
"Dad, Mom? Kita pulang ke rumah orang tuaku saja, ya!" ajak David begitu tiba di Indonesia.
Anton tersenyum menatap menantunya. "Tidak, aku dan Dinda pulang ke apartemen saja, nanti kita akan main ke sana jika punya kesempatan!" jawab Anton membalas senyuman menantunya.
"Ya sudah, kalau begitu aku duluan Dad, Mom!" pamit David dengan senyum yang mengembang.
"Silakan!" jawab Anton tersenyum tipis.
"Aku duluan ya Dad, Mom!" Freya menyalimi kedua tangan kedua orang tuanya bergantian dengan Baby sitter yang di bawanya.
"Devan, Catherine, Roy, Putri! Kakak duluan ya?" pamit David sambil tersenyum.
David dan Freya pun melangkah masuk ke dalam mobil, lalu meninggalkan halaman Bandara seraya melambaikan tangannya pada semuanya.
"Ya sudah! Kamu ikut kami saja, Put! Sekalian aku akan ke rumahmu, dulu!" ajak Dinda tersenyum. Wanita paruh baya itu pun menatap keponakannya penuh kasih.
"Okay, Mom!" jawab Putri membalas senyuman wanita paruh baya itu.
"Kalau begitu, ayo masuk!" ajak Dinda setelah wanita itu di jemput oleh orang suruhan Ryan.
"Dev, Chat! aku pulang duluan!" pamit Dinda tersenyum.
"Kak Devan, aku duluan!" ucap Putri tersenyum.
"Mereka bertiga pun juga masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya meninggalkan Bandara itu.
Setelah semuanya pergi, Devan menatap kepergian mereka dengan mobil masing-masing.
__ADS_1
"Dev, mobil yang akan menjemput kita mana? Semuanya sudah pada pergi, di sini tinggal kita saja!" ucap Catherine.
Devan dan Catherine hanya berdiri mematung menatap kepergian keluarganya. "Aku sudah lelah, Dev!" ucap Catherine.
"Mungkin sebentar lagi, Sayang!" jawab Devan tersenyum.
"Kemana sih para bodyguard yang bertugas menjemputku? Awas saja nanti!" ucap Devan dengan wajah kesal.
"Tuan, lebih baik Anda ikut saya saja!" ucap Roy dengan senyum tipisnya.
"Ya sudah, Dev! Kita ikut Roy saja! Aku sudah bosan nunggu di sini!" ucap Catherine.
"Ya sudah, mau gimana lagi!" ucap Devan pasrah.
Akan tetapi saat mereka hendak masuk ke dalam mobil Roy tiba-tiba mobil mewah yang ditunggu David datang. Wajah pria itu penuh kekesalan, dan menatap tajam orang yang turun dan melangkah mendekat ke arah pria itu.
"Maaf, Tuan! Mobil yang hendak menjemput Anda mogok!" Mark menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
"Baiklah, kalau begitu kita langsung pulang saja!" ucap Devan seraya merangkul pundak istrinya.
"Ya sudah, lagi pula kamu aneh tau nggak sih, Dev! Biasanya kamu juga pulang sama Roy, kenapa sekarang kamu menyuruh Mark untuk menjemputmu?" tanya Catherine menatap suaminya aneh.
"Roy juga Capek, Sayang! Sebentar lagi dia akan menikah, jadi dia butuh waktu banyak istirahat," ucap Devan tersenyum.
"Iya juga sih!" Catherine mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.
"Ya sudah Roy, kami pulang sama Mark saja! Kau langsung istirahat!" ucap Devan datar.
__ADS_1
"Baik, Tuan! jawab Roy seraya membungkukkan sedikit badannya.
"Aku pulang dulu!" pamit Devan pada Sekretarisnya tersebut.
"Baik, Tuan!" jawab Roy membungkukan sedikit badannya.
Devan pun masuk ke dalam mobil yang menjemputnya dengan Catherine yang duduk di sebelah pria itu.
Setelah itu, Mark melajukan mobilnya sedang meninggalkan Bandara, dengan Roy yang juga melajukan mobilnya di belakang mobil yang ditumpangi Devan dan Catherine tersebut.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Jangan lupa jejaknya, ya! Like and komen, dukungan kalian Sangat berarti bagi Othor. Love you 😘
Othor bawel banget ya? Selalu minta dukungan di akhir Bab 😂✌️🙏
Jika ada Typo katakan saja! Othor seneng kalian tegur, karena teguran kalian akan memperbaiki karya Othor yang acak-acakan,
Sampai jumpa besok Insya Allah ❤️
Thank you All ❤️
_________
__ADS_1