aku kunci!" ucap Catherine yang tak hentinya memukuli pria itu.
"Sayang aku Devan, suamimu!" ucap Devan seraya lari dan mengelilingi ranjangnya. Catherine pun mengejar pria itu dengan memegang bantal guling untuk memukul pria tersebut.
Devan yang sudah kelelahan akhirnya menangkap guling tersebut. Lalu mendorong tubuh Catherine ke tempat tidur dan menimpanya hingga wanita itu berada di bawah kungkungan pria tersebut.
Catherine yang masih tidak percaya bahwa itu suaminya, ia langsung berteriak-teriak sambil memejamkan mata.
"Devan ... ! Devan ... ! Tolong aku ... !" teriak Catherine.
Devan yang mulai kehabisan kesabaran akhirnya meluam@t bibir wanita itu, hingga Catherine melotot dengan perlakuan suaminya.
__ADS_1
Plak ...
Tamparan Catherine seketika menghentikan Devan dalam menjamah wanita itu. "Apaan sih, Sayang? Kamu itu KDRT sama suami tau nggak sih?" ucap Devan dengan wajah kesalnya.
"Kamu kenapa bisa ada di sini? Bukankah pintunya sudah ku kunci tadi malem?" Catherine menaikkan sebelah alisnya.
"Tau ah, lagian kamu ngapain tidur di kamar tamu? Tadi malam aku nggak bisa tidur, ya sudah aku nyusul kamu ke kamar ini!"
"Kamu sih ngeselin, Dev! Aku 'kan pengen tidur nyenyak tapi kamu malah menggangguku terus!" ucap Catherine memutar bola matanya malas.
"Kita mandi saja, Yuk!" ajak Devan.
"Enggak! Aku nggak mau mandi sama kamu, yang ada entar mandinya nggak kelar-kelar!" tolak Catherine.
"Ayolah, Sayang ... !" ajak Devan memohon.
"Okay kita mandi bareng, tapi sebagai gantinya nanti malem kamu tidur di luar!" Catherine mendorong tubuh suaminya, lalu wanita itu beranjak dan melangkah meninggalkan kamar tamu tersebut.
_
_
_
"Aku suka di tempat ini, Dari kecil aku ingin tinggal di Negara Paris karena ingin selalu memandang Menara Eiffel," ucap Putri tersenyum.
Putri duduk di kapal pesiar seraya memandangi menara Eiffel dari sungai Seine. Sementara Irvan duduk di sampingnya.
"Di sungai Seine aku bisa melihat keindahan kota Paris, aku selalu menghabiskan waktuku di sini saat liburan," ucap Putri dengan senyum yang mengembang.
"Kamu di ajak kekasihmu ke tempat ini?" tanya Irvan menatap sahabatnya dari samping.
__ADS_1
"Aku ke sini bareng Kak Freya! Di sini aku tidak mempunyai kekasih, karena Kak Freya selalu menjagaku!" ucap Putri tersenyum mengingat kebersamannya dengan Freya.
"Meskipun dia seorang wanita, tapi dia tipe seseorang yang dingin dan berwajah datar hingga membuat pria yang ingin mendekatinya menjauh, sifatnya tambah dingin saat dia dihianati kekasihnya!" ucap Putri.
Sementara Irvan hanya mengangguk-anggukan kepalanya, mendengar cerita gadis itu.
"Meskipun begitu, Kak Freya orangnya sangat baik dan penyayang, nggak ada yang berani mendekati Kak Freya kecuali Kak David. Tapi aku nggak tau sih, gimana caranya Kak David mendekati Kak Freya, karena aku sudah kembali ke Indonesia! Dan herannya kenapa Kak Freya bisa mau sama Kak David yang terkenal Cassanova meskipun sebenarnya tidak!" ucap Putri.
"Cinta tidak memandang status, karena cinta datang sendirinya tanpa diminta!" ucap Irvan seraya menatap Putri dengan senyum lembutnya.
"Aku ingin menemukan cinta seperti cintanya Kak David dan Kak Freya. Kisah mereka yang rumit tapi tetap bertahan meskipun beberapa cobaan menghalang!" ucap Putri dengan senyum yang mengembang.
"Apakah kamu masih berharap Tuan Roy menjemputmu ke negara ini?" tanya Irvan menatap sahabatnya dari samping.
"Iya, aku berharap begitu meskipun itu tidak mungkin!" ucap Putri.
"Kenapa tidak mungkin, jika pada kenyataannya aku ada di sini?" Suara seseorang membuat sepasang sahabat baik itu menoleh.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa jejaknya ya! Like and Komen 🥰
love you All 🥰
Tanpa kalian Othor galau 🙈
Dan ucapan terima kasih yang tak terhingga untuk kalian semua 😍
__ADS_1