
"Akh ... " teriak Roy setelah kepergian Putri. Ia mengobrak abrik ruangannya setelah bayangan putri menghilang di balik pintu.
"Kenapa hatiku terluka mendengar mereka akan segera bertunangan? Tidak! Ini salah, perasaan ini salah! Aku tidak mau mengecewakan keluarga Galaxy jika sampai aku menyukai Nona Putri." Roy mencoba menyangkal perasaannya.
Malam pun tiba, Putri melangkahkan kakinya menerobos hujan lebat yang tiba-tiba turun pada malam itu, Putri datang ke kantor Devan menggunakan Taxi dan pulangnya berjalan kaki karena ia ingin mencoba menghilangkan rasa sakit hatinya dengan bermain lari-larian.
Gadis itu sangat terluka saat dirinya tahu bahwa ia hanya berjuang demi cinta yang sepihak. Putri juga menangis di tengah derasnya hujan sambil bersedekap dada layaknya orang kedinginan.
Namun, saat gadis itu hendak menyeberang, tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang, putri pun memejamkan mata seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Saat di rasa tubuhnya tidak terbentur sesuatu dan tidak kehujanan, ia membuka matanya perlahan, lalu ia mendongak dan terkejut saat melihat seorang pria yang membuatnya terluka kini memayungi dirinya dengan jas yang di pakainya.
Wajah keduanya begitu dekat dan membuat keduanya terdiam dalam beberapa detik, menyelami perasaan mereka masing-masing.
Putri langsung menjauh saat tersadar dari lamunannya, ia hendak pergi. Namun, Roy memegang pergelangan tangan gadis itu hingga Putri menghentikan langkahnya dan menoleh menatap pria yang membuatnya terluka.
"Biar aku mengantarmu!" ucap Roy datar.
__ADS_1
"Maaf, aku bisa pulang sendiri!" ucap Putri seraya melepaskan tangan Roy perlahan. Lalu melangkah pergi menjauh dari pria itu melanjutkan langkahnya seraya menerobos hujan yang begitu deras.
"Nona!" panggil Roy. Namun, Putri seakan tuli, ia tidak mendengarkan panggilan Roy. Gadis itu lari karena tidak mau menatap wajah pria tersebut.
Sementara Roy hanya menatap kepergian Putri dan mematung di tempatnya. "Kenapa aku tidak bisa berbuat apa-apa? Tidak aku harus mengejarnya dan memastikan bahwa dia baik-baik saja," ucap Roy. Pria itu masuk kedalam mobilnya kembali dan memperhatikan Putri dari kejauhan.
"Kenapa kamu keras kepala?" ucap Roy dari dalam mobil saat gadis itu jatuh karena tersandung kerikil di jalanan.
Pria itu hendak keluar untuk membantu Putri. Namun, ia sadar bahwa dirinyalah yang membuatnya terluka hingga gadis itu berbuat hal konyol dengan bermain hujan-hujanan.
Ia juga menyadari bahwa Putri juga tidak akan menerima bantuannya.
Jam 10 malam, Putri baru tiba di rumahnya. Gadis itu membuka pintu pagar dan menutupnya kembali setelah gadis itu masuk.
Ia melangkah lunglai menuju pintu utama. Sementara Roy hanya menatap gadis itu sendu tanpa tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Lalu ia pergi meninggalkan pekarangan rumah Putri setelah memastikan gadis itu masuk ke dalam rumahnya dengan selamat.
Sementara Putri langsung ambruk setelah menutup pintu rumahnya. Baik Ryan, Rani maupun kedua adiknya sangat terkejut saat mendapati Putri kehujanan.
__ADS_1
Mereka tidak tahu kepergian Putri dari rumah, mereka berpikir Putri mengurung diri di kamar karena kecewa dengan perjodohan itu.
"Kakak ... !" teriak Adit dan Regina bersamaan.
Begitupun dengan Ryan dan Rani, kedua orang tuanya tersebut meneriakkan nama putrinya saat Putri tidak sadarkan diri.
Ryan, Rani, Adit dan Regina langsung lari menghampiri gadis itu dan membawa Putri masuk ke kamarnya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC ...
Assalamualaikum Readersku, Sayang 🥰
Terima kasih ya atas dukungan kalian ❤️
Semoga kalian mendapatkan balasan yang lebih indah karena telah membahagiakan Othor selalu, Aminnn 🤲
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya, guys 🥰
Thank you Muachhh 😘